ArenaLTE.com – Sudah agak lama Polytron seperti tak kedengaran aksinya. Sejak merek asal Indonesia ini sempat menghebohkan jagad smartphone Tanah Air dengan merilis smartphone 4G dengan harga yang sangat terjangkau pengguna kebanyakan, lewat serial Zap. Setelah itu, raksasa elektronik Indonesia ini seperti istirahat mengatur nafas. Tiba-tiba saja mendekati penghujung tahun ini, Polytron menyentak perhatian, dengan merilis sebuah smartphone berkelas, yang dinamai Polytron Prime 7s.

Berkelas? Kalau kalian melihat dan menyentuhnya, sangat mungkin akan setuju akan hal itu. Tampilannya memang terlihat mewah dan berkelas. Surprised juga mengetahui, Polytron sebagai pabrikan dalam negeri, bisa membuat smartphone keren seperti itu. Tapi itu baru luarannya saja. Bagaimana dengan jeroan Polytron Prime 7s ? Mari kita bedah satu-satu :

Desain 

Sebagai smartphone yang diposisikan sebagai ponsel premium, faktor desain tentu saja menjadi hal yang duluan yang harus dipentingkan. Bukankah sebelum mencoba jeroannya, orang akan melihat penampilannya dulu? Dan penampilan yang wah, menjadi faktor pertama yang menentukan, apakah ponsel itu layak menyandang ponsel premium atau tidak. Bukan harganya.

Polytron Prime 7sDan penampakan Polytron Prime 7s ini sudah bisa membuat jatuh hati. Sebuah keeping dengan warna hitam glossy di seluruh permukaannya. Dua lis sejajar terbuat dari metal tipis berwarna emas, mengelilingi bagian sisinya. Warna hitam glossy dan lis tipis emas menjadi paduan yang serasi untuk menonjolkan kesan luxury. Apalagi, tebal ponsel ini hanya 7.75 mm.

Efek glossy di seluruh permukaan ponsel (depan dan belakang) itu timbul dari lapisan kaca tahan gores dari Dragontrail AGC Glass. Penampakannya makin oke dengan penerapan konsep 2.5D, yang membuat permukaannya tampak sedikit cembung. Bagus memang, namun permukaan cembung begini rentan terhadap benturan.

Menambah kesan mewahnya,di bawah screen dipasangkan lampu pendar memanjang, yang akan berkedip bila ada notifikasi pesan masuk. Pendaran biru lembut terpadu dengan hitam glossy menjadi paduan yang menawan.

Dari sisi kenyamanan (ergonomis) ukurannya yang tak terlalu besar, serta ramping, membuat Polytron Prime 7s terasa pas dalam genggaman. Hanya saja, permukaan kacanya membuat ponsel ini rawan tergelincir dari tangan, terutama ketika telapak tangan berkeringat. Satu hal lagi, kalian harus sering-sering menggosok permukaan kacanya, agar terbebas dari noda lemak, jejak jari dan sebagainya. Biar Polytron Prime 7s Anda selalu tampak kinclong dan menawan.

Polytron-Prime-7sDisplay

Dalam keadaan stanby, layar seperti tenggelam dalam gelapnya permukaan ponsel (kecuali versi yang  berwarna putih). Sebenarnya Polytron Prime 7s memiliki layar 5.2 inchi, sebenarnya agak tanggung. Namun masih cukup nyaman bagi mata.

Layar yang dipasangkan di Prime 7s adalah layar Full HD IPS dengan teknologi Retina View. Jenis layar seperti ini jelas menjamin ketajaman tampilan layar, bersih dari titik-titik pixel. Ditambah dengan retina view, yang membuat sudut pandang menjadi semakin lebar.

Performa layar sentuhnya dalam merespon input dari ujung jari termasuk kelas satu. Ditambah dengan permukaan kacanya yang licin mulus, membuat gerakan jari di atas permukaan layar menjadi menyenangkan. Gerakan perpindahan menu atau sliding layar juga terlihat mulus tanpa ada jeda. Dari sisi ini, Polytron Prime 7s pantas menyandang gelar smartphone premium.

Polytron Prime 7sKamera

Pada bagian belakang disematkan kamera berkapasitas 16 Mpix. Banyak memang smartphone-smartphone lain yang sudah mencapai besaran pixels seperti itu. Fakta itu membuat kamera Polytron Prime 7s. Tapi di sisi yang lain, fitur kameranya juga dilengkapi dengan beberapa teknologi pembeda.

Salah satunya adalah penggunaan Isocell. Teknologi ini membuat kamera lebih peka terhadap cahaya, sehingga lebih memungkinkan memotret dalam kondisi minim cahaya. Tak hanya itu, sensor Isocell juga membuat hasil foto lebih cemerlang, dengan warna yang lebih cerah. Pada pemotretan di siang hari dalam kondisi cuaca cerah, mungkin keunggulan isocell tak banyak terlihat (pada hasil foto). Namun ketika memotret obyek di malam hari, terlihat bedanya.

Hal pembeda lain pada fitur kamera ini adalah penggunaan dual tone flash. Biasanya ketika kita memotret (dengan smartphone) dengan menggunakan flash light, hasil fotonya cenderung pucat. Nah, dual tone flash ini menghilangkan efek pucat tadi, dan membantu menghasilkan foto dengan warna yang lebih alami.

Fitur kamera juga dilengkapi PDAF (Phase Detection Auto Focus), teknologi yang mulai banyak digunakan pada smartphone-smartphone kelas atas mutakhir. Fitur ini bermanfaat ketika kita memotret obyek yang bergerak. Hasilnya adalah, tangkapan foto yang lebih tajam dan tidak blur, meski obyek dalam keadaan bergerak.

