ArenaLTE.com - Ransomeware AES-NI adalah ransomeware jenis trojan yang saat ini tercatat paling tinggi dalam tingkat penyerangan. Meski banyak perkiraan bahwa pencipta software jahat ini melakukannya dengan sistem remote desktop protokol, namun perkembangannya semakin banya varian.

Versi pertama Ransomware AES-NI, dikenali sebagai Win32/Filecoder.AESNI.A, dikenal dunia pada Desember 2016. Untungnya, untuk varian ini beberapa kunci utama dekripsinya sudah disebarkan secara umum. Kemudian, pengembang Ransomware AES-NI merilis varian kedua Win32/Filecoder.AESNI.B dan varian ketiga yang didetesi ESET sebagai  Win32/Filecoder.AESNI.C.

Meskipun tidak semasif WannaCry, Ransomware AES-NI termasuk salah satu yang ditakuti di dunia digital. Peneliti ESET yang baru saja selesai menggarap decryptor untuk Ransowmare Crysis tidak tinggal diam, dibuatlah anti tesis AES-NI, sebuah decryptor baru untuk memulihkan file terinfeksi.
 
Baca juga :
Cara Gampang Amankan Infeksi Ransomeware Wannacry
Serangan Ransomeware Wannacry Berawal dari Telkomsel

Ransomware AES-NI B dan AES-NI C berhasil ditaklukan tak lama setelah master key untuk Ransomware AES-NI dipublikasikan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ESET menyusun formula yang membuahkan alat dekripsi sebagai antidot AES-NI.

Tool besutan ESET berfungsi mendekripsi setiap file yang dienkripsi oleh kunci RSA offline yang digunakan oleh ransomware, sehingga semua file yang memiliki ekstensi tambahan .aes256, .aes_ni, dan .aes_ni_0day dapat dipulihkan kembali seperti sediakala. Begitu pun file yang terinfeksi oleh AES-NI varian C dengan ekstensi