Bootstrap Slider
Home > Review > Smartphone > Review LG G5 SE: Desain Modular yang Unik dengan Kamera Impresif

Review LG G5 SE: Desain Modular yang Unik dengan Kamera Impresif

REVIEW SECTIONS

RELATED REVIEWS

Review ViVo V5 : Senjata Komplit Penggemar Selfie
Review POLYTRON PRIME 7S : Sentuhan Bergaya Dari Dalam Negeri
Huawei P9: Standar Baru Fotografi Smartphone
Review LG V20: Smartphone Serba Premium, Termasuk Harganya
Review Motorola Moto E3 Power: Murah Tapi Kurang Powerful
Review Samsung Galaxy J3 2016: Sederhana, Biasa, Tapi Ini Samsung
Review LG X Power: Smartphone  4G LTE Menengah dengan Baterai Ekstra Tangguh
Review Lenovo Vibe K5 Plus: Smartphone 4G LTE Dengan Fitur Virtual Reality
PLUS
/
  • Desain modular
  • Baterai bisa dibongkar pasang
  • Kamera Impresif, Lensa 135 Derajat
  • Display Kelas Atas
MINUS
/
  • Prosesor kurang gahar
  • Harga mahal

TREND HARGA

EDITORS' RATING
8.2
OVERALL
DESAIN 8.5
LAYAR 8.5
KAMERA 8.5
MULTIMEDIA 8
PERFORMA 8
VALUE FOR MONEY 7.5
USER'S RATING
0.0
OVERALL
DESAIN 0.0
LAYAR 0.0
KAMERA 0.0
MULTIMEDIA 0.0
PERFORMA 0.0
VALUE FOR MONEY 0.0
Add User Review

ArenaLTE.com – Selamat datang LG G5 SE. Akhirnya versi generik dari LG G5 pun mendarat di Indonesia. Entah harus menyebut pendaratan ini mulus atau tidak, namun tentu ada sebagian fans LG G5 yang kecewa lantaran harus menikmati versi yang sudah mengalami pemangkasan spesifikasi. Sisi bagusnya, LG G5 SE mengusung banderol lebih murah dari LG G5 yakni IDR 8 jutaan. Bedanya sampai 1,5 juta lho.

Secara konsep, ponsel dengan kode LGH845 ini mengusung kontruksi desain modular dan setup hardware yang mirip sang kakak. LG sendiri memang memposisikan G5 SE sebagai alternatif dari sang flagship untuk beberapa negara. Oh ya, meski secara performa berada di bawah sang kakak, tapi kemampuannya masih layak diintip. Tidak percaya? Yuk simak review LG G5 SE dari ArenaLTE berikut.

Desain

lg-g5bJika dicermati dengan serius, LG G5 SE memiliki tampilan cukup identik dengan sang kakak. Bodinya dirancang dari material aluminium khusus yang membuat bobotnya tetap ringan dan dibuat dalam konstruksi unibodi. Oh ya, baik LG G5 atau G5 SE benar-benar mengalami transformasi desain yang cukup radikal dibandingkan pendahulunya LG G4. Terlihat lebih dinamis dengan sudut membulat.

Pada panel depan, LG G5 SE dibalut kaca membulat nan mulus. Minim gangguan garis di area sasis kecuali sambungan yang memisahkan komponen modular dengan bodi utama. Sayang bodi belakangnya yang dibuat kinclong khas nuansa logam terasa licin di pegangan. Sehingga harus berhati-hati saat memegangnya kalau tak ingin tergelincir dari tangan.

Bodinya sih memang bukan yang paling slim, tapi termasuk tipis (7,7mm) dan simpel tanpa banyak pernak-pernik. Ironisnya, malah membuatnya terlihat kurang ‘wah’ untuk ukuran smartphone 8 jutaan. Sekilas kita tak bakal menyangka jika harganya se-fantastis itu. Sensor sidik jari (sekaligus tombol power) ditempatkan di bagian belakang bodi, tepat di bawah kamera ganda yang jadi andalannya, yang sekaligus berfungsi sebagai power. Ssementara pada bagian bawah terdapat port USB Type-C.

Konsep Desain Modular

Selain material dan teknik produksinya diklaim berbeda, varian G5 menawarkan konsep desain yang benar-benar baru, yaitu dengan komponen modular sebagai pondasi utama dari handset ini. Konsep modular ini memungkinkan pergantian modul aksesoris  secara praktis dengan cara bongkar pasang modul di bagian bawah ponsel.

