ArenaLTE.com – Sebagai salah catu cara mendongkrak layanannya, Smartfren terus berupaya mengguyur pasar dengan smartphone super murah yang disuplai jaringan 4G LTE. Nah, seri paling ringan di kantong saat ini adalah Smartfren Andromax A yang dibanderol IDR 650 ribuan. Meski begitu, kalian harus memaklumi mutunya karena sudah barang tentu harga biasanya sebanding dengan kualitas.

Desain

smartfren-andromax-A-2-Tak perlu berpanjang lebar lagi, impresi yang saya dapat pertama saat memegang ponsel ini adalah kesan ‘murahan’. Saat menimang Andromax A, sangat terasa nuansa plastik yang membalutnya, rentan dan ringkih. Bentuknya pun terlalu sederhana kotak tanpa ada aspek menonjol sedikit pun, seperti sentuhan lis krom atau polesan di sana-sini untuk mempercantiknya.

Permukaan bodinya, baik di area depan maupun belakang sangat mudah dikotori sidik jari. Duh, jadi mesti rajin-rajin mengelapnya kalau kamu memang ingin selalu melihatnya tetap kinclong. Tapi bodi belakangnya terasa kesat jadi mengurangi resiko tergelincir dari tangan saat dipegang. Biasanya, beberapa ponsel memiliki permukaan licin sehingga mudah terjatuh dari pegangan.

Saat casing belakang dibuka, kita akan menemukan space dudukan baterai yang di pinggirnya terdapat slot micro SD, slot SIM LTE dan slot SIM card GSM. Oh ya, baterainya bersifat removable jadi bisa dibongkar pasang dengan mudah. Tapi satu hal yang membuat repot, kalian harus membuka baterai setiap ingin mengganti kartu.

Display

Andromax-ALayar Smartfren Andromax A berdimensi 4,5 inci ini mengandalkan panel IPS dengan resolusi FWVGA (480×854 piksel). Densitas pikselnya hanya 218 ppi jadi harus pasrah kalau gambar tak begitu tajam. Cenderung agak gelap saat dipakai dalam kondisi outdoor tertimpa sinar matahari langsung, padahal diklaim punya fitur Sunlight Visibility Improvement.

Dalam paket penjualan Smartfren Andromax A sudah dilapisi plastik anti gores. Ya, lumayan lah buat melindungi layar dari goresan atau baret-baret. Permasalahan yang saya temukan di smartphone ini adalah transisi layar yang sering tersendat dan respon touchscreen-nya yang kurang begitu sensitif terhadap sentuhan jari. Bahkan, hanya bisa menerima dua titik sentuhan bersamaan.

OS & Antarmuka

Smartfren Andromax A mengandalkan sistem operasi Android Lollipop 5.0.2. Sama seperti perangkat Android umumnya, tampilan dan pengelolaan relatif standar. Konsep antarmuka yang disuguhkan masih senada dengan seri Andromax lain dimana tampilan kosmetik atau ikon yang kaku dan membosankan.Display-Andromax-A

Di area homescreen alias halaman utama kita disuguhi panel yang bisa diisi dengan bermacam bermacam widget dan aplikasi. Sementara di bagian dasar halaman utama, tampak lima ikon penting termasuk ikon untuk mengakses app drawer atau halaman menu (aplikasi).

Kamera Smartfren Andromax A

Smartfren Andromax A dibekali dengan kamera 5 MP dengan autofokus dan LED flash. Di bagian depan pun mengusung resolusi kamera setara. Pengoperasian kamera tidak ribet dengan user interface nan simple. Mudah mengutak-atiknya dan tak membutuhkan waktu lama untuk diakrabi. Ada beberapa mode seperti HD, panorama, filter, auto dan lain-lain.kamera-Andromax-A

Kita bisa mengubah resolusi di bagian pengaturan mulai dari tampilan viewfinder, fitur zero shutter lag, face detection, touch focus duration, focus mode, ISO, auto exposure. Smartfren Andromax G pun bisa dipakai merekam video dengan kualitas HD 720p,  SD 480p, WVGA hingga QCIF.

