ArenaLTE.com - Meski belum mewabah dan akrab dengan aktivitas harian kita, tapi smartwatch lambat laun mulai menyentuh kita, memperkenalkan diri sebagai teknologi baru yang bermanfaat. Moto 360 2nd Gen adalah contoh betapa Indonesia pun mulai jadi target market dari smartwatch.

Sekedar gambaran saja, Gartner mencatat setidaknya akan ada penjualan sekitar 274,6 juta unit wearable device di seluruh dunia tahun ini. Smartwatch memiliki potensi pendapatan terbesar dibanding wearable device lain, meski tingkat adopsinya masih tetap ada di bawah penjualan smartphone. Yuk, jadi yang pertama mengakrabi smartwatch salah satunya dengan membaca review Moto 360 2nd Gen dari ArenaLTE berikut.

Desain dan Display


moto-360-8-compressor (1)Moto 360 generasi awal mempunyai sejarah cukup positif, bahkan salah satu pemimpin di antara Android Wear lain. Tak berlebihan kalau Motorola bersemangat merilis suksesornya yang bernama Moto 360 2nd Gen. Secara keseluruhan, sang penerus ini memiliki banyak kesamaan dengan pendahulunya. Tapi ada beberapa perubahan kunci yang membuatnya lebih impresif dari Moto 360 original.

Salah satu alasan kenapa Moto 260 lebih sukses ketimbang smartwatch Android Wear lain adalah karena bentuknya yang bulat. Tampilannya jadi terlihat atraktif, premium dan lebih memiliki sentuhan jam tangan ‘betulan’. Inilah kenapa Moto 360 2nd Gen tetap mempertahankan desain membulat.

Bedanya model baru dan versi lawas yakni Moto 360 2nd Gen tersedia dalam lima varian berbeda. Empat versi diperuntukkan buat kaum adam, sementara satu varian menyasar kaum hawa. Pilihan strap-nya pun bervariasi mulai dari bahan kulit atau logam. Kebetulan sampel review yang diterima ArenaLTE menggunakan strap kulit berwarna coklat.

Saat dipakai di pergelangan strap kulitnya terasa nyaman, mudah dikenakan dan bisa dicopot dengan mudah. Tapi saya punya sedikit unek-unek dengan strap kulit seperti ini. Jika kita sering pasang copot di pergelangan ada bagian strap yang memunculkan bekas-bekas tekukan. Menurut saya, umur strap kulit seperti ini tak bakal lama. Oh ya, strap pada jam ini mudah digonta-ganti kok jadi kalau rusak kita tinggal beli baru dan pasang lagi.

Sebenarnya smartwatch ini agak bongsor. Tapi kita harus realistis karena dengan begitu semua komponen yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah jam cerdas bisa masuk dalam gadget ini. Tampilan depan ternyata tidak ‘clean’ seperti jam pada umumnya, karena ada sedikit bar hitam menyelip di sudut bawah. Ternyata untuk menempatkan ambient light sensor buat mode auto brightness. Di sudut kanan atas ada tombol khusus yang memiliki beberapa fungsi sekaligus.

Bagian layarnya disuntik dengan panel IPS LCD 1,37 inci yang sudah pas buat memancarkan gambar jam dan konten di dalamnya. Kerapatan pikselnya pun relatif memadai pada 263ppi sehingga konten gamabr dan fontasi yang tertampil terlihat tajam dan detil.

Oh ya, di bawah sinar matahari kalian tak perlu kuatir karena layarnya sangat cerah sehingga gambar yang tertampil tetap optimal. Reaksi touchscreen-nya cukup bagus dalam merespon sentuhan jari. Tapi ada kalanya tak mau menerima perintah kalau kita terlalu lembut menyapukan atau menyentuhkan jari.

Aspek seru lain dari jam tangan ini adalah sudah mengantongi sertifikasi IP67 yang membuatnya jadi tahan air. Tapi lagi-lagi, karena varian yang kita uji menggunakan strap kulit, kita harus berhati-hati dengan air.

Antarmuka Moto 360 2nd gen


moto-360-5-compressor

Antarmukanya pun cukup nyaman dengan banyak opsi ‘muka’ atau watch face yang bisa dipilih sesuai selera. Bahkan kalian bisa memilih gambar pilihan pada background-nya dengan custom watch face designer. Smartwatch ini juga menanamkan fitur menarik bernama Moto Body app. Berisi bermacam fitur kesehatan dan penunjang kebugaran seperti hitungan langkah dan heart rate. Sensor di bodi bawah jam pintar ini bisa membaca denyut nadi lho.

