Bootstrap Slider
Home > Review > Smartphone > Review HTC One M9+: Didukung Audio dan Kamera Mumpuni

Review HTC One M9+: Didukung Audio dan Kamera Mumpuni

REVIEW SECTIONS

RELATED REVIEWS

Review ViVo V5 : Senjata Komplit Penggemar Selfie
Review POLYTRON PRIME 7S : Sentuhan Bergaya Dari Dalam Negeri
Huawei P9: Standar Baru Fotografi Smartphone
Review LG V20: Smartphone Serba Premium, Termasuk Harganya
Review Motorola Moto E3 Power: Murah Tapi Kurang Powerful
Review Samsung Galaxy J3 2016: Sederhana, Biasa, Tapi Ini Samsung
Review LG X Power: Smartphone  4G LTE Menengah dengan Baterai Ekstra Tangguh
Review Lenovo Vibe K5 Plus: Smartphone 4G LTE Dengan Fitur Virtual Reality
PLUS
/
  • Desain berkualitas
  • Display Canggih QHD
  • Sensor Sidik Jari
  • BoomSound speaker
  • Dual kamera belakang
MINUS
/
  • Kapasitas baterai kecil
  • Tidak didukung fast charging

TREND HARGA

EDITORS' RATING
7.9
OVERALL
DESAIN 8.5
LAYAR 8
KAMERA 8
MULTIMEDIA 8
PERFORMA 8
VALUE FOR MONEY 7
USER'S RATING
0.0
OVERALL
DESAIN 0.0
LAYAR 0.0
KAMERA 0.0
MULTIMEDIA 0.0
PERFORMA 0.0
VALUE FOR MONEY 0.0
Add User Review

ArenaLTE.com – HTC terus berupaya sekuat tenaga untuk bertahan sebagai salah satu merek terkemuka di pasar smartphone. Patut dicatat jika bahwa pabrikan asal Taiwan ini adalah yang pertama kali memperkenalkan konsep metal unibodi ke pasar. Lewat HTC One M9+, perusahaan tetap mempertahankan konsep ini sekaligus menyuguhkan sesuatu yang ‘mungkin’ baru buat para peminatnya.

Idealnya, HTC One M9+ memiliki sesuatu yang lebih besar dan lebih baik dari sang kakak, One M9. Embel-embel ‘plus’ yang menempel di belakang namanya tentunya bukan sekadar imbuhan saja. Review HTC One M9+ akan bisa memberikan gambaran buat kalian, apa sih yang membuatnya berbeda versi original?

Desain

htc one m9+ (9)Kalau bicara HTC biasanya kita bicara ‘barang bagus’ dalam konteks desain. Dan memang benar, HTC benar-benar sudah identik sebagai produsen smartphone yang memiliki kualitas desain kelas atas. Rancangan serta konstruksi bodi HTC One M9+ di atas rata-rata Android sekelasnya.  Secara visual, ponsel ini benar-benar menawan, mulai dari pemakaian komponen logam hingga perhatian terhadap aspek-aspek detil.

Sekilas masih menyerupai One M9, tapi selidik punya selidik ada beberapa perubahan yang ditemukan. Antara lain bodi yang lebih bongsor karena bentang layarnya mengalami penambahan diagonal. Di bagian bawahnya menyisip sensor sidik jari, diapit dua grill speaker. Sementara di bodi belakang dipatri kamera tambahan berlokasi di atas kamera utama.

Saat jari saya menyentuh tepian bodi permukaan depan, terasa sudut yang menyiku tajam. Tapi begitu berpindah ke bagian belakang bodi, terasa permukaan yang membulat nyaman di telapak tangan. Ternyata lapisan belakang bodi ini kesat, sehingga tidak mudah tergelincir dari pegangan. Saat ditimang-timang, bodinya benar-benar solid dan premium.

Hal yang sangat disayangkan, ponsel ini tidak memiliki tombol sentuh fisik. Untuk ukuran seri premium, ketiadaan fasilitas ini sedikit mengecewakan, apalagi HTC lebih memilih menempatkan sensor sidik jari di bagian dagu yang biasanya menjadi lokasi favorit beberapa vendor dalam menempatkan tombol sentuh (navigasi) fisik. Sebagai informasi, untung saja sensor sidik jarinya bisa berfungsi sebagai tombol home.