Untuk memotret butuh jeda agak lama hingga beberapa detik untuk mendapatkan hasil foto dari mulai menjepret. Gambar yg dihasilkan tak terlalu memuaskan relatif buram, dihiasi noise dan tak terlalu tajam. Di lingkungan minim cahaya hasil fotonya lebih mengecewakan lagi meski sudah dibantu lampu flash. Tapi kita bisa kustomisasi foto dengan beragam fitur editing yang telah tertanam di dalamnya.

Hasil Foto:

andromax a (1) andromax a (2) andromax a (3) andromax a (4) andromax a (5) andromax a (6)

Multimedia

Buat penggila multimedia, tak banyak yang bisa diharapkan dari Smartfren Andromax A. Soalnya hanya mengantongi fasillitas multimedia standar dengan interface dan fitur biasa saja. Kalian akan menemukan pemutar musik khusus dan juga bisa menikmati player khas Android. Tersedia equalizer buat setting suara di sana-sini.

Sayangnya, output suara dari speaker eksternalnya tidak memuaskan. Cempreng dan kurang lantang. Sementara headset bawaannya pun terdengar kurang maksimal komposisi bass dan treble-nya. Selebihnya, Andromax A juga menyertakan player video dan radio FM buat melengkapi fasilitas hiburan.

Konektivitas

Konektifitas mendasar bisa ditemukan dalam Smartfren Andromax A. Bahkan, teknologi mutakhir seperti 4G LTE sudah menjadi bagian penting dalam smartphone ini. Tentu saja, akses internet super cepat bisa dinikmati dari ponsel ini, dengan catatan kualitasnya tetap tergantung pada jaringan operator.

Oh ya, Smartfren menyediakan dua slot kartu SIM dalam smartphone ini. Tapi hanya tersedia satu slot SIM khusus untuk Smartfren 4G LTE (micro SIM) dan satu slot untuk GSM/CDMA (SIM card biasa).

Smartphone ini menggunakan mode dua jaringan EVDO–GSM siaga ganda, tapi tunggal secara bersamaan. Jika CDMA menggunakan EVDO, layanan GSM tetap tersedia, tapi jika CDMA menggunakan data 1x, GSM tidak bisa dijangkau. Sebagai pelengkap tersedia jalur konektivitas seperti Wi-Fi, Bluetooth hingga GPS, tapi sayang tak didukung USB OTG.

Performa

Smartfren mempersenjatai Andromax A dengan chipset Qualcomm Snapdragon 210 yang ditunjang empat inti ber-clockspeed 1.1 GHz. Menggabungkannya dengan pengolah grafis GPU Adreno 304 serta RAM 1GB. Rasanya sangat lelet sekali pengoperasiannya, untuk membuka aplikasi membutuhkan beberapa detik.  Apalagi saat beberapa aplikasi terbuka sekaligus proses kerja menjadi semakin lambat. Serasa menunggu bertahun-tahun hanya untuk membuka kamera saja.

Smartphone ini punya memori internal 8GB yang tentu saja kurang bisa mengakomodasi kebutuhan penyimpanan. Tapi tenang saja karena Andromax A sudah ditanami dengan slot microSD. Ketika diuji dengan dengan Antutu Standard mencatatkan skor 18834. Sementara dengan Geekbench, didapat skor 229 (Single Core) dan 709 (Multi-core Score). Jadi jangan berharap memakainya untuk game berat deh. Sudah pasti kalian akan diganggu lag dan beragam aktifitas jadi tersendat-sendat.

performa-andromax-ALebih dari itu, kapasitas baterai Smartfren Andromax A termasuk kecil yakni hanya 1950mAh. Saat diuji, smartphone ini memiliki stamina yang mengecewakan karena cepat sekali habis dayanya. Tak sampai sehari, baterai langsung menyusut dan drop meski untuk browsing internet, chatting dan menjalankan game ringan.

 

Value for Money

Harga Smartfren Andromax A memang sangat murah di kisaran IDR 650 ribuan. Tapi sangat disayangkan performanya kurang memadai lantaran prosesornya begitu lelet dan kurang sigap menangani aksi multitasking dan aktivitas berat.

Kalian tak bisa berharap banyak untuk urusan material casing, fitur seperti kamera serta suguhan spesifikasi di dalamnya. Tapi setidaknya dengan merogoh kocek tak lebih dari sejuta, kalian bisa menikmati internetan via jaringan 4G LTE.