ArenaLTE.com - Analis Rosenblatt, Jun Zhang baru ini mengumumkan tentang perkiraan hasil risetnya di pasar mengenai Apple. Menurut badan riset ini, perusahaan asal Cupertino itu akan memangkas produksi iPhone sebanyak empat juta unit pada kuartal fiskal kedua tahun depan. Hal itu kemungkinan akan dilakukan pada awal kuartal depan yang berakhir pada Maret.

Analis juga mengungkapkan bahwa Apple mengalami pelemahan penjualannya di China, hal ini pun memberikan efek yang cukup besar di beberapa pasar lainnya. Meski bukan atau tidak ada hubungan dengan keputusan pengadilan negara setempat mengenai pelarangan pengiriman impor produk Apple, karena masalah paten yang dilanggar perusahaan. Namun, banyak yang memperkirakan hal itu berdampak juga.

Apple dalam kasus di negeri Tirai Bambu ini dianggap melanggar dua paten dari Qualcomm. Pengadilan mengeluarkan putusan bahwa memberlakukan larangan impor dan penjualan produk iPhone pada awal Tahun depan, menurut beberapa sumber hal itu dimulai dari seri iPhone 6S dan iPhoneX. Namun kabarnya, penjualan tetap berlangsung meski dengan sistem operasi yang terus diperbarui perusahaan.

Analis mengatakan bahwa kelemahan dalam penjualan iPhone di Cina juga digaungkan dari perusahaan di negara yang mendukung Huawei.  Bahkan, perihal tersebut juga telah menjadi informasi besar dan berdampak ke beberapa negara lainnya. Sumber informasi menyebutkan bahwa perusahaan asal China banyak yang memberakukan sistem ilegal untuk memasok barang ke luar China, seperti pada saat ini yang diisukan telah menyusup ke Iran.

Dalam laporan yang tidak disebutkan sumbernya, diungkapkan bahwa perusahaan China bahkan memberikan bantuan berupa subsidi untuk para karyawan sebuah perusahaan di wilayah tertentu untuk menggunakan produk besutan negeri Tirai Bambu. Hal ini pun diungkapkan akan menjadi dampak matinya penjualan iPhone di beberapa wilayah.