ArenaLTE.com -  Bertepatan dengan perayaan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2016, Startup anak bangsa meluncurkan sebuah marketplace pertama yang berfokus menghubungkan pengrajin batik dan tenun dengan pembeli di seluruh Indonesia melalui Kravasia.com.

Batik dan tenun merupakan salah satu potensi terbesar ekonomi di Indonesia yang dimotori oleh para pengrajin lokal. Terbukti pada tahun 2015, batik, tenun dan kerajinan daerah juga telah ikut mendorong pertumbuhan Industri kreatif mencapai Rp 642 trilliun atau 7.1 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Akan tetapi pertumbuhan industri batik, tenun dan kerajinan Indonesia belum optimal dikarenakan keterbatasan pengrajin lokal mengenai akses informasi, teknologi serta promosi produk.

Sengaja diluncurkan pada Hari Batik Nasional, Kravasia didirikan September 2016 oleh dua orang alumni FEB-UI Maulana Muhammad dan Ignasius Ryan Hasim dengan pengalaman kerja di bidang teknologi dan bisnis.

Kravasia menciptakan teknologi untuk dapat membantu setiap pengrajin lokal mengembangkan bisnisnya secara online melalui kravasia.com seperti display produk secara digital, dukungan promosi online, serta pendampingan usaha lain seperti edukasi desain produk, layanan pemotretan produk, manajemen penyimpanan, serta layanan pengiriman ke luar negeri.

Kravasia.com Batik IndonesiaMaulana Muhammad, Co-founder dan CEO PT. Kravasia Budaya Indonesia dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa didukung oleh perkembangan teknologi yang sangat pesat, kami berharap dengan didirikannya Kravasia, kami dapat ikut memberdayakan industri ekonomi kreatif di Indonesia lewat pengembangan bisnis pengrajin dan memberikan pengalaman belanja batik dan tenun online terbaik kepada customer.

Melalui situs Kravasia.com, customer dapat berbelanja dengan melihat koleksi batik terlengkap dari pengrajin ataupun brand batik yang ada di Indonesia, mulai kemeja dan dress formal hingga batik casual dan produk-produk batik lainnya. Berbeda dengan situs lain yang juga menjual batik, Kravasia melakukan kurasi ketat untuk memastikan kualitas produk yang akan didaftarkan di kravasia.com.

Ignasius Ryan Hasim, Co-founder dan COO PT. Kravasia Budaya Indonesia menyebutkan bahwa berdasarkan hasil kunjungan dan diskusi dengan para pengerajin batik di Jawa Tengah terungkap bahwa   permasalahan yang dihadapi para pengerajin batik adalah kesulitan mengembangkan bisnis online karena keterbatasan akses informasi dan promosi produk yang tidak memadai.

“Permasalahan inilah yang ingin diselesaikan dan mulai hari ini, ribuan produk batik dan tenun dari seluruh pengrajin lokal telah tersedia di Kravasia.com”, tegas Ignasius.

Kravasia juga menawarkan fitur spesial seperti pengembalian gratis, gratis pengiriman, dan pengemasan eksklusif untuk pemesanan sebagai hadiah sebagai nilai tambah bagi customer untuk dapat berbelanja batik di kravasia.com.

Dalam jangka waktu 2 tahun, Kravasia mempunyai misi untuk menjadi pusat batik, tenun dan kerajinan tangan yang terbesar di Asia. Untuk mencapai hal tersebut, Kravasia terus melakukan pengembangan fitur untuk memudahkan para pengrajin lokal dalam berjualan di Kravasia.com seperti pengembangan seller center dan peluncuran mobile app.

Selain itu Kravasia akan terus melengkapi seluruh produk kerajinan dari seluruh indonesia dengan mengadakan pelatihan pengrajin dan pendampingan usaha di setiap daerah di Indonesia.