Display

Diagonal layar HTC One M9+ sebenarnya terbilang ‘nanggung’ yakni 5,2 inci. Tapi tidak terlalu kentara kok, bahkan saya menganggap ukurannya 5,5 inci karena bezel di sekeliling layar cukup besar. Disandingkan dengan seri berlayar 5,5 inci penampang layarnya nyaris sama besar. Hanya saja pada HTC One M9+ kurang efisien karena sisa touchscreen-nya lebih didominasi bezel.

Tampilan yang tercetak di layar tergolong jernih dan bening. Mampu menampilkan komposisi warna natural dan realistis dengan tingkat kecerahan serta kontras rasio nyaman buat mata. Viewing angle atau saat dilihat dari sudut berbeda dengan kemiringan hingga 45 derajat pun tetap optimal. Ternyata panel Super LCD3 yang dibenamkan dalam ponsel ini memiliki kualitas setara dengan Super AMOLED.

Detil gambar yang terpampang di layar sangat halus dan tajam, berkat resolusi WQHD (1440 x 2560 piksel). Sepertinya saya tak bisa komplain soal ini karena nyaris tak ada piksel atau bentuk grid yang nongol, semuanya terlihat sangat nyata dengan kerapatan 565 ppi. Ikon atau tampilan halaman web yang termuat di layar lebih banyak dan leluasa. Respon layarnya terhadap sentuhan cukup baik dan sensitif meski hanya usapan ringan. Saat kita memakai sarung tangan pun layarnya masih bisa menerima perintah dengan optimal.

OS & Antarmuka

HTC One M9+ beroperasi menggunakan Android 5.0 dengan antarmuka Sense UI 7.0. Secara garis besar tidak ada perubahan berarti dalam soal tampilan ataupun pola ikon serta struktur navigasi dari antarmuka versi lama. Akses homescreen bisa dilakukan dengan menyapukan layar ke samping. Khusus sapuan ke kiri membawa kita pada BlinkFeed.

Saat memasuki app drawer, kalian akan menemukan list aplikasi dalam bentuk grid. Bedanya dengan beberapa antarmuka Android, scrolling atau sapuan dilakukan ke bawah atau atas. Selebihnya tak terlalu berbeda khususnya dalam soal pengaturan dan fitur yang disodorkan. Kita juga bisa mengakses notifikasi dengan menarik layar dari atas ke bawah.

Kamera

htc one m9 1 htc one m9 2 htc one m9 3 htc one m9 5 htc one m9 6Pada HTC One M9+ kita akan mendapatkan duo kamera utama. Pertama adalah kamera bersensor 20MP dengan dukungan dual tone LED flash dan kamera sekunder berkekuatan 2.1MP di atasnya yang berfungsi menangkap kedalaman (depth). One M9+ memakan dua mode terpisah untuk pemakaian kamera yakni mode Duo Camera dan standar.

Untuk mode Duo Camera, kita tinggal menekan shutter untuk menjepret gambar yang sudah disokong tambahan data yang mengelola kedalaman (depth). Nah, selanjutnya kita bisa membuat sejumlah efek, seperti mengubah menjadi 3D, menjadikan background blur atau efek ‘bokeh’ dan lain-lain. Jika mode Duo Camera tak dipakai maka pengalamannya sama dengan M9 alias seperti kamera 20MP biasa.

Di bagian depan, terdapat kamera UltraPixel berkekuatan 4MP yang cukup mumpuni untuk mendapatkan foto selfie berkualitas. Setidaknya dukungan fitur ini pada kamera selfie menawarkan hasil memuaskan dengan detil yang kaya.

Dalam kondisi cahaya melimpah hasil kamera M9+ sangat memuaskan dengan reproduksi warna akurat serta detil komprehensif. Tapi di kondisi minim cahaya, performanya tergolong standar, khususnya dalam hal fokus serta kecenderungan munculnya noise.

Multimedia

Soal multimedia, HTC mengklaim jika One M9+ mampu menghadirkan 5.1 surround sound effect menyuguhkan pengalaman sinematik (theater mode) atau music mode. Didukung dengan HTC Boom Sound dengan Dolby Audio untuk mengoptimalkan suara baik dari file musik di ponsel atau pun dari sumber online.

