Bootstrap Slider
Home > Review > Smartphone > Review Samsung Galaxy J7 (2016): Lebih Segar Tapi Membosankan

Review Samsung Galaxy J7 (2016): Lebih Segar Tapi Membosankan

REVIEW SECTIONS

RELATED REVIEWS

Review ViVo V5 : Senjata Komplit Penggemar Selfie
Review POLYTRON PRIME 7S : Sentuhan Bergaya Dari Dalam Negeri
Huawei P9: Standar Baru Fotografi Smartphone
Review LG V20: Smartphone Serba Premium, Termasuk Harganya
Review Motorola Moto E3 Power: Murah Tapi Kurang Powerful
Review Samsung Galaxy J3 2016: Sederhana, Biasa, Tapi Ini Samsung
Review LG X Power: Smartphone  4G LTE Menengah dengan Baterai Ekstra Tangguh
Review Lenovo Vibe K5 Plus: Smartphone 4G LTE Dengan Fitur Virtual Reality
PLUS
/
  • Lampu flash di kamera depan
  • Baterai irit
  • Jepretan kamera bisa diandalkan
  • Android Marshmallow
MINUS
/
  • Resolusi layar masih HD
  • Tak didukung sensor sidik jari

TREND HARGA

EDITORS' RATING
7.4
OVERALL
DESAIN 7.5
LAYAR 7.5
KAMERA 8
MULTIMEDIA 7.5
PERFORMA 7
VALUE FOR MONEY 7
USER'S RATING
0.0
OVERALL
DESAIN 0.0
LAYAR 0.0
KAMERA 0.0
MULTIMEDIA 0.0
PERFORMA 0.0
VALUE FOR MONEY 0.0
Add User Review

ArenaLTE.com – Samsung kembali menyegarkan smartphone untuk segmen kelas menengah mereka. Dari keluarga J series, sang vendor menelurkan update terbaru lewat Samsung Galaxy J7 2016. Tentunya smartphone baru ini hadir dengan beberapa update yang lebih segar dari pendahulunya.

Asal tahu saja, Galaxy J7 2016 ini adalah salah satu smartphone kelas menengah bawah Samsung yang membubuhkan material logam dalam konstruksi bodinya. Tapi tentu saja smartphone bukan hanya sekedar tampilan bukan? Kita juga ingin menikmati spesifikasi dan fitur memadai di dalamnya. Apakah Samsung Galaxy J7 mewakili kebutuhan kita, yuk baca review-nya supaya tahu.

Desain

Galaxy-J7-desainSelama beberapa tahun, seri kelas menengah Samsung dikenal hanya menawarkan kualitas material biasa-biasa saja menggunakan bahan plastik. Kini, melalui Samsung Galaxy J7 2016, Samsung mencoba memperbaiki citra tersebut. Sang vendor memancang frame metal dalam tubuh smartphone ini supaya tampil lebih premium.

Memang terlihat kinclong dan mengkilat dengan finishing krom dan bahan bermutu nan solid dibentuk seperti potongan intan. Sayangnya, terasa kurang sempurna karena penutup bodi belakangnya masih terbuat dari plastik tipis. Meski disepuh dengan finishing lembut tapi belum bisa menyembunyikan kesan plastik yang dimilikinya.

Tipis dan riskan, tergencet sedikit saja sepertinya casing belakang ini langsung pecah. Saat dipegang, tekstur casing belakang ini terasa licin sehingga beresiko tergelincir saat dipegang. Oh ya, di situ kalian akan menemukan kamera utama, speaker dan LED flash yang dipasang berjajar. Tepat di bawah kamera terpatri logo Samsung yang diukir timbul dengan nuansa krom.

Untung saja smartphone ini bertipe removable, jadi baterainya bisa kalian copot. Dengan membuka casing belakangnya, kalian bisa mengakses dual slot SIM card dan slot microSD. Oh ya, Samsung Galaxy J7 2016 ini ternyata memiliki lampu flash yang menemani kamera depan. Bodinya sih cukup tipis dengan ketebalan hanya 7,8 mm. Sayangnya, Galaxy J7 2016 masih mengadopsi konsep desain model lama yang terlihat ketinggalan jaman.

Display

Galaxy-J7-displayTak ada perubahan berarti di area ini jika dibandingkan dengan pendahulunya Galaxy J7, tak ada yang menonjol. Gambar yang terpancar di display ini cukup cerah dengan reproduksi warna yang natural. Bisa dimaklumi karena panel yang dipakai adalah Super AMOLED.

Sementara detil dan ketajaman gambar biasa saja karena layar 5,5 inci di smartphone ini hanya disuntik dengan resolusi HD (720p). Yups, masih ada grid yang ditemukan jika kalian melihat gambar dan fontasi yang tertera secara detil. Kerapatan pikselnya sendiri memang hanya 267 ppi.

