ArenaLTE.com - Akhir tahun 2017 ini, Nokia akan memperkenalkan teknologi 4,9G. Teknologi 4,9G Nokia ini diyakini mampu meningkatkan kinerja jaringan operator sekaligus mempersiapkan infrastruktur menuju 5G.
 
Teknologi 4,9G Nokia ini diantaranya yaitu AirScale massive MIMO Adaptive Antenna yang merupakan suatu batu loncatan dalam teknologi 5G, yang mendorong peningkatan kapasitas untuk pemanfaatan di kota-kota besar.
 
MIMO Adaptive Antenna 4,9G akan meningkatkan kapasitas cell hingga lima kali lipat, sementara Pro AirScale Micro Remote Radio Head (RRH) 4,5G baru akan memungkinkan operator untuk memperoleh manfaat dari spektrum yang tidak berlisensi guna mencapai kecepatan Gigabit.
 
Rangkaian AirScale Active Antennas akan melengkapi Radio Antenna System komersial Nokia yang telah ada saat ini. Selain AirScale massive MIMO Adaptive Antenna, AirScale Compact Active Antenna akan menghadirkan sebuah solusi situs yang lebih sederhana yang  dapat meningkatkan kinerja dan menghemat biaya operator.
 
Nokia juga akan mewujudkan kecepatan data Pro Gigabit 4,5G menjadi kenyataan bagi para operator yang memiliki blok spektrum yang terbatas dan berbeda-beda. Sekaligus memungkinkan mereka untuk merapatkan jaringan dengan peluncuran komersial dari AirScale Micro Remote Radio Head (RRH) yang baru. Hal ini akan memungkinkan situs-situs makro untuk memanfaatkan spekturm tanpa lisensi dengan Licensed Assisted Access (LAA).
 
Seiring dengan berkembangnya kota-kota dan populasi dunia yang semakin urban, para operator perlu segera merapatkan jaringan-jaringan di lokasi-lokasi perkotaan, sekaligus  mengurangi biaya operasional dan emisi CO2.
 
Nokia juga memperkenalkan peningkatan pada AirScale base station yang akan memungkinkan para operator untuk melakukan perapatan jaringan tersebut dengan footprint yang sangat padat, sekaligus mengurangi biaya operasional hingga 40 persen. 
 
Head radio AirScale jarak jauh multiband baru ini mencakup contoh triple-band pertama di dunia, dan Nokia pun meluncurkan varian-varian frekuensi yang baru. Nokia Zero Emission 3.0 akan mengurangi konsumsi energi operator hingga 50 persen dengan menggunakan fitur hardware dan software baru.
 
Frank Weyerich, Head of Mobile Networks Products di Nokia, dalam keterangan resminya mengungkapkan jika kehadiran teknologi 4,89G Nokia memungkinkan para operator untuk meningkatkan kapasitas jaringan di mana pun dan kapan pun dibutuhkan.
 
Fitur yang dihadirkan dapat memaksimalkan sumber daya yang dimilikioperator, mempercepat waktu pemanfaatan, serta mengurangi energi dan biaya, terutama di lokasi-lokasi dengan populasi terpadat.
 
“Kami mewujudkan 4,5G Pro menjadi kenyataan yang bersifat komersial saat ini dan bekerja sama dengan para konsumen untuk berinovasi guna menghadirkan solusi-solusi bagi perapatan jaringan mereka dan tantangan-tantangan evolusi di jaringan 4,9G dan seterusnya,” pungkasnya.