ArenaLTE.com - VMware, salah satu  inovator terkemuka di bidang perangkat lunak kelas enterprise, resmi meluncurkan vRealize Automation Cloud Service di Singapura. Layanan ini mencakup VMware Cloud Assembly, VMware Service Broker dan VMware Code Stream.
 
Solusi mutakhir VMWare ini mendukung organisasi-organisasi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam menghadirkan penghantaran aplikasi lebih efisien, mengoptimalkan fleksibilitas pada layanan cloud, menghadirkan beragam pilihan baru, sekaligus kontrol dalam hal biaya.
 
Inovasi bisnis di perusahaan berkembang makin cepat, menyambut pertumbuhan ekonomi regional yang mobile-first dan didorong oleh aplikasi.
 
Sebagai perusahaan terkemuka dan terpercaya di kancah perangkat lunak Cloud System and Service Management, saat ini VMware menduduki peringkat pertama dalam IDC Cloud System Management Software Report selama tujuh tahun berturut-turut.
 
Kehadiran vRealize Automation Cloud Service mendukung peningkatan pada  kapasitas data center. Dengan demikian, aksesibilitas dan keamanan akan lebih terjamin, sekaligus mampu mendukung bisnis di regional dalam menentukan, menyatukan , dan mengimplemtasikan layanan  cloud:
  1. VMware Cloud Assembly: Otomatisasikan pengalaman multi-cloud melalui orkestrasi dan percepatan penghantaran infrastruktur dan aplikasi, selaras dengan kebutuhan bagi para DevOps
     
  2. VMware Service Broker: Hadirkan layanan dan kebijakan multi-cloud melalui agregasi native content dari beragam lingkungan cloud dan platform yang digunakan, menjadi satu katalog tunggal dengan kebijakan berbasis tag
     
  3. VMware Code Stream: Continuous Delivery menjadi kian mudah karena kecepatan penghantaran perangkat lunak meningkat dan pengerjaan troubleshooting menjadi kian ramping, melalui dirilisnya pipelines dan analitik
Menurut World Bank, saat ini Indonesia berada di peringkat 73 dari 190 di daftar negara-negara perekonomian dunia dengan kemudahan dalam menjalankan bisnis.
 
Dalam upaya memacu peringkat mereka lebih tinggi, pemerintah sendiri telah menerapkan beragam strategi melalui sejumlah inisiatif.
 
Hal ini sekaligus menunjukkan akan perlunya penerapan platform mutakhir oleh organisasi-organisasi maupun perusahaan-perusahaan guna meningkatkan fleksibilitas, terutama bagi mereka yang tengah gencar mengkapitalisasi pertumbuhan ekonomi digital yang tinggi di kawasan regional ini.
 
Melihat pesatnya ekonomi di kawasan Asia Tenggara serta reputasinya sebagai pusat inovasi, kehadiran VMware vRealize Automation Cloud Instance menjadi cetak biru bagi perusahaan dalam mewujudkan transformasi digital.
 
Dengan menerapkan perampingan dan otomatisasi dalam provisi sumber-sumber daya IT perusahaan, serta bagaimana layanan cloud diperkuat, menjadi sarana bagi perusahaan-perusahaan di regional dalam mengakselerasi siklus inovasi dan meningkatkan skalabilitas operasional dengan cepat.
 
“Kini makin banyaknya perusahaan yang menambatkan operasional bisnis mereka di Indonesia sebagai batu loncatan untuk menembus ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara yang makin didayakan oleh aplikasi. Mereka perlu memperkokoh kolaborasi dan agilitas agar inovasi bisnis kian menggeliat,” tutur Cin Cin Go, Country Manager, VMware Indonesia.
 
“Kehadiran VMware Automation Cloud Service menghadirkan sebuah fondasi yang kokoh bagi bisnis di mana mereka bisa menerapkan skalabilitas dan berinovasi dengan cepat guna memenuhi kebutuhan lingkungan bisnis yang kian dinamis, khususnya di masa-masa seperti sekarang ini,” jelasnya.
 
vRealize Automation Cloud Service mendukung dilakukannya penghantaran aplikasi-aplikasi mutakhir dengan cepat serta pengelolaan lifecycle layanan di apapun jenis cloud yang digunakan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan layanan yang menghadirkan pengalaman cloud secara konsisten di AWS, Azure, GCP ataupun VMC.
 
Di sisi IT sendiri, layanan ini menjadi solusi dalam memangkas kompleksitas dalam pemanfaatan layanan public cloud, sekaligus memperkokoh kolaborasi antara pengembang dan operator IT.
 
Di sisi lain, layanan ini mendukung dipenuhinya tuntutan akan keamanan yang ketat dan kelaikan dengan batasan-batasan yang lebih fleksibel, seperti dalam penyusunan kebijakan berbasis role untuk semua lingkungan cloud yang digunakan.