Pertumbuhan digital society di Indonesia melesat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini bersamaan dengan boomingnya penggunaan smartphone & tablet PC yang lebih praktis, canggih, mobile friendly dan harga semakin terjangkau. Penggunaan gadget tersebut telah menjadi kebutuhan primer sebagai sarana komunikasi multifungsi paling efektif saat ini.

Banyak sekali manfaat yang dapat langsung kita rasakan, mau pesan makanan/minuman favorit, beli pesan tiket, pulsa, taksi, akses transaksi perbankan (m-banking), belanja online, video call, sms, telepon, browsing, social media, multimedia entertainment, tinggal sentuh layar, semua serba always mobile connected, real time online.

Kemajuan tren teknologi informasi di era lintas digital serba cepat seperti sekarang ini memang sudah seharusnya dibarengi dengan percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan IT berkelanjutan, sosialisasi informasi regulasi yang efektif. Juga kerjasama sinergi antara masyarakat pemerhati teknologi informasi, multi stakeholder dan pemerintah melalui berbagai kebijakan adaptasi teknologi dengan terobosan baru mewujudkan visi dan misi untuk membangun smart educated digital society di Indonesia.

Ilmu pengetahuan, teknologi sistem informasi-telekomunikasi beserta aplikasi dan perangkat pendukungnya semua sudah tersedia dari yang sederhana sampai yang paling mutakhir,didukung jaringan internet yang semakin meluas dengan berbagai pilihan teknologi sesuai lokasi dan kebutuhan.

Sejauh pengamatan saya, Sistem Informasi Manajemen akses layanan publik perlu direvitalisasi lagi. Mengapa demikian? Dari pengalaman sederhana, mengakses website sebuah rumah sakit umum daerah untuk mencari informasi untuk reservasi ruang rawat inap dan jadwal dokter,lemotnya minta ampun, hampir setengah jam
hanya untuk menunggu loading..internal server error… telpon hotline call center sibuk terus.

Konten informasi yang ditampilkan juga belum optimal untuk disebut sebagai informasi, dalam arti informasinya kurang/ tidak lengkap/ belum up to date. Sungguh memprihatinkan, di saat membutuhkan suatu informasi sangat penting untuk mengambil keputusan tepat dengan interval waktu yang cepat.

Membaca artikel menarik mengenai panggilan darurat emergency call 112 yang termasuk dalam layanan publik, saya ingin menuliskan pengalaman berikut ini. Di musim hujan bulan kemarin, tetangga saya yang di depan rumahnya ada seorang tunawisma yang terlihat kurang waras. Sakit kehujanan tidak mau beranjak pergi sampai berjam-jam mulai dari siang sampai sore hari. Karena takut nanti terjadi apa-apa dan saya tidak mengetahui nomor kantor polisi di sekitar kota, akhirnya saya berinisiatif untuk langsung pergi lapor ke pos polisi terdekat. Tak lama kemudian mobil patroli datang untuk mengantar ke dinas sosial.

Belajar dari hal yang tampak sederhana tersebut di atas, saya yakin kita bersama dapat menata kembali sistem informasi manajemen dan akses layanan publik lebih baik lagi. Ke depannya dengan membuat atau menggunakan berbagai program aplikasi yang telah teruji kemampuannya. Agar lebih mudah, cepat, aman dan nyaman untuk mengakses informasi real time & up to date yang memerlukan koneksi data berkecepatan tinggi, baik akses komunikasi via suara maupun data dari manapun kita berada.

Tips yang terkadang sering kita abaikan untuk diri saya sendiri dan para pembaca ArenaLTE yang setia. Sebaiknya menyimpan nomor-nomor hp/telepon penting seperti kantor polres, polsek, pos polisi terdekat, ambulance, taksi, call center PLN, rumah sakit, bengkel langganan, dan lain-lain. Karena sewaktu-waktu sangat kita butuhkan di saat darurat, dan jangan lupa selalu tersedia pulsa yang cukup untuk menelpon darurat, baik di rumah maupun saat bepergian, apalagi di saat musim hujan dan malam hari.

