ArenaLTE.com - Turnamen game online kerap dihelat besar-besaran. Tak ketinggalan Acer yang menggelar turnamen DOTA 2 yang diklaim sebagai terbesar berkelas dunia di Asia Pasifik yakni Asia Pacific (APAC) Predator League 2018.

Turnamen besar yang digelar oleh Acer dan diikuti oleh sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, India, Hong Kong dan Sri Lanka. Kini APAC Predator League 2018 sudah melewati tahap awal dalam 3 bulan dan hampir menuju event utamanya di bulan Januari 2018.

Sistem kompetisi Predator League 2018 ini memiliki babak penyisihan yang dibagi menjadi 2 jalur untuk mendapatkan 4 pemenang inti yang akan ditandingkan dengan pro team undangan langsung di mana pemenangnya akan menjadi perwakilan Indonesia untuk bertanding dengan tujuh negara lainnya di Final APAC Predator League 2018.

Jalur pertama dalam babak penyisihan Predator League 2018 di Indonesia merupakan kompetisi yang akan melalui babak kualifikasi di 12 kota besar di Indonesia, tepatnya di 15 titik icafe. Dari babak kualifikasi ini sudah terpilih 15 tim juara.

Antara lain Destructor Gaming, Evoscubs, Obelix, dNa e-Sport, FullHouse Gaming, Hardcore, Infiniti, Azure gaming, Friend and Lopi, GForce South, Gigas Gaming, Juggernaut Gaming, Pa'le pixel, Rock Paper Scissors, dan Rubix.

Selain terdapat 15 tim juara, terdapat 15 tim juara kedua yang akan kembali ditandingkan lagi untuk memperebutkan tiket wildcard, yang nantinya pemenang wildcard akan bergabung bersama dengan 15 tim juara dari setiap titik iCafe. Mayoinase merupakan tim juara kedua yang berhasil meraih tiket wildcard dan masuk bergabung dengan 15 tim juara.

Perjuangan ke 16 tim juara ini belum selesai sampai disini, mereka akan memasuki babak dimana mereka akan bertanding kembali secara online sampai dapat 4 team pemenang yang akan menuju pertandingan dengan melawan 4 pro team. 4 tim pemenang yang lolos main event dan yang akan bertanding melawan 4 pro team adalah Destructor Gaming, Evoscubs, Mayonaise, dan Obelix.

Namun disayangkan team Mayonaise harus mengundurkan diri dari rangkaian turnamen APAC Predator League yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Januari 2018, maka pada tanggal 4 Januari 2018 kemarin diadakan rematch lagi untuk menggantikan posisi team Mayonaise, dan team Pondok Gaming Barracx dinyatakan sebagai pengganti team Mayonaise.

Jalur kedua dalam babak penyisihan Predator League 2018 merupakan pertandingan invited team yang langsung dipertandingkan di babak group stage. Terdapat 4 tim DOTA 2 terbaik dari Indonesia yaitu, Boom.id, Evos, The Watcher, dan RRQ.

Tim ini diundang oleh Acer Predator untuk berkesempatan mewakili Indonesia di main event yaitu Indonesia Final pada tanggal 18 Januari 2018 untuk bertanding melawan ke 4 tim semi pro. Juaranya, akan mewakili Indonesia di main event APAC Predator League 2018 untuk memperebutkan total prize pool senilai USD150 ribu (sekitar IDR 2 miliar).