Tak ada informasi lebih jauh apakah layar smartphone ini dilindungi dengan lapisan anti gores Gorilla Glass. Samsung Galaxy J7 (2016) juga tak menawarkan konsep desain layar lengkung 2.5D yang saat ini tengah jadi trend. Tapi, sejauh ini layarnya sangat responsif terhadap sentuhan jari dan dari pengujian bisa menerima 10 titik sentuhan sekaligus.

OS & Antarmuka

J7-displayKeunggulan Samsung Galaxy J7 2016 adalah tampilan antarmuka yang atraktif dan smooth. Berkat dukungan sistem operasi Android 6.0 Marshmallow, kalian disuguhkan pergerakan layar yang nyaris tanpa gangguan dan transisi antar menu yang minim lag. Hanya saja, beberapa kali ada gangguan saat membuka aplikasi tertentu layar mendadak non aktif dan susah dibuka kembali. Harus menunggu lebih dari sekian detik.

Meski memakai platform baru, tapi tampilan antarmuka Galaxy J7 (2016) tetap akrab dengan kalangan yang sudah terbiasa dengan TouchWiz UI. Sayangnya, sebagai seri kelas menengah, kalian tidak akan menikmati beberapa fitur premium yang ada di seri flagship. Semisal fitur split screen untuk multi tasking.

Samsung Galaxy J7 2016 memiliki koleksi baru di theme store. Theme bisa mengganti ikon dan wallpaper, termasuk beberapa aplikasi Samsung (dialer, kontak, pesan) dan area notifikasi. Area halaman utama tetap seperti biasa, ada panel Briefing saat kamu sapukan layar ke kiri berisi.

Tersedia pilihan untuk mengganti grid layar mulai dari 4×4, 4×5 dan 5×5. Selain area halaman utama, ciri khas TouchWiz adalah ditanamkannya halaman khusus aplikasi atau apps drawer. Samsung kini memisahkan aplikasi bawaan Google dalam folder khusus.

Kamera

Galaxy J7 kameraKamera Samsung Galaxy J7 2016 memiliki kualitas tak jauh berbeda dengan pendahulunya. Jika ditilik-tilik, hasil jepretan kamera utamanya cukup memuaskan, masih dihiasi over eksposure. Gambar cenderung kurang natural dalam kondisi outdoor meski ketajamannya masih bisa diandalkan.

Oh ya, sama seperti Galaxy J7 versi awal, kamera depan ponsel ini juga sudah dilengkapi dengan LED flash. Sangat membantu saat dipakai untuk narsis atau melakukan foto selfie dalam kondisi minim cahaya. Jepretan yang dihasilkan terlihat lebih optimal meski kondisi ruangan gelap.

Bisa dibilang tak ada update berarti di area fotografi. Kamera utama Samsung Galaxy J7 (2016) masih mengandalkan resolusi 13MP, pilihan standar untuk kelas menengah. Kameranya pun tetap dijejali f/1.9 aperture untuk mengakomodasi pemotretan dalam kondisi minim cahaya. Di area depan pun kamera yang dipakai tetap mengusung sensor 5MP yang ditunjang lampu kilat LED flash.galaxy-j7-uicam

Soal antarmuka kamera, Samsung memberikan fasilitas yang memuaskan didukung Pro mode. Beberapa pilihan yang disediakan adalah slider untuk ISO, exposure compensation dan white balance. Di bagian Mode tertanam beberapa fitur seperti Panorama, Continuous shot, HDR, Sound & shot dan beberapa yang lain. Oh ya, Samsung Galaxy J7 (2016) bisa dipakai merekam video 1080p pada 30fps dengan kualitas memadai.

Hasil foto:
(klik untuk memperbesar)

J7-f3J7-f2J7-f4J7-f1

Konektivitas

Samsung Galaxy J7 (2016) adalah sebuah smartphone dengan dua slot SIM card yang mendukung jaringan 4G LTE, 3G, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth V4.1, GPS dan NFC. Di sini, Samsung punya nilai tambah karena menyertakan NFC yang jarang ditemukan di ponsel menengah bawah.

Smartphone ini juga sudah mendukung jaringan 4G LTE Cat. 4 yang cukup komprehensif. Galaxy J7 (2016) juga mengakomodasi jaringan 4G LTE dengan band yang lengkap. Untuk keperluan transfer data, Samsung Galaxy J7 (2016) mendukung fitur USB OTG, dimana kamu bisa mentransfer data dari flash disk atau hard disk langsung ke smartphone ini menggunakan kabel OTG.

