Plus

  • Bentuknya ergonomis dan memudahkan untuk dibawa kemanapun
  • Rotasi layar yang bisa mencapai 180 derajat memudahkan pengambilan gambar depan
  • Tombol kontrol yang tidak merepotkan
  • Konektivitas WiFi yang memudahkan untuk tersambung keberagam perangkat mobile
  • Lensa Kit yang bisa diganti-ganti beragam ukuran
  • Memiliki Fokus yang sangat baik

Minus

  • Harga yang terlalu tinggi
  • Tombol lensa kit yang tidak otomatis terbuka, sulit mendapatkan gambar cepat
  • Tidak bisa digunakan untuk mengambil gambar olahraga atau dalam pergerakan cepat
  • Penempatan Lensa kit terasa lebih ringkih

Score: 7.4

DESAIN
8
INTERFACE
7
MULTIMEDIA
8
PERFORMA
8
VALUE FOR MONEY
6
ArenaLTE.com -
Dunia teknologi memang begitu pelik untuk terus diikuti, terlebih ketika banyak produk baru bermunculan. Awalnya, kami sendiri mengira bahwa saat ini dengan smartphone sudah cukup untuk memenuhi hasrat fotografi mobile yang dijalani. Namun ternyata, kepuasaan itu belum maksimal kami dapatkan, terlebih ketika memegang Canon EOS M6 saat ini.

Canon EOS M6 memang adalah kamera mirrorless seperti kebanyakkan, tidak memiliki jendela bidik karena semua berpengaruh pada pegangan tangan saja. Meski kami bukan seorang profesional, namun nilai pesimis itu tetap muncul, karena tanpa jendela bidik untuk apa harus memegang kamera karena nyatanya hal itu pun bisa dilakukan dengan smartphone.

Pun demikian, kesalahan penilaian ada atau tidaknya jendela bidik pada kamera tetaplah tidak pantas kami padankan. Banyak hal yang bisa Anda lakukan dari Canon EOS M6, sebagai kamera mirrorless yang memiliki lensa 24MP dan tentunya sangat mengakomodir kebutuhan kami yang amatir bahkan mungkin sekelas profesional sekalipun.

Desain


Berbicara tentang desain kamera, memang bisa dibilang kamera mirrorless adalah jawaban yang paling pas untuk Anda yang senang fotografi namun tidak ingin ribet dengan kamera DSLR. Canon M6 memenuhi kualifikasi tersebut, tubuhnya mungil dan bisa disematkan di tas pinggang Anda. Pun demikian, meski tampilan yang dibawa EOS M6 terlihat simpel dan kompak, namun Anda tetap bisa memadu padankannya dengan lensa kit, lensa fix maupun standar yang masih dalam satu parbikan.



Kelebihan lain yang tentunya bukan hanya sekedar mudah dibawa, kami rasa ada tombol pengoperasian yang sangat user friendly. Anda seorang amatir atau seorang profesional? Kami yang bisa digolongkan sebagai orang amatir, tak menemukan kerumitan untuk mengoperasikan kamera ini bahkan untuk mengambil gambar secara manual atau otomatis sekalipun.



Desain yang ergonomis ini didesain Canon untuk M6 bukan sekedar untuk kenyamanan saat dipegang saja, melainkan untuk pengoperasian. Seperti kami sebutkan diatas, siapapun Anda baik profesional maupun baru belajar dalam pengaturan pengambilan gambar hal itu akan menjadi mudah. Tombol shutter dan pengaturan analog lainnya diletakkan berkelompok dalam satu tempat, sehingga tak perlu harus letih memindahkan tangan untuk pengaturan dan ingin langsung menembak pengambilan gambar.

Tombol

Untuk Anda yang seorang profesional, kami rasa juga akan cepat akrab dengan pengoperasian pada kamera EOS M6 ini. Tombol pengaturan seperti otomatis, panorama, manual, rekam video dan lainnya diletakkan persis dekat dengan tombol shutter. Bahkan, tombol pengaturan diagframa ini pun tidak jauh berbeda dengan posisinya pada kamera jenis DSLR, berada pada bagian atas kanan yang dekat dengan tombol shutter. Menembak gambar dan melakukan pengaturan pun dirasa mudah dibuatnya, kami menilai hal ini cukup sempurna.



Namun ada satu hal yang menurut kami cukup menganggu, yakni sistem kunci lensa kit bawaan yang mewajibkan untuk membukanya terlebih dahulu sebelum membidik dengan leluasa. Anda perlu menekan tombol kunci yang ada pada lensa kit, diiringi dengan memutar lensa untuk membidik. Anda perlu melakukan hal tersebut, sehingga bidikkan akan menjadi lebih leluasa dan hal itu juga dikarenakan perintah sistem.



Tombol-tombol pengaturan layaknya kamera DSLR disusun rapih dalam tampilan mungil Canon M6. Anda bisa menemukan tombol untuk penyetelan Av, Tv. P dan mode film manual sehingga bisa mengendalikan ISO, white balance, metode AF, metering, mode drive. Pada mode M, juga dapat diatur untuk mengendalikan kecepatan rana atau aperture.

