ArenaLTE.com – 10 Negara Asean plus Timur Leste yang tergabung dalam Southeast Asia-Technical and Vocational Education and Training (SEA-TVET) sepakat untuk membangun tenaga kerja kompetitif siap pakai. Salah satu yang dijadikan studi kasus pada ajang tersebut adalah DNA Initiative Evercoss karena dianggap sudah menyinergikan antar kebutuhan industri dan dunia pendidikan.

SEA-TVET menggelar pertemuan pejabat tinggi yang kedua, atau 2nd High Officials Meeting di Denpasar, Bali, pada 12 -14 Mei 2016. Acara tersebut menyorot begitu pentingnya Pendidikan Teknis Kejuruan dan Pelatihan/Technical and Vocational Education and Training (TVET)  sebagai salah satu dari tujuh prioritas di bidang Pendidikan di Asia Tenggara.

SEA-TVET-DNA-Initiative

Sebagai informasi, program DNA Initiative Evercoss adalah gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan SDM IT dan Mobile melalui kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan dengan pelatihan dan transfer ilmu pengetahuan di bidang Devices (Perangkat), Network (Jaringan) dan Application (Aplikasi).

“Program DNA Initiative Evercoss selaras dengan tujuan Organisasi Kerja Sama Negara-Negara Asia Tenggara untuk Pendidikan Teknis Kejuruan dan Pelatihan atau Southeast Asia-Technical and Vocational Education and Training (SEA-TVET). Kami sudah merealisasikannya dengan mengagandeng Sekolah Menengah Kejuruan, SMK,” ungkap A. Irwan, penggagas DNA Initiative Evercoss.

Dijelaskan lebih lanjut, program DNA Initiative Evercoss ini meliputi pembuatan materi pengajaran untuk SMK, pelatihan guru SMK baik teori maupun praktek (Train of Trainer Program), memberikan kesempatan kerja praktek di Evercoss, dan memberikan sertifikasi bagi yang telah lulus pelatihan.

Peran DNA Initiative yang dimotori oleh Evercoss dan Meruvian tersebut dianggap menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas peserta didik yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Secara tidak langsung pula, telah merealisasikan program TVET yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas TVET di kawasan Asia Tenggara dan untuk mempersiapkan lembaga TVET dan peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam Komunitas ASEAN.

Pertemuan TVET yang digelar di Bali tersebut diharapkan dapat memberikan arah kebijakan di kawasan Asia Tenggara untuk mempromosikan harmonisasi dan internasionalisasi institusi TVET dalam kurun  waktu tiga sampai lima tahun. Di samping itu juga diharapkan bisa menghasilkan dan merekomendasikan strategi dan rencana untuk meningkatkan kualitas pendidikan TVET di kawasan Asia Tenggara. Acara ini dihadiri oleh sekitar 50 peserta internasional dan 350 peserta nasional.