LG-G5eVarian LG G5 adalah smartphone mainstream pertama yang menggabungkan dan mendukung komponen modular. Lokasinya di bagian bawah handset yang bisa dicopot untuk mengakses baterai removable-nya serta slot kartu. Aspek paling istimewa adalah kita bisa menancapkan add-ons ke dalam G5 SE ini melalui komponen modular.

Contohnya, sebuah modular kamera yang disebut LG Cam Plus bisa menambahkan baterai berkapasitas 1100 mAh dan kontrol perangkat keras (tombol hardware, tombol video, kontrol zoom) ke kamera G5.

Ada juga modular Hi-fi Plus berbasis Bang & Olufsen DAC untuk meningkatkan kualitas audio di ponsel ini. Lebih jauh, LG mengkonfirmasi bahwa pihaknya akan membuka komponen modular buat developer pihak ketiga. Artinya, akan ada banyak fitur serta nilai tambah menarik yang bisa disisipkan ke dalam LG G5.

Walaupun sejujurnya, konsep modular seperti yang ada di LG G5 SE ini masih belum memenuhi ekspektasi kami. Karena mengharapkan bisa bongkar pasang komponen penting lainnya seperti modul kamera, modul RAM, memori internal, bahkan CPU kalau memungkinkan. Sehingga dengan perangkat yang sama, komponen di dalamnya bisa terus up-to-date mengikut perkembangan jaman sebagaimana kita bisa melakukan pada komputer rakitan. Di sisi lain, konsep seperti ini pasti akan membutuhkan waktu pengembangan yang cukup lama dan rumit. Sehingga kami tetap mengapresiasi terobosan yang dilakukan LG. Ini merupakan langkah awal untuk sesuatu yang besar.

Aksesoris LG G5
Aksesoris LG G5

 

Display

Sama seperti LG G5, diagonal layar LG G5 SE ini sebenarnya agak di luar kelaziman – 5,3 inci – di saat smartphone lain ramai-ramai memakai layar 5 dan 5,5 inci. Memang tampak lebih mungil dari LG G4 yang lebih lawas, tapi menurut saya justru lebih pas di tangan, tak terlampau besar juga tak kecil. Layarnya berbalut 3D Arc Glass membuat layar terlihat cembung dan luwes. Juga diproteksi Gorilla Glass 4, sehingga layar tak mudah tergores benda tajam atau material keras.

Dukungan resolusi QHD (2560×1440 piksel) membuatnya layarnya bisa menampilkan kerapatan piksel hingga 554 ppi. Gambarnya jernih, tajam, detil dan bening dan bersahabat dengan mata. Secara visual, warna yang terpancar pun terlihat natural. Panel IPS Quantum yang jadi andalan bisa melawan terik matahari dengan baik saat di luar ruangan. Layar terlihat jadi lebih cerah dan jelas dibanding ponsel lain pada umumnya. Pengoperasian pun mengasyikkan karena sangat responsif terhadap sentuhan jari.

Oh ya, smartphone ini sudah dibenami dengan teknologi ‘layar di dalam layar’. Namanya, Always-on Display yang menempel di area layar sentuh bagian atas. Area kecil ini tetap menyala meskipun kondisi layar utama mati. Tetap menampilkan jam, tanggal dan notifikasi tanpa harus menghidupkan layar. Menariknya teknologi ini lantaran diklaim membantu menghemat baterai. Always-on Display diklaim hanya mengkonsumsi 0,8 persen dari kapasitas baterai per jam.

LG-G5-display

OS & Antarmuka

Smartphone ini mengadopsi sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow. Sang vendor sepertinya tak melakukan banyak perombakan berarti terhadap antarmuka Google ini. Hanya sekedar modifikasi kosmetik saja serta perubahan dari segi pengelolaan menu aplikasi. Sejauh ini, dari pengalaman pemakaian relatif simpel, efisien dan gampang diakrabi.

Smartphone ini tak mempunyai app drawer. Jadi semua operasional antarmuka dilakukan langsung dari halaman homescreen. Panel homescreen ini bisa ditambahkan sesuai kebutuhan. Seperti biasa, bar notifikasi bisa diakses dengan menarik layar dari sudut atas ke bawah. Akan tertampil akses ke beberapa fitur penting seperti wifi, sambungan data operator, rotasi otomatis layar, Bluetooth dan sebagainya. Selain itu ada slider untuk mengatur kecerahan (brightness) layar, serta volume dering ponsel.