Nah, bagi penggemar selfie, Polytron Prime 7s dilengkapi kamera depan sebesar 8 Mpix, yang juga dilengkapi flash light. Yang menyenangkan dari fitur selfie ini adalah, kameranya memiliki sudut lebar, sehingga bisa lebih banyak menampung obyek foto. Quiet nice.

Polytron Prime 7s4G Network

Seperti kebanyakan smartphone mutakhir, Polytron Prime 7s juga sudah mendukung jaringan 4G, teknologi paling anyar yang mampu mendongkrak performa dan kecepatan akses data/internet. Berbasis LTE FDD, yang berarti jaringan 4G nya juga bisa dipakai untuk melakukan panggilan suara. Tak perlu meng-install aplikasi khusus untuk itu.

Polytron Prime 7s juga klop digunakan untuk operator apa saja yang beroperasi di Indonesia. Karena, ponsel ini memiliki semua frekuensi yang digunakan oleh operator dalam negeri. Termasuk untuk layanan 4G LTE Smartfren, yang dulu lebih dikenal sebagai operator CDMA.

Smartphone ini memiliki slot SIM card yang unik. Karena form factornya unibody, slot SIM card diletakkan di bagian sisi, yang untuk membukanya, harus menggunakan pengungkit semacam jarum atau peniti. Tapi dalam boksnya bisa ditemukan alat pengungkit itu. Ada dua slot, yang satu ukuran nano, satu lagi seukuran micro SD. Slot ukuran micro SD ini bisa digunakan untuk menyelipkan sim card atau kartu memori micro SD.

Memori Polytron Prime 7s

Berbicara soal memori, Polytron Prime 7s memiliki ruang penyimpanan (RAM) sebesar 3 GB. Kapasitas yang besar dan lebih dari cukup untuk menyimpan aneka file. Diitunjang pula dengan ROM berkapasitas 64 GB. Kapasitas sebesar ini cukup memadai untuk mendukung kinerja ponsel, sehingga mampu mendukung banyak aplikasi yang dibenamkan di dalamnya.

Untuk ruang penyimpanan file, sebenarnya masih bisa ditambah dengan kartu memori eksternal jenis micro SD. Slotnya memakai slot sim card. Inilah uniknya, slot sim card yang juga bisa dipakai untuk slot memori eksternal. Tapi memang jadinya tak bisa memakai fasilitas dual sim card apabila digunakan untuk memori card.

Polytron Prime 7sFIRA OS

Polytron Prime 7s sudah menggunakan system operasi Android versi 6.0 Marshmallow. Tapi bukan itu yang membuatnya menarik. Adalah FIRA OS, system operasi buatan berbasis Android, dan hasil pengembangan sendiri, yang ikut melengkapi Polytron Prime 7s. Selain memberi sentuhan berbeda pada user interface, FIRA OSjuga membawa beberapa fitur yang memperkaya pengalaman pengguna.

Di antaranya adalah, FIRA-TV, yang bisa digunakan untuk menonton TV Digital dari Super Soccer, Biznet Video dan siaran TV dari 12 stasiun televise nasional. Tersedia juga fasilitas belanja online lewat FIRA Store, serta kemudahan membayar beberapa kebutuhan, seperti membayar tagihan listrik, membeli token listrik pra bayar, atau membeli voucher game.

Polytron Prime 7sProsesor dan Performa Polytron Prime 7s

Untuk mengisi dapur pacunya, Polytron membenamkan prosesor Octacore 2.0 GHz Helio P10 64 bit buatan Mediatek. Nama Mediatek mungkin tidak sesohor Qualcomm. Tapi bukan berarti performanya tak bisa diandalkan.  Saat dicoba menjalankan beragam aplikasi dan fungsi, mulai dari yang ringan hingga berat, Prime 7s baik-baik saja. Tak ada gejala smartphone terengah-engah.

Smartphone ini dibekali baterai berkapasitas 2300 mAh. Agak kecil memang untuk digunakan dalam aktivitas heavy duty. Tapi inilah konsekuensi sebuah smartphone sleek yang baterainya tertanam paten dalam body ponsel (uni body). Faktor kapasitas baterai yang cenderung rada boros ini, ditanggulangi dengan penggunaan teknologi fast charging, yang membantu proses pengisian baterai lebih cepat dari biasanya.

Secara keseluruhan, Polytron Prime 7s mampu diandalkan sebagai smartphone utama untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Dengan tambahan FIRA OS yang membawa fitur-fitur yang dapat membantu memudahkan beberapa kegiatan sehar-hari, semacam pembayaran, Prime 7s cocok digunakan untuk mereka yang memiliki mobilitas tinggi.

Polytron Prime 7sValue for Money

PAda saat rilis di pasar, Prime 7s dibandrol dengan harga IDR 3,7 juta. Mungkin orang akan bertanya, untuk sebuah smartphone buatan dalam negeri, apakah harga segitu tidak kemahalan? Kalau dilihat dari segi harga, boleh jadi akan terkesan kemahalan. Sebab, smartphone-smartphone pesaing yang sama-sama buatan dalam negeri, tidak atau jarang ada yang harganya seperti itu.

Tapi ini bukan soal merek local atau bukan. Ini soal kepantasan. Dari sisi tampilan dan desain sendiri, Prime 7s mampu menunjukkan ini bukan smartphone kebanyakan. Tampilannya yang mewah dan berkelas memberi nilai tersendiri. Selain itu, kelengkapan fiturnya juga baik, apalagi ditambahi dengan FIRA OS, yang memberi nilai tambah tersendiri. Soal performa juga jauh dari mengecewakan. So, inilah sebuah smartphone yang layak jadi flagship-nya Polytron, dan layak juga jadi smartphone utama kalian.