ArenaLTE.com -  

Makin populernya teknologi artificial intelligence/ AI membawa dampak tersendiri pada perubahan teknologi dan perpetaan keamanan itu sendiri. Namun, seperti sebuah mata pisau yang memiliki dua sisi yang berbeda, dimana satu sisi bisa memberikan manfaat namun di lain sisi bisa memberikan dampak negatif jika di tangan yang tidak tepat.

Perpaduan antara AI dengan IoT juga membawa dampak sekaligus manfaat luar biasa bagi manusia. Di ranah kesehatan contohnya, perpaduan teknologi tersebut membuat solusi kesehatan menjadi lebih personal dan bisa lebih mudah dijalankan.

Produktivitas di bidang pertanian meningkat, rantai suplai di ranah manufaktur jadi makin gesit. Teknologi tersebut juga bermanfaat dalam memangkas tingkat kecelakaan di jalan raya, dan masih banyak lagi manfaat lainnya. Kustomisasi dan personalisasi menjadi kata kunci di area Revolusi Industri Tahap Keempat tersebut.

Teknologi membawa dampak perubahaan yang luar biasa bagi manusia – namun bila teknologi tersebut jatuh ke tangan yang salah maka bencanalah yang datang. Sayangnya, personalisasi yang dihadirkan pada penggunaan AI maupun IoT justru bisa mencetuskan terjadinya serangan keamanan berskala besar, bahkan dengan dampak yang jauh di luar perkiraan kita sebelumnya.

IoT merupakan ekosistem yang rentan yang diakibatkan oleh berbagai hal, seperti adanya bugs yang ada di kode perangkat lunak, proses autentikasi yang lemah, protokol jaringan dengan keamanan rendah, porta-porta yang terkuak lebar, serta pengubahan-pengubahan tak terdeteksi yang dilakukan pada file.

Menurut Eva Chen, CEO, Trend Micro, mengungkapkan tantangan keamanan siber masa kini hadir menyertai setiap gejala dan perubahan yang terjadi pada perpetaan IT itu sendiri. Kehadiran IoT menjadi salah satu transisi teknologi yang paling membawa dampak signifikan pada infrastruktur IT, terlebih IoT kini telah membawa nyawa baru dalam kehidupan kita sehari-hari maupun di tempat kerja.

“Beberapa kalangan juga telah memprediksikan akan menjamurnya perangkat-perangkat terkoneksi yang akan beroperasi dengan jumlah mencapai 50 miliar pada tahun 2020. Dari perangkat pemonitor keseharian bayi hingga ke alat masak cerdas, dari kendaraan-kendaraan terkoneksi hingga alat pompa medis cerdas, dan masih banyak lagi yang lainnya,” ujarnya.

Perubahan besar-besaran di perpetaan teknologi juga menjadi daya pikat tersendiri bagi para penjahat. Mereka bahkan jauh lebih sigap dan siap untuk mengeksploitasi setiap celah keamanan yang menganga. Celakanya lagi, banyak modus kejahatan siber sarat ancaman keamanan yang telah Trend Micro prediksikan akan muncul berdasarkan trajektori seperti yang disampaikan dalam laporan keamanan akhir tahun , ternyata betul-betul terbukti.

“Tengok saja peristiwa serangan Mirai botnet DDoS tahun lalu. Satu lubang kerentanan saja terkuak di beberapa IP kamera, selang beberapa jam kemudian, separuh jaringan Internet di Amerika Serikat mati. Ini tentu bukan ancaman terisolasi, namun satu ancaman yang bisa mereplikasi diri dengan memanfaatkan sejumlah celah kerentanan yang mereka temukan di sejumlah perangkat terkoneksi – baik perangkat terkoneksi yang digunakan di ranah manufaktur hingga yang tersambung di jaringan rumahan milik pengguna,” ungkap Eva.