ArenaLTE.com – Adopsi penggunaan platform digital seperti website, media sosial, aplikasi, cloud, semakin marak dilakukan oleh para pelaku bisnis karena telah terbukti mampu mendukung percepatan pencapaian hasil bisnis. Namun, seiring dengan kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai platform digital ini, kejahatan cyber seperti serangan Distributed Denial of Service (DDoS) pun senantiasa mengintai. Setiap industri berisiko terkena serangan virus DDoS mengingat jumlah, frekuensi, dan tingkat kecanggihannya yang semakin meningkat.

Laporan tren DDoS terbaru dari Verisign bahkan mengungkapkan serangan virus DDoS meningkat hingga 85% pada kuartal keempat tahun 2015. Laporan ini juga mengungkapkan bahwa industri Teknologi Informasi (TI) masih menjadi industri yang paling rawan terhadap serangan DDoS.

Angka peningkatan serangan DDoS pada kuartal lalu merupakan yang tertinggi yang pernah dilaporkan dalam laporan trend DDoS oleh Verisign sejak kuartal pertama. Membandingkan jumlah serangan dari tahun ke tahun, Verisign melaporkan terdapat 85 persen lebih banyak serangan di kuartal keempat 2015 dibanding pada kuartal keempat 2014. Para pelanggan mengalami serangan yang berulang dan terus menerus selama kuartal tersebut.

serangan virus DDosDalam laporan tren DDoS untuk kuartal keempat tahun 2015, Verisign juga menidentifikasi beberapa hal penting seperti :

  • Serangan tercepat yang pernah ada dilaporkan oleh Verisign terjadi pada kuartal keempat tahun 2015, dengan serangan mencapai 125 juta paket per detik (Mpps), dan menggerakkan serangan virus DDoS multi vektor dan volumetrik dengan kecepatan mencapai 65 gigabits per detik (Gbps).
  • Rata-rata besar serangan yang diobservasi Verisign terus meningkat hingga 6,88 Gbps, dengan hampir sepertiga serangan mencapai lebih dari 5 Gbps.
  • Layanan TI/Cloud/SaaS, mewakili 32 persen dari seluruh aktivitas mitigasi yang terjadi pada kuartal keempat 2015 dan masih menjadi industri yang paling banyak diserang dalam lima kuarter berturut-turut, disusul industri media dan hiburan  yang mewakili 30 persen dari seluruh jumlah mitigasi.
  • Serangan User Datagram Protocol (UDP) terus mendominasi, mencapai sekitar 75 persen dari seluruh jumlah serangan yang ada pada kuartal keempat tahun 2015.