Tersedia juga Smart lock untuk mengunci ponsel dengan lebih pintar. Kemudian Guest mode yang memberikan pembatasan pada pengguna ponsel yang bertindak sebagai tamu atau user sementara.

Kamera LG G5 SE

LG-G5cArea fotografi menjadi titik penting ponsel ini. Saat pertama kali menjajal kameranya, perhatian langsung tertuju pada dua ikon di sudut atas tengah antarmukanya. Itu ikon kunci mengaktifkan senjata utama LG G5 SE. Pilih ikon dengan satu tanda segitiga, kamera beralih pada mode tunggal. Sementara ikon dengan tiga tanda segitiga kamera beralih ke mode ganda.

Nah, hasil jepretan mode ganda benar-benar impresif. Berkat dukungan lensa dengan sudut pandang sangat lebar dan luas, jepretan-jepretan foto terlihat atraktif dan artistik. Benar-benar berbeda dengan hasil kamera pada umumnya. Seisi ruangan nyaris tertangkap semua di viewfinder kamera lho. Jepretan kamera selfie-nya pun tak terlalu mengecewakan. Hasilnya tajam dan detil meski cenderung over exposure.

Bicara aspek teknis, LG G5 SE menyematkan kamera ganda (dual camera) atau sepasang sensor di bodi belakangnya. Kamera pertama mempunyai 75 derajat Field of View (FoV) dan sensor 16MP sensor, bukaan F1.8; kamera kedua lebih wide atau lebar dengan 135 derajat FoV dan bukaan F2.4. Sementara kamera depan disuntik sensor 8MP.

LG-G5-camui

Oh ya, antarmuka kameranya ini mendukung zoom out ultra wide (0.5X), jadi kita bahkan bisa memotret dalam jarak dekat dengan area tangkapan tetap luas dan lebar. Didukung OIS dan infra merah yang bisa mengukur jarak benda dan sangat gesit saat mencari fokus. Kamera LG G5 SE punya pengaturan simple, auto dan manual. Khusus opsi manual, kita bisa mengatur ISO, ketajaman hingga kualitas gambar. Ada juga pilihan mode kamera mulai multi-view, pop-out, panorama, snap, time-lapse dan slo-mo.

Hasil Foto:

G G5 SE 3 LG G5 SE 1 LG G5 SE 2 LG G5 SE 4 LG G5 SE 5 LG G5 SE 6 LG G5 SE 7
LG G5 SE 9

Fitur

Seperti diulas di atas, LG G5 SE adalah smartphone mainstream pertama yang menggabungkan dan mendukung komponen modular. Ini menjadi fitur yang paling ditonjolkan di LG G5 SE karena kita bisa menancapkan add-ons ke dalam G5 melalui komponen modularnya. Sayangnya, karena tak ada unit modul yang tersedia, ArenaLTE tak sempat melakukan pengujian.

Oh ya, smartphone ini juga mendukung infrared yang bisa dimanfaatkan sebagai koneksi remote universal beragam perangkat elektronik rumah tangga. Setidaknya, ponsel ini bisa jadi alternatif remote control terpadu. Praktis.

Seri ini juga menyodorkan sensor sidik jari. Bisa merespon dengan cepat dalam hitungan sepersekian detik.  Sayang, ukurannya agak kecil sehingga terkadang sidik jari tak bisa terdeksi dengan akurat. Selain untuk membuka kunci layar, sensor ini juga bisa dipakai mengunci gambar tertentu di ponsel.LG-G5SE-fitur

Multimedia

LG G5 SE menyediakan player musik yang mempermudah berbagai kebutuhan kita. Mulai dari equalizer untuk mengatur sound sesuai selera hingga pengaturan playlist. Jika belum puas tertanam juga pemutar musik bawaan Google. Oh ya, LG G5 SE bisa memisahkan suara dari headphone dan Bluetooth saat keduanya terkoneksi. Output yang terpancar dari loudspeaker maupun headset memiliki kualitas bagus.

Pemutar videonya tak kalah menarik karena kita bisa menonton video dalam beragam format populer. Layar QHD pada LG 5 SE menawarkan kualitas pengalaman sinematik terbaik di kelasnya. Tak ketinggalan diselipkan radio FM.

