ArenaLTE.com - Setiap wilayah negara memiliki karakteristik yang berbeda, baik konsumen maupun daya belinya. Pun demikian, beberapa produsen ada yang mampu menguasai pasar dan ada pula yang terjengkal di dalamnya. Samsung dan Xiaomi tercatat masih cukup mampu mengimbangi hal ini, terbukti dengan posisinya di pasar India yang tercatat memiliki porsi marketshare sama besar.

India tercatat menjadi pasar yang begitu besar di mata industri dan produsen smartphone, bahkan Apple masih terus berjuang keras untuk mengukuhkan kekuatannya di sini. Meski sayangnya, produsen asal Taiwan, HTC, telah diungkapkan telah meninggalkan pasar negeri Bolywood tersebut. Hal ini terbukti dari laporan analis counterpoint research, mengutarakan bahwa HTC hanya memiliki pangsa pasar di India sebesar 1%.

Pun demikian, diantara pemenang dan yang kalah. Masih ada mereka yang mencoba bertahan dan meraih cukup porsi yang terbilang tepat. Ya, Samsung dan Xiaomi dalam laporan terbaru diungkapkan mendapatkan porsi market share mencapai 30%. Porsi yang terbilang cukup menjadikannya di posisi aman, meski keduanya masih harus bersaing keras lagi.

Xiaomi dan Samsung tercatat mampu mengapalkan produk smartphone di India sebanyak 9,9 juta unit selama periode tiga bulan, terhitung dari April hingga akhir Juni. Hal ini menjadikan perusahaannya tercatat memiliki porsi yang dibilang aman, sebanding dengan porsi yang dimiliki oleh produsen asal Korea selatan, Samsung.

Menurut perusahaan riset Canalys, kedua pabrikan ponsel pintar ini telah menguasai pasar yang cukup. Meski dalam perkembangannya Xiaomi akan meningkatkan pengapalan produknya mencapai 106% dari tahun ke tahun. Sedangkan Samsung hanya melakukan peningkatan sebesar 47% di kuartal ke-2 tahun lalu, namun tetap mendapatkan porsi yang terbaik di India.

Samsung cukup populer di negeri India selama kuartal-2, smartphone yang diungkapkan cukup laris di sana adalah seri Galaxy J2 Pro yang dikirimkan sebanyak 2,3 juta unit. Sedangkan Xiaomi, mengalami peningkatan yang cukup baik di seri Redmi 5A dengan pengiriman mencapai 3,3 juta unit yang dikirimkan dalam kuartal yang sama.

Di urutan bawah setelah Xiaomi dan Samsung, ada penurunan besar yang dialami produsen lainnya, seperti Vivo di posisi ketiga yang tercatat mengirimkan sebanyak 3,6 juta unit pada periode tersebut mewakili 11% dari pasar smartphone India. Meskipun dalam posisi yang sedang turun sebesar 13% tahun lalu, pengiriman ponsel Vivo naik 35%. 

Sedangkan porsi berikutnya diduduki oleh produsen Oppo dengan perolehan market share 10% di pasar India selama kuartal kedua. Perusahaan mengirimkan 3,1 juta handset selama periode tiga bulan, naik 5% dari jumlah tahun lalu. Secara keseluruhan, 32,6 juta smartphone dikirim di India dari April hingga Juni. Itu adalah 22% tahun-ke tahun keuntungan dari 26,8 juta unit yang dikirim selama kuartal yang sama tahun lalu.