ArenaLTE.com -

ArenaLTE.com - Menghadirkan konten layanan eksklusif dari Sepak Bola dunia, operator Indosat menggandeng langsung tiga klub Sepak Bola Eropa, seperti Fans Club (FC) Internazionale Milano (Inter Milan), Arsenal FC, dan FC Barcelona.

"Kami sangat bangga dapat menjalin kerjasama dengan klub Sepak Bola besar mewakili klub Sepak bole dari liga italia, spanyol, dan Inggris," jelas Alexander Rusli, Presiden Direktur dan CEO Indosat di Jakarta (31/8/2015).

Tarif Layanan Bola Indosat

Indosat mengungkapkan bahwa akan menyediakan berbagai macam konten tentang tiga klub Sepak Bola besar dunia, untuk pecintanya di Indonesia.

Akan ada sajian untul menikmati layanan konten eksklusif, seperti informasi tim dan individu pemain, video ekslusif, serta kesempatan memenangkan tiket untuk melihat pertandingan live klub.

Selain hal tersebut, dijelaskan juga bagi pelanggan layanan bahwa konten VAS ini juga akan menyediakan baranga-barang merchandise. Khusus dari masing-masing klub.

Untuk tarif layanan, pelanggan dijelaskan bahwa bisa menikmati layanan konten dari tiga klub tersebut dengan cara mengetik dial nomor *123*810#, kemudian lanjut memilih menu yang ada dengan biaya berlangganan mulai dari Rp. 2 ribu‎.

Selain mengetikkan nomor dial tersebut, pengguna dijelaskan juga bisa mendaftarkannya dengan cara mengirim SMS berisikan pesan REG(spasi)Nama Klub kemudian kirim ke nomor 99456.

Sebagai bagian dari Ooredoo, Indosat diungkapkan juga dapat menikmati kerjasama yang telah dilakukan Ooredoo dengan klub sepakbola Paris Saint-German (PSG) yang diketahui mewakili liga Prancis.

Bisnis VAS

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua ATSI (Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia) ini mengungkapkan program tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menggenjot bisnis VAS (value added services)  yang sesuai dengan pasar telekomunikasi Indonesia. Karena hal tersebut seiring dengan pertumbuhan featured phone di Tanah Air yang masih besar saat ini.

"Indonesia ini salah satu negara yang bisnis VAS masih diminati orang. Hal itu juga ada korelasinya dengan banyaknya orang yang menggunakan featured phone. Kita ketahui saat ini ponsel dasar tersebut masih 70 persen, bahkan di daerah tertentu ada yang sampai 80 persen," jelas Alex Rusli.