Konektivitas

Internet tentu jadi poin penting dong buat smartphone. Nah, LG G5 SE sudah menyiapkan jaringan 4G LTE pada kedua slot nano SIM card-nya. Pengaturannya mudah kok bisa lewat Dual SIM card manajemen. Dari fact sheet di situs resminya, band frekuensi LTE yang didukung ponsel ini relatif lengkap mulai dari  FDD: 700(B12, B17) / 800(B20) / 900(B8) / 1700(B4) / 1800(B3) / 2100(B1) / 2600(B7) MHz dan TDD: 2600(B38) /1900(B39) / 2300(B40) / 2600(B41)MHz. So, sepertinya bisa mengakses layanan 4G yang disuguhkan operator negeri ini.

Nah, berkat dukungan LTE Cat.6, smartphone ini diklaim bisa melesat hingga 300Mbps (download) dan 50Mbps (upload). Lebih dari itu, smartphone ini sudah dilengkapi konektivitas terkini seperti Wi-Fi(802.11 a/b/g/n/ac), Bluetooth 4.2 BLE, NFC, USB 2.0 (3.0 Compatible) Type C, Wi-Fi Direct, DLNA, hotspot dan infrared. Sementara untuk port USB, LG G5 SE sudah menggunakan USB Type-C 1.0 reversible connector, yang mendukung fungsi USB On-The-Go.

Performa

Perbedaan yang cukup mendasar dari sang kakak (LG G5) adalah dapur pacunya yang mengalami penurunan kemampuan. Seri ini mengadopsi chipset 64-bit Qualcomm Snapdragon 652 (MSM8976) yang performanya di bawah Snapdragon 820 pada LG G5. Didukung prosesor octa core berclockspeed 1.8GHz. Selain itu, RAM dari LG G5 SE juga dipangkas menjadi 3GB, dimana pada LG G5, sang vendor membenamkan RAM yang besarannya 4GB.

Untuk mencatat performanya ArenaLTE melakukan benchmark menggunakan beberapa aplikasi. Di atas kertas, performanya cukup memuaskan. Begitu pula dengan pengujian langsung yang kita lakukan, LG G5 SE mampu menuntaskan dan menangani setiap tugas dengan baik. Seri ini bisa dibawa ngebut saat dipakai bermain game kasual seperti Pokemon Go hingga berat.

Aktivitas multi tasking pun tidak membuatnya tambah lemot alias masih relatif gesit. Soal grafis, chipset yang dibenamkan dalam ponsel ini hadir satu paket dengan GPU Adreno 510. So, kinerjanya tetap jempolan saat dipakai rendering game 3D atau menonton video Full HD sekalipun.

Hasil benchmark LG G5 SE
Hasil benchmark LG G5 SE

Sayang, meski chipset ini diklaim sangat efisien dalam penghematan daya, tapi karena baterainya sendiri hanya berkapasitas 2800 mAh, tetap saja staminanya kurang memuaskan.  Jika dibandingkan dengan seri lain sekelasnya yang mengandalkan kapasitas baterai besar, terlihat perbedaannya. Smartphone ini hanya mampu bertahan kurang dari sehari untuk pemakaian normal.

Lebih jauh, LG G5 SE didukung teknologi Quick Charge 3.0 besutan Qualcomm. Hanya dalam hitungan setengah jam, ponsel sudah terisi hingga lebih dari 80%. Oh ya, memori internal ponsel ini berkapasitas 32GB dan tentu saja bisa diperluas via slot microD. Kabarnya, kita bisa menyisipkan microSD hingga 2TB ke dalam perangkat ini.

Value for Money

Sebenarnya agak sulit untuk menyebut smartphone ini sebagai versi harga terjangkau dari LG G5. Pasalnya, meski merupakan produk alternatif yang lebih murah dari LG G5, harganya tetap masuk kategori ‘mahal’ yakni sekitar IDR 8 juta. Sementara secara spesifikasi sudah dipangkas. Kalau harus memilih sekalian saja membeli LG G5 yang hanya terpaut IDR 1-1,5 jutaan tapi spesifikasi lebih gahar.

Tapi kualitas layar dan performa kamera yang jempolan bisa mengobati kantong yang terkuras. Selain itu, smartphone ini termasuk spesial karena mengusung konsep modular. Kita bisa menyisipkan modul tambahan untuk mendongkrak performa audio atau kamera dari ponsel ini.

USER REVIEWS

sort by | date | rating