ArenaLTE.com - Sejak dirilis pada akhir tahun lalu hingga sekarang, Vivo Y19 masih jadi andalan Vivo untuk bertarung di kelas mid-range. Terutama untuk pengguna dari kalangan muda.  Seri Y memang dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan kaum muda, yang kepingin punya smartphone dengan spesifikasi dan kemampuan bagus dan bisa diandalkan, namun harganya cocok dengan bujet di kantong. 
 
Seri ini merupakan pengembangan dari seri Y17. Sebagai pengembangan, beberapa aspek mengalami upgrade untuk menjadikannya lebih powerfull. Melihat spesifikasinya, seri Y19 ini bisa jadi salah satu pilihan menarik untuk kelas mid-range. Tapi sebelum memutuskan merogoh kantong untuk membelanjakan uang sebanyak Rp3.199 juta, sebaiknya cermati dulu kelebihan dan kekurangannya pada spesifikasi dan fitur unggulan –sebelum nanti menyesal.
 

DESAIN



Plus:

Desain dan tampilan yang cukup menawan dan trendy. Back cover plastic yang diberi sentuhan glossy pada permukaannya untuk memunculkan efek kaca. Dipadu dengan pewarnaan gradasi serta efek pantulan cahaya dengan pola meliuk. Tampilannya cocok dengan selera kaum muda.
 
Ergonomis. Ukuran dan bobot body dirancang pas dengan ukuran genggaman tangan. Tak terasa berat di tangan, lebar body yang pas dengan genggaman jari agar tak mudah tergelincir dari tangan. Ditambah dengan bagian sisi belakang yang melengkung, mengikuti kontur telapak tangan. Ukuran yang masih enak dan mudah diselipkan di kantong celana.
 
Minus:
Panel depan menggunakan layar 2.5D, yang membuatnya tidak rata dengan frame. Sebenarnya desain seperti ini lagi trend digunakan pada smartphone-smartphone terkini. Hanya saja, beberapa ada yang kurang sempurna menerapkannya. Pinggiran panel depan yang menonjol ini terasa agak tajam, sehingga mengurangi kenyamanan ketika digenggam. Vivo Y19 adalah salah satu yang punya pinggiran layar yang terasa agak tajam itu.
 
Pilihan warna yang cuma dua (magnetic black dan spring white). Untuk hape yang ditujukan bagi kalangan muda, semestinya lebih banyak pilihan warna.
 

DISPLAY



Plus:

Ukuran layarnya cukup luas (6.53 inchi) dengan bezel tipis di sekelilingnya. Termasuk bezel bawah (dagu) yang termasuk tipis di kelasnya. Ini yang memberikan komposisi layar terhadap ukuran body cukup maksimal (90.3%). Komposisi ini cukup ideal untuk menampilkan tayangan video dan game.
 
Resolusi layar yang lumayan tinggi, FullHD+ (1080 x 2340 pixels). Resolusi seperti ini sudah ideal untuk menyajikan tayangan video yang tajam dan halus. Maupun ketika menyajikan game.
 
Minus:
Vivo tak memberikan informasi mengenai pelindung layar. Semestinya untuk smartphone sekelas Y19 ini, standar sudah memiliki pelindung Gorilla Glass 3. Mudah-mudahan saja memang sudah diberi pelindung setara itu. Namun karena tak ada informasi, sebaiknya pasang lapisan pelindung screen. 
 

KAMERA



Plus:

Untuk hape sekelas Y19, konfigurasi triple kamera di belakang sudah cukup memuaskan. Meskipun besaran kamera (utama) termasuk standar (16 Mpix + 8 Mpix + 2 Mpix). Konfigurasi kamera ultrawide wide, depth sensor dan macro, memberikan hasil foto dengan sudut tangkap lebih luas dan memiliki kedalaman ruang.
 
Kinerja kamera paling optimal ketika dipakai memotret di suasana siang hari dengan cahaya (matahari) berlimpah. Hasil fotonya terlihat tajam dengan aspek pewarnaan yang menonjolkan warna-warna dominan –meskipun di lain sisi jadi sedikit kurang natural.
 
Sepertinya Y19 dirancang lebih menitik beratkan fungsi foto selfie. Selain besaran kamera yang termasuk tinggi di kelasnya untuk kamera selfie (16 Mpix), beberapa fitur menarik juga disertakan di sini. Hasil foto (selfie) tanpa menggunakan efek sebenarnya sudah cukup bagus, terlihat tajam dan cerah –meski nampak warna magenta lebih mendominasi yang membuat kulit kelihatan bernuansa merah.
 