Tapi bagaimana sebenarnya kualitas audio yang ditawarkan? Output dari dua speakernya yang tertanam di bagian atas dan bawah bodi depan sangat memuaskan. Jernih dan lantang, meski keras tetap nyaman di telinga. Saat dijajal menggunakan headset, suara yang menyembur terasa lebih bulat dengan komposisi bass dan treble yang optimal.

Untuk menambah variasi di sektor hiburan, smartphone ini juga sudah didukung dengan radio FM. Namun, untuk menyetel film atau video kami hanya menemukan player bawaan Google.

Fitur

Sensor sidik jari HTC One M9+ ditanam di sektor depan bawah yang bisa berfungsi sebagai tombol home. Cukup berguna untuk menambah keamanan ekstra pada smartphone ini. Sebagai pelengkap, tertanam banyak aplikasi yang bermanfaat seperti Car yang mempermudah navigasi saat kita sedang berkendara. Ada juga aplikasi HTC backup yang berguna untuk membackup data.

Buat yang mempunyai anak-anak kerap bermain game di ponsel kita, tertanam aplikasi Kid Mode supaya mereka tidak sembarangan menggunakan fitur dan aplikasi di dalamnya. Juga terdapat Peel Smart Remote yang mengakomodasi kebutuhan pemilik Smart TV. Selebihnya HTC menanamkan beberapa aplikasi lain seperti Polaris Office 5, Weather, Zoe dan Photo Editor.

Performa

HTC One M9+ menjadi satu dari sekian flagship yang mengandalkan chipset MediaTek sebagai dapur pacunya. Tak banyak vendor papan atas yang memilih MediaTek sebagai prosesor dalam flagshipnya lho. Nah, HTC memilih chipset 64-bit MediaTek 6795T yang dikenal juga dengan nama Helio X10.

Di atas kertas performa chipset pada HTC one M9+ cukup dahsyat, menawarkan prosesor octa core Cortex A-53 berclockspeed 2.2GHz yang dipaket bersama 3GB RAM serta GPU PowerVR G6200. RAM yang terbebas biasanya sekitar 1300MB setelah sejam pemakaian, setelah reboot biasanya ketersediaan RAM bebas sekitar 1500MB. ROM yang disediakan sebesar 32GB dan bisa diekspansi hingga 2TB via kartu microSD.

Akselerasi ponsel ini tergolong gesit, nyaman meski dipakai bermain game berat dalam skala intensif. Saat mesti beranjak keluar sejenak untuk mengakses aplikasi lain seperti chatting, browsing atau musik secara bersamaan masih tetap ngebut. Grafis berat pun mampu dirender dengan baik, cepat dan optimal.

Tapi saat bicara sumber dayanya, ada sedikit rasa kecewa. Pasalnya, HTC One M9+ ini hanya menawarkan baterai berkapasitas 2840mAh yang secara teknis tak terlalu besar untuk menangani kinerja smartphone sekelas flagship. Dalam pemakaian normal dengan internet aktif, smartphone ini hanya bisa bertahan kurang lebih 10 jam saja.

Konektivitas

HTC One M9+ sudah dilengkapi dengan konektivitas nan melimpah. Mulai dari from Wi-Fi b/g/n/ac, Bluetooth 4.1, Infrared, GPS, GLONASS hingga NFC. Tapi smartphone ini hanya menawarkan satu slot nano SIM card saja yang sudah mendukung jaringan 4G FDD LTE pada band 1,3,5,7,8,28. Oh ya, One M9+ sudah didukung USB OTG, jadi kita bisa membuka flashdisk atau hardisk langsung dari smartphone via  port USB.

Value for Money

Posisi HTC One M9+ berada sekelas di atas One M9. Smartphone ini memiliki layar lebih lega, prosesor berbeda, sensor sidik jari dan dua kamera terpadu di bagian belakang bodinya. Bisa dibilang merupakan salah satu unggulan HTC saat ini tapi jika bicara kompetisi dengan rival lain ceritanya.

Buat pecinta produk dengan material mewah, HTC One M9+ memang sangat unggul dengan desain solid, stylish dan premium. Display yang disuguhkan pun sudah mumpuni. Tapi spesifikasi lainnya bisa dibilang standar jika dibandingkan rival sekelasnya. Kameranya kurang kompetitif, prosesornya pun biasa saja meski performanya tak bisa dianggap enteng.

USER REVIEWS

sort by | date | rating