ArenaLTE.com - Sudah jadi karakteristik manusia untuk selalu terus mencari pengetahuan atau informasi untuk memperbaiki situasi di mana mereka berada. Seperti misalnya jika kita tinggal di kota yang ramai, kita ingin mengetahui rute terbaik untuk menghindari terjebak kemacetan.

Dan ketika ada orang mencurigakan memasuki ruangan, sebagian pikiran kita akan melacaknya secara otomatis. Perilaku ini dikenal sebagai kesadaran situasional, dan ini adalah sifat alami kedua dari kebanyakan orang.

“Akan tetapi ketika orang menggunakan IT, secara mengejutkan, perilaku ini tidak dilakukan. Mereka mengklik tautan yang meragukan tanpa berpikir dua kali, membuka file yang tidak mereka kenal, dan terhubung ke jaringan nirkabel yang tidak mereka kenal,” kata Edwin Lim, Regional Director Fortinet Indonesia. 

“Jika orang bisa lebih sadar situasi dalam menangani perangkat komputer mereka, mereka dan organisasi tempat mereka bekerja akan berkurang risikonya menjadi korban ancaman siber,” ujarnya. 

Oleh karena itu, Fortinet penyedia solusi keamanan siber baru-baru ini membagikan saran kepada para pemimpin IT di Asia Pasifik untuk mengasah keterampilan mereka akan kesadaran situasional agar dapat mempertahankan organisasi mereka dengan lebih baik terhadap ancaman dunia siber. 

Kesadaran situasi di lingkungan perusahaan IT dimulai dengan memahami prioritas, risiko, dan ancaman bisnis organisasi. Para pemimpin IT harus mampu merumuskan masalah yang mereka hadapi untuk tujuan bisnis jangka pendek dan jangka panjang, memiliki pandangan yang jelas tentang organisasi dan teknologi, dan dapat menetapkan kebijakan serta tata kelola untuk setiap orang yang berhubungan dengan data perusahaan.



Untuk mencapai kesadaran akan ancaman dunia siber, Fortinet menyarankan para pemimpin IT di Asia Pasifik untuk fokus pada empat tolak ukur utama:

Misi dan Tujuan Bisnis

Pahami misi bisnis organisasi, lalu selaraskan dengan proses dan sumber daya yang ada untuk mewujudkan misi itu. Perusahaan harus memahami jenis data yang digunakan dan hasilnya, dan seberapa banyak proses yang menggunakan data ini secara tumpang tindih dengan tim lain saat mereka mempelajari dan mendokumentasikan proses ini.

Aset Dunia Siber

Pahami dan buat katalog semua aset di jaringan organisasi, beserta setiap kerentanan yang mungkin mereka miliki. Kenali profil mereka, seperti sistem operasi (OS) dan versi apa yang dipasang, aplikasi apa yang ada pada perangkat itu, dan data apa yang disimpannya.

Infrastruktur Jaringan

Semua perangkat terhubung, ini berarti kita perlu memahami bagaimana dan untuk apa mereka terhubung. Organisasi harus berusaha keras untuk memahami topologi mereka karena para penjahat dunia siber menghabiskan banyak waktu dan sumber daya untuk mempelajarinya agar dapat memanfaatkan kerentanan dalam sistem.  

Ancaman Dunia Siber

Pahami kemampuan dan taktik para pelaku ancaman yang menargetkan organisasi Anda. Pelaku ancaman termasuk mata-mata dunia siber yang didukung pemerintah, kejahatan terorganisir, para aktivis hacker, ancaman orang dalam, hacker yang oportunis, dan kesalahan pengguna internal. Organisasi perlu mengetahui pelaku ancaman mana yang paling mungkin untuk difokuskan dalam mencuri data yang ada dalam jaringan.