Fitur pelengkap selfie juga jadi hal menarik di hape ini. Ada Pose Master, yang fungsinya memberi panduan berpose menarik (untuk selfie) –pengguna tinggal mengikuti patron pilihan yang muncul di layar. Pilihan patron pose cukup banyak. Kedua, teknologi AI yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan dan membuat wajah lebih kinclong –catatannya, jangan terlalu berlebihan sehingga membuat wajah Anda tampak aneh.


 
Minus:
Meski disebutkan kamera utama memiliki aperture besar (f/1.8), tetapi hasil foto dalam kondisi low light tidak terlalu memuaskan. Foto pada suasana temaram (senja) terlihat pucat. Kecerahan warna yang bisa dihasilkan ketika cahaya berlimpah, seperti hilang ketika dipakai memotret dalam kondisi low light. Sehingga, efek dramatis saat sunset menjadi terlihat biasa saja.
 
Night photo (malam) juga kurang memuaskan. Kamera hanya bisa merekam area yang tersedia cahaya saja. Obyek yang agak jauh dari cahaya terlihat gelap. Mengandalkan cahaya bulan, hasil foto nampak noise dan blur.


 
Dynamic range kurang bagus. Meski memotret dalam kondisi cerah, bagian yang tak terkena cahaya (shadow) kehilangan detilnya –terlihat gelap dan sedikit kehilangan ketajaman. Apalagi ketika memotret dalam kondisi lowlight, area shadow benar-benar kehilangan detil dan penurunan warna.
 
Fokus untuk foto macro. Hanya bekerja optimal pada jarak sekitar 10 cm. Lebih dekat dari itu, focus kesulitan mengunci obyek. Sehingga, terkadang hasilnya malah focus pada latar belakang, sementara obyeknya sendiri terlihat (sedikit) blur.
 

MULTIMEDIA

Plus:
Ponsel ini dirancang untuk memberikan pengalaman bermain game yang lebih baik. Dan itu terbukti dalam pengujian. Tampilan game, luas layar dan performa cukup memuaskan. Ditambah dengan dukungan ultra game mode, yang menghentikan seluruh notifikasi ketika game sedang dijalankan –membuat gaming lebih khusyuk.
 
Ada pula fitur voice changer, untuk mengubah suara ketika ketika chatting dalam game. Ini membuat gaming jadi lebih menarik, serta bisa “menyembunyikan” identitas suara asli Anda.
 
Minus:
Kualitas audio biasa saja. Malah terkesan kurang nyaring. Kurang mendukung untuk menikmati efek suara menggelegar dalam game.
 

HARDWARE



Plus:

Sudah didukung prosesor delapan inti. Dengan dua di antaranya memiliki clock speed 2.0 GHz. Untuk ponsel kelas menengah, spesifikasi dan kemampuan CPU-nya sudah sangat memadai.
 
Varian yang dipasarkan di Indonesia didukung oleh memori 6 GB RAM dan 128 GB ROM. Juga sudah sangat memadai untuk menyokong performa yang ciamik. Ruang penyimpanan bisa diekspan dengan memori eksternal micro SDXC.
 
Minus:
Menggunakan SoC Mediatek MT6768 Helio P65 (12nm). Di pasaran, chipset ini diklaim sekelas dengan Snapdragon 665 dari Qualcomm –Chipset kelas menengah. Tetapi bagaimanapun, MediaTek merupakan brand mediocre yang kredibilitasnya masih di bawah Snapdragon.
 
Menggunakan port charging tipe lama, belum menggunaan USB tipe-C. Kekurangannya, port USB seperti ini butuh ketelitian sebelum memasang charger. Karena kalau terbalik, bisa merusak port charger. Beda dengan tipe-C yang bisa dipasang bolak-balik.
 

BATERAI



Plus:

Kapasitas besar, 5000 mAh. Menjamin pemakaian yang lama.
 
Fast charging 18W Dual Engine. Memastikan pengisian baterai dengan cepat. Fitur Reverse charging, yang memungkinkan hape ini berfungsi sebagai power bank, menyuplai kebutuhan daya bagi hape lain.
 

HARGA

Minus:
Dalam situs resmi Vivo Indonesia, masih dipasarkan dengan harga Rp3.199 juta. Level harga yang untuk saat ini agak susah bersaing dengan competitor. Harga yang pas untuk saat ini idealnya berada di angka kurang dari tiga juta rupiah.