Jika kita sudah berhenti berharap, hampir bisa dipastikan kita akan jadi pribadi yang “kosong” alias tak punya mimpi. Dan, ujungnya akan seperti kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Satu-satunya cara adalah dengan didorong—yang membutuhkan tenaga ekstra luar biasa—atau akhirnya malah benar-benar mati, karena tak bisa digunakan sama sekali.

Di sinilah kekuatan sebuah harapan. Seperti yang terungkap dalam sebuah buku berjudul “Making Hope Happen, Create the Future You Want for Yourself and Others”, hasil karya penelitian Shane J. Lopez, Ph.D. Dalam sebuah bagian buku tersebut diungkapkan bahwa adanya harapan pada manusia bisa meningkatkan produktivitas dan pencapaian akademis yang luar biasa. Hanya, ia menambahkan, harapan tanpa sebuah rencana juga bisa berujung sia-sia. Artinya, jika sebuah harapan baru sudah disandangkan, ia harus disertai dengan rencana-rencana matang untuk ditindaklanjuti.

Sejak pertama sekali 4G lahir saya sangat terkejut dan berdecak kagum karena inilah yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Indonesia. karena penduduk Indonesia itu sangat banyak serta pertumbuhan internetnya juga tinggi. dan yang lebih membanggakan saya adalah ternyata jaringan 4G itu diciptakan oleh orang Indonesia bernama Khoirul Anwar  yang saat ini beliau tinggal di Jepang.

Untuk pertama sekali saya menggunakan teknologi 4G itu di tahun 2015 karena memang di tahun inilah jaringan 4G tumbuh begitu pesat. Awalnya saya agak susah menggunakan jaringan 4G di kampung saya karena jaringannya masih belum menyebar dengan rata. namun seiring perkembangan waktu konektivitas jaringan 4G di kampung saya semakin baik dan bagus.

Pengalaman saya mencoba jaringan 4G itu ketika streaming video di youtube menonton pertandingan Badminton antara Tantowi Ahmad dan Liliana Natsir melawan unggulan dari China bernama Zhang Nan dan Zhao Yunlai maklum waktu itu pertandingan tersebut tidak disiarkan di televisi nasional. China Open dan sayangnya tim Indonesia kalah dari mereka di final. namun walaupun negara kita kurang maju dalam olahraga setidaknya masih ada secercah harapan untuk membangun bangsa ini lewat teknologi.
Apalagi dengan jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk mengelola teknologi kita ini semakin baik. dan kita harus berharapan baik dengan teknologi 4G LTE ini. Di sinilah uniknya sebuah harapan. Hanya sekadar berharap tak akan cukup menjadikan kita sesuatu. Dengan semata berharap—dibarengi impian yang luar biasa tinggi—hanya akan jadi “bahan bakar” kosong jika tak disertai dengan pengertian dasar tentang kekuatan harapan itu sendiri.

 

Lalu sebenarnya, apa yang harus disiapkan jika ingin benar-benar menjadikan sebuah harapan terwujud dan tak berhenti sebatas angan-angan? Seperti yang sudah disebutkan oleh Shane J. Lopez dalam penelitiannya, harus dibarengi dengan adanya rencana. Dan, dibutuhkan pula kesadaran akan hal-hal apa saja yang mungkin muncul di depan, sehingga kita bisa mengantisipasinya.

Proaktif dengan harapan kita sendiri! Pikirkan: apa saja karya yang bisa kita hasilkan, apa saja pekerjaan yang bisa kita selesaikan, apa saja kompetensi yang bisa kita maksimalkan, harus kita padu padankan untuk meraih sukses yang lebih besar.

Mari, kita jaga dan rawat harapan masing-masing melalui berbagai tindakan nyata. Bisa jadi, sebuah hal kecil—apa pun bentuknya—bisa jadi “bahan bakar utama” untuk terus menghidupkan dan mewujudkan dari harapan satu ke harapan lainnya. Terus berjuang, berkarya, dan berikan yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, serta bangsa Indonesia. Semoga Jaringan 4G LTE ini langkah maju untuk membangun jaringan komunikasi dan internet di Indonesia menjadi semakin baik. Amiin

Comments