ArenaLTE.com – Embel-embel kata gratis memang harus disikapi secara bijaksana dalam bisnis. Maklum kata gratis yang diumbar bisa menyebabkan tata laksana kompetisi dalam suatu industri bisa berubah. Contohnya seperti kasus yang terjadi di India, pihak Telecom Regulatory Authority of India (TRAI) menyerukan kepada operator Reliance Communications sebagai mitra Facebook untuk menghentikan layanan internet gratis untuk sementara. Sambil mereka melakukan investigasi apakah itu bisa dianggap sebagai ancaman terhadap internet neutrality (internet netral).

Menggandeng Reliance, Facebook saat ini di India menawarkan layanan internet gratis Free Basic yang merupakan bagian dari inisiatif internet.org. Pengguna Free Basic bisa mengakses situs berita, prakiraan cuaca, informasi kesehatan, sampai media sosial Facebook dan platform chat Messenger, tanpa dikenakan biaya sepeser pun.

Dikutip dari QZ.com (23/12/2015), Pemerintah India masih mempertimbangkan apakah operator boleh mengenakan tarif berbeda untuk akses konten tertentu (bahkan gratis untuk Facebook), namun pada saat yang sama membebankan sejumlah biaya untuk akses konten lainnya.
Baca juga: Samsung Galaxy J2: Internetan Cepat, Kreativitas Tanpa Batas

Sementara itu Facebook menyampaikan pihaknya tetap berkomitmen dengan Free Basic, dan akan bekerja sama dengan mitra operator dan aparat setempat untuk bisa menyediakan layanan internet gratis ke semua orang. Bukan hanya di India, Facebook juga meluncurkan layanan Free Basic di Indonesia awal tahun ini dengan menggandeng mitra Indosat Ooredoo.

Pada bulan September lalu, Facebook mengubah Internet.org menjadi Free Basics. Nama baru itu, kata Facebook untuk membedakan antara inisiasi Internet.org dan situs yang menyediakan layanan internet gratis ke berbagai belahan dunia. Facebook mengatakan, meski namanya berubah, platform Internet.org tetap berjalan.

“Platform ini menciptakan peluang bagi para pengembang untuk menawarkan layanan tambahan yang mengintegrasikan Free Basics. Ini memberikan pengguna banyak pilihan dan kendali atas pengalaman online mereka,” ujar Facebook dalam pengumumannya.

Dalam pengumuman pada platform Internet.org, Facebook menegaskan program Free Basics akan memaksimalkan keamanan sejauh mungkin saat menghubungkan orang dengan situs. Situs itu mengatakan beberapa bulan lalu, telah menyediakan layanan yang menggunakan HTTPS dalam aplikasi Free Basics Android. HTTPS merupakan kombinasi dari Hyper Text Transfer Protocol danSecure Socket Layer protokol (SSL)/Transport Layer Security (TLS). Ini untuk menyediakan komunikasi terenkripsi antara web server dan klien. Biasanya, HTTPS digunakan untuk internet banking, transaksi pembayaran, dan halaman login.

Program Internet.org yang telah berusia setahun lebih itu telah hadir di 19 negara termasuk Indonesia. Namun, Facebook tidak menyebutkan berapa jumlah pengguna yang masuk dengan program ini.