Konektivitas


Selain menyediakan konektivitas fisik, seperti lubang konekto mini USB, serta MIC untuk urusan Audio visual. Anda juga bisa memanfaatkan konektivitas nirkabel berbasis WiFi untuk ngambil hasil jepretan secara langsung dari tablet atau smartphone. Sistem menghubungkannya pun tidak terlalu rumit, Anda cukup mengaktifkan koneksi ini dengan menekan tombol berlogo WiFi yang ada pada sisi bodi. Kemudian aktifkan pencarian WiFI perangkat mobile Anda untuk menghubungkannya, namun perlu diingat setiap menghubungkan perangkat ada password yang perlu disinkronkan dalam tablet atau smartphone tadi.



Koneksi ini pun akan menginformasikan kata sandi tersebut sebelum menghubungkan perangkat. Namun sebelumnya, Anda akan dipinta oleh sistem untuk melakukan transfer file ini untuk perangkat smartphone, tablet atau PC. Pengambilan gambar dalam kamera akan lebih mudah bila Anda memasang aplikasi Canon Image dari Play Store untuk Android, maupun dari Apps Store untuk perangkat berbasis iOS. Sambungkan dan download setiap image yang perlu diambil.

Performa 

Canon M6 dibekali dengan lensa sensor 24MP, lengkap dengan beragam pengaturan untuk banyak mode pemotretan. Jika tidak ingin direpotkan dengan pengaturan manual, Anda bisa memanfaatkan sistem otomatis. Namun perlu diingat, dalam pengaturan sistem otomatis terutama mengaktifkan Auto ISO, Anda tidak akan bisa mengatur kecepatan tembakan/ shutter speed. Hal ini bisa Anda lakukan dalam mode manual, untuk langsung memilih kecepatan rana tembakan tersebut. Hasil auto focus sangat baik, hal itu bisa ditunjukkan ketika kami manfaatkan dalam mode pengambilan macro.



Berbicara mengenai hasil gambar, Canon M6 memang cukup baik menampilkan detail foto. Meski kami nilai bahwa hasil jepretannya dalam beberapa kondisi masih kurang begitu terang. Dibandingkan dengan kamera Sony Alpha yang sempat kami coba beberapa waktu lalu, tentu detail dan warna sedikit berbeda jauh. Canon kurang mampu menghasilkan penerangan yang baik dan detail warna serta tekstur gambar obyek sedikit berkurang bila dibandingkan kompetitornya. Namun sejauh ini, kami puas menggunakannya karena sudah mampu mengakomodasi kebutuhan fotografi maupun videografi secara mobile.



Namun seperti kami sebutkan sebelumnya, Canon M6 sepertinya kurang bisa dimanfaatkan untuk pengambilan gambar cepat yang penuh aksi. Butuh waktu yang cukup untuk menghasilkan gambar yang baik. Selebihnya, Anda akan mendapatkan kepuasan seni fotografi mobile yang sangat nyaman dan baik, terutam dalam pemanfaatan maksimal fitur fokus.

LCD Monitor


Seperti halnya kamera mirrorless yang ada, Anda takkan  pernah disajikan dengan viewfinder atau jendela bidik yang bisa dimanfaatkan melihat obyek sebelum menangkap gambar. Namun, Anda bisa memanfaatkan LCD monitor yang ada padanya untuk menjelaskan obyek di depan, serta hasil setelah pemotretan.



Canon M6 dibekali dengan LCD berukuran 3 inci. Ukuran yang bisa dibilang sudah lebih dari cukup sebagai pengganti viewfinder maupun melihat hasil potretan sementara. Pasalnya, LCD ini bisa diputar hingga sudut 180 derajat, sehingga Anda bisa memotret diri sendiri dari depan layaknya memotret dari dengan smartphone.



Kemampuan rotasi LCD yang bisa diputar hingga 180 derajat, tentu memberikan banyak manfaat. Anda bukan hanya bisa berfoto selfie, namun untuk melakukan videografi pun sudah sangat membantu. Hal ini tentu cocok bagi seorang youtuber atau vlogger, Anda takkan kehilangan resolusi besar serta manfaat dari sebuah perangkat yang memang dikhususkan untuk kamera saja. Selain bisa diputar, LCD ini juga mendukung sistem touchscreen sehingga tidak begitu terlalu kaku dengan hanya mengandalkan tombol yang ada.

Value For Money

Jika melihat hasil jepretan dan fleksibilitas perangkat yang mudah dibawa kemanapun, sepertinya Canon EOS M6 masih baik untuk direkomendasikan bagi pecinta fotografi mobile. Memudahkan pergerakan untuk berpindah kesuatu tempat, serta tidak merepotkan untuk dibawa kemanapun. Terlebih, lensanya bisa diganti dalam beragam ukuran secara langsung. Namun jika menilik dari harga yang dibanderol IDR10 jutaan, tentu rasanya sayang jika tak langsung membeli kamera profesional DSLR yang lebih memiliki nilai dan hasil yang sangat baik. Terlebih bagi para pekerja foto.