ArenaLTE.com - Di tengah serunya perlombaan smartphone layar lipat di awal tahun ini, Samsung membuat gebrakan dengan menjadi yang pertama merilis smartphone layar lipat ke pasar. Smartphone yang menjadi penanda era baru di industry ponsel cerdas ini dinamakan Galaxy Fold.
 
Banyak orang berdecak kagum dengan kehadiran Galaxy Fold. Akhirnya, setelah tak pernah terpikirkan bahwa layar sebuah smartphone bisa ditekuk, kini menjadi kenyataan. Bahkan Samsung mengklaim, layar lipat Galaxy Fold ini sudah melalui proses tekuk-buka hingga 300 ribu kali, dan tetap utuh tanpa kerusakan.
 
Namun, di tengah euphoria kehadiran smartphone layar lipat, kabar buruk pun datang. Sejumlah pihak yang berkesempatan menjajal dan mencoba ketangguhan si layar lipat, ternyata ditemukan beberapa kelemahan. Layar lipat yang digadang-gadang sudah cukup luwes dan tangguh untuk dibuka tutup, ternyata cepat rusak. Mulai dari kemasukan serpihan yang mengganggu mekanisme lipat, hingga retakan kecil yang muncul di layar.
 
Samsung merespon hasil uji coba itu dengan menarik kembali dan membatalkan peluncuran Galaxy Fold. Lantas, kenapa Samsung seperti “memaksakan” kehadiran Galaxy Fold? Ternyata, CEO Samsung sendiri yang memaksa Galaxy Fold hadir di pasar, sebelum smartphone itu benar-benar siap. Seperti dikutip The Independent, DJ Koh, co-CEO Samsung, mengakui, dialah yang memaksa Galaxy Fold muncul di pasar secara premature. “Memang memalukan,” ujar Koh kepada sejumlah media.
 
Menyusul pembatalan peredaran Galaxy Fold, Samsung bergegas melakukan kaji ulang dan memperbaiki kelemahan seri tersebut. Koh mengungkapan, saat ini Samsung melakukan uji coba terhadap 2000 unit Galaxy Fold, dan mengaku pihaknya sudah menemukan masalahnya di mana. “Saat ini kami sedang dalam proses recovery,” katanya.
 
Tapi Koh tidak menyebutkan, atau memberi perkiraan, kapan kira-kira proses recovery itu selesai, dan kapan Galaxy Fold benar-benar siap dipasarkan. “Beri kami sedikit waktu lagi,” ujar Koh menjawab soal itu, sembari menambahkan, saat ini smartphone andalan tersebut belum benar-benar siap. Agaknya, Koh tak mau mengulangi kesalahan yang sama. 
 
Samsung sendiri menolak rumor yang menyebutkan, Galaxy Fold akan siap dipasarkan pada Juli ini. “Belum ada kemajuan sejak penundaan (April) lalu), ujar salah seorang staf Samsung. Tapi spekulasi lain muncul, menyusul dibantahnya waktu rilis pada Juli ini. Dikabarkan, Galaxy Fold akan siap pada Agustus mendatang, dan peluncurannya bakal (hampir) bersamaan dengan Galaxy Note 10.
 
Nampaknya, smartphone layar lipat masih butuh pengembangan yang lebih matang lagi. Sebab, nyatanya bukan hanya Samsung yang belum siap. Huawei juga dikabarkan memperpanjang masa persiapan peluncuran seri layar lipatnya, Mate X, hingga September mendatang.