Dengan sapuan jari ke atas, bawah, kiri dan kanan kita bisa melakukan banyak hal pada jam tangan ini. Misalnya menarik layar dari atas ke bawah  akan memunculkan notifikasi. Untuk membuka card atau konten kita bisa menyapukan layar dari bawah ke atas. Kita bisa mempelajarinya sendiri kok, mudah tapi mengasyikkan.

Lebih dari itu, terkait dukungan Google yang sekarang sudah bisa mendeteksi Bahasa Indonesia, Moto 360 2nd Gen menjadi lebih nyaman dan menyenangkan dipakai. Kita tinggal ucapkan ‘OK Google’ saat layar aktif, maka akan muncul opsi perintah suara. Perintahkan apa saja mulai dari navigasi ke lokasi tujuan, browsing berita, menanyakan cuaca semua bisa dilakukan jam tangan ini.

Tapi harap maklum kalau perintah kita kadang-kadang meleset dan salah diterjemahkan oleh si ‘OK Google’. Selain itu, supaya bisa memanfaatkan fitur ini, kalian harus tersambung ke internet. Jika via Bluetooth maka ponsel yang terkoneksi dengan Moto 360 2nd Gen harus aktif layanan data-nya. Atau bisa juga kalian memanfaatkan Wi-Fi

Spesifikasi dan Performa


Moto 360 2nd Gen berjalan di atas Android Wear 5.1.1 alias sudah mengalami peningkatan dari versi pendahulunya. Beberapa fitur kunci dalam sistem operasi baru ini antara lain wrist-flick navigation guna berpindah antar notifikasi dan card menggunakan goyangan pergelangan. Ada juga cinema mode yang bisa mencegah layar berpindah sendiri.

Informasi seputar baterai dan status storage dari smartwatch ini pun sudah mengalami perbaikan. Aplikasi Android Wear sendiri memungkinkan kalian mengontrol semua aktivitas atau fungsi dari jam menggunakan ponsel.

Soal dapur pacunya, Moto 360 2nd Gen sudah memperlihatkan peningkatan signifikan dan perbaikan performa. Chipset smartwatch ini mengandalkan Qualcomm Snapdragon 400 yang memiliki clockspeed 1.2GHz. Sebelumnya, Moto 360 generasi awal menggunakan chipset besutan Texas Instruments. So, perbedaannya terasa sekali.

Kini nyaris tak ada lag yang mengganggu aktivitas smartwatch ini. Oh ya, chipset yang dibenamkan dalam Moto 360 2nd Gen ini sebenarnya bisa ditemukan di smartphone murah menengah tiga tahun lalu. Jadi cukup powerful mempersenjatai Android Wear yang memiliki RAM 512MB dan memori internal 4GB ini.

Soal konektivitas, Moto 360 2nd Gen dibenami dengan Bluetooth 4.0 dan Wi-Fi. Tapi harap diingat, smartphone yang bisa terhubung dengan smartwatch ini harus berjalan pada platform Android dnean versi 4.3 ke atas.

Soal pengecasan, Moto 360 2nd Gen dirancang secara praktis dimana kamu cukup mendudukkannya di charger khusus wireless charging berbentuk dok. Kini sudah memiliki kabel USB yang bisa dicopot. Pengecasan smartwatch ini cukup cepat lho, baterainya yang berkapasitas 300mAh bisa langsung penuh hanya dalam dua jam. Tapi sayang, baterainya hanya mampu bertahan 1,5 harian buat aktivitas normal.

Value for Money


Moto 360 2nd Gen adalah jam tangan pintar yang bisa menggantikan jam tangan lama kalian. Selain bisa bertindak sebagai jam biasa, berbagai fitur di dalamnya sangat bermanfaat mulai dari dukungan penunjang kebugaran dan bisa menjadi asisten pribadi tanpa harus repot-repot lagi memegang ponsel terus menerus. Secara tampilan terlihat atraktif dan mewah.

Sayang, harga jualnya termasuk masih mahal untuk ukuran sebuah jam tangan. Lebih dari itu, baterai Moto 360 2nd Gen tidak bisa diandalkan karena kita harus rajin mengecasnya dua hari sekali. Sehingga tanpa berbekal charger kita yang memiliki mobilitas tinggi bakal kerepotan.