Multimedia

Sektor ini juga tak dipoles macam-macam. Loudspeaker Samsung Galaxy J7 (2016) masih bisa memancarkan audio dengan kualitas cukup baik, bisa diadu dengan ponsel lain sekelasnya. Tapi tak ada pemutar musik khusus dalam ponsel ini kecuali bawaan Google Play Music (bawaan Android).

Untung saja, Galaxy J7 (2016) lebih baik dari pendahulunya dengan dukungan fitur equalizer. Jadi, kita masih bisa mengutak-atik keluaran musik yang memancar dari ponsel. Selain pemutar musik, tersedia juga radio FM dan video player yang mendukung cukup banyak codec dan file.

Fitur Samsung Galaxy J7 2016

Keluarga J Series terbaru punya fitur khas yakni S-Bike Mode dan Ultra Data Saving. S-Bike. Fitur ini berfungsi mencegah panggilan masuk yang dapat mengganggu konsentrasi pengguna saat berkendara dengan cara memberikan notifikasi yang menjelaskan bahwa pengguna sedang berada di atas kendaraan roda dua dan tidak dapat menjawab panggilan telepon. Bila panggilan bersifat darurat, maka penelpon dapat menekan angka 1 dan panggilan akan ditampilkan.

Sementara untuk Ultra Data Saving Mode bisa dimanfaatkan untuk mengirit kuota internet. Fitur ini bekerja dengan cara mengurangi konsumsi data pada aplikasi yang didominasi oleh gambar atau video, kuota data yang terpakai menjadi lebih bisa dikendalikan sehingga pengguna dapat menikmati kuota data internet lebih lama.j7-fitur

Tersedia juga Ultra Power Saving mode secara dramatis mengurangi konsumsi baterai dengan menutup fungsi yang tidak dibutuhkan. Ada juga Smart Manager yang memungkinkan kita memeriksa dan mengelola berbagai informasi penting pada Galaxy J Anda, termasuk status baterai, ruang penyimpanan, statistik memori dan lainnya.

Performa

Sama seperti pendahulunya, Samsung Galaxy J7 (2016) hadir dalam dua pilihan, yakni versi berbasis Qualcomm Snapdragon MSM8952 Snapdragon 617 atau Exynos 7870. Secara performa sudah lebih baik dari yang ditancapkan dalam Galaxy J7 versi awal (Snapdragon 615 atau Exynos 7580).

Untuk pasar Indonesia, Samsung Galaxy J7 (2016) masuk dengan chipset Exynos 5 (7870) . Mengandalkan CPU octa core (4×1.6 GHz Cortex-A53 & 4×1.0 GHz Cortex-A53) yang ditandem GPU Mali T830MP2. Buat mengangkat performa, perusahaan menyuntikkan RAM dengan besaran 2GB. Disokong pula dengan memori internal 16GB yang bisa diperbesar via slot microSD.

Akselerasinya sudah lebih ngebut dari versi perdana. Untuk ukuran chipset menengah, performanya sih standar dan cukup memuaskan. Bisa menjalankan perintah dengan cekatan dan lincah baik dalam aksi multi tasking maupun membuka aplikasi atau game berat. Menonton video HD pun tetap lancar.

Baterainya berkapasitas 3300 mAh lebih besar dari sang kakak. Kapasitas ini cukup membantu menjaga daya tahan hingga seharian lebih. Sayang, pengujian baterai dengan PC Mark selalu gagal. Soal performa skor yang diperoleh 5765, bertengger di atas Asus Zenfone 2, Xiaomi Mi Pad 2, tapi masih di bawah Asus Zenfone Zoom, Xiaomi Mi Max, Meizu Pro 5. Sementara saat diuji dengan Antutu Benchmark mencatatkan skor 53744. Dan pengujian dengan Geekbench meraih skor untuk single core 673 dan multi core 3296.

Satu hal yang disayangkan, sensor yang dibenamkan dalam smartphone ini sangat terbatas. Dari laporan yang diperlihatkan Sensor Box, Galaxy J7 (2016) hanya mengakomodasi tiga sensor saja yakni akselerometer, proximity dan sound.

J7-performa

Value for Money

Dengan rentang harga di kisaran IDR 2,7 jutaan, Samsung Galaxy J7 (2016) menyuguhkan chipset yang cukup menjanjikan serta dukungan baterai memadai. Beberapa fasilitas khusus pun dimilikinya seperti S- Bike mode, Ultra Data Savin hingga Smart Manager. Sektor kamera pun memuaskan dilengkapi dengan tambahan lampu flash di sektor depan.

Sayangnya, smartphone ini punya tampilan yang relatif ‘kuno’ jika bicara generasi terkini Samsung. Hanya mengusung RAM berkekuatan 2GB dan menampilkan display pada resolusi HD 720p. Selain itu, smartphone ini juga belum mendukung sensor sidik jari.

USER REVIEWS

sort by | date | rating