Berikut beberapa poin masukan untuk menata kembali sistem Informasi manajemen akses layanan publik :

Standar Platform
Saran dan harapan saya di tahun 2016 ini, pemerintah melalui Kementrian dan semua pihak terkait dapat menetapkan regulasi kebijakan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang memenuhi syarat untuk platform, spesifikasi teknis, website, hardware-software, hosting layanan pubik yang bersifat terbatas dan tidak terbatas (kantor/instansi pemerintahan, sekolah, universitas, rumah sakit, terminal bus, stasiun kereta api, bandara udara, pelabuhan, kepolisian/ quick response, emergency call, serta akses layanan publik lainnya) yang digunakan, sesuai visi, kebijakan dan kebutuhan masing-masing institusi.

Instrumen dan parameter yang dipakai nantinya diharapkan dapat membuat performa akses baik via telepon maupun internet berjalan lancar tanpa kendala, loading page lebih ringan, mobile friendly, optimasi kompresi data/gambar/foto melalui software website builder sesuai perkembangan teknologi yang dapat beradaptasi. Tampilan website dapat menyesuaikan dengan ukuran layar pada smartphone/ tabletpc, dengan semua aplikasi dapat berjalan sebagaimana tampilan desktop. Kemudian network uptime mencapai 99,99%, menu navigasi pencarian informasi, keyword advanced search yang akurat dan responsif.

Pengembangan Teknologi
Berdasarkan hasil riset McKinsey Global Institute yang dirilis pada November 2014, ada lima teknologi (disruptive technology): mobile internet, big data, internet of things (IoT), automation of knowledge dan cloud technology yang berpotensi menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi digital dan perubahan sosial. Di mana revitalisasi Sistem Informasi Manajemen & akses layanan publik dapat mendorong percepatan efisiensi, efektifitas proses layanan publik berjalan lebih optimal yang pada akhirnya dapat meningkatkan ekonomi nasional.

Mobile Internet
Mobile Internet merupakan kebutuhan mutlak masyarakat modern yang diperlukan untuk menunjang segala aktivitas bergerak yang semakin dinamis, karena lebih fleksibel dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Hadirnya teknologi jaringan 4G LTE XL di berbagai kota-kota besar di Indonesia dan akan terus bertambah luas area coverage-nya, lebih efisien dengan kapasitas spektrum bandwith lebih lebar. Kualitas kecepatan penyampaian data digital lebih baik dari teknologi sebelumnya.

Tentu kita harapkan bersama akan dapat mendukung penuh percepatan untuk peningkatan efisiensi waktu, produktifitas dan kreatifitas masyarakat luas demi terwujudnya excellent public services secara bertahap menuju E-Goverment nasional. Di mana real Technology 4G yang diterapkan XL Axiata berjalan sempurna pada frekuensi 1.800MHz berperan penting untuk kemudahan, kenyamanan dan keamanan akses layanan publik.

Big Data
Seiring meningkatnya pertumbuhan kapasitas penyimpanan dan pengolahan serta lalu lintas data di Indonesia khususnya yang berkaitan langsung dengan layanan publik dan keinginan membangun Smart City di kota-kota besar yang layak dan berpotensi, cepat atau lambat pasti akan memerlukan Big Data Storage yang mampu menangani data raksasa dengan segala kompleksitasnya.

Tantangan terbesar membangun sistem Big Data adalah kemampuan sumber daya manusia untuk pengolahan dan analisa data, penentuan platform dengan segala perangkat aktif-sensor-interaktif yang terhubung dengan command/control center.

Di tahun 2016 ini, Kemenkominfo fokus membangun ekosistem digital sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi. Moment ini dapat menjadi terobosan baru menuju implementasi Big Data melalui peningkatan mutu pendidikan,pelatihan,pembangunan ekosistem digital yang pintar, efektif dengan strategi cerdas agar dapat menguasai ilmu dan teknologi untuk masa depan,siap berkompetisi dengan negara maju yang sudah lebih dulu menerapkannya

Cloud Technology
Cloud Computing dengan keunggulan investasi awal yang lebih rendah dapat menjadi alternatif pilihan terbaik untuk merevitalisasi manajemen sistem informasi dan akses layanan publik, hal ini tentu disesuaikan dengan kebijakan,peraturan perundangan serta keperluan dalam menentukan skala efektifitas,prioritas keamanan sistem layanan publik yang akan dibangun

Harapan saya, Indonesia bisa membangun Intergrated Cloud Computing Network yang tangguh dan kuat sebagai salah satu upaya dan solusi implementasi Big Data,untuk meningkatkan daya saing di era global.

Internet of Things
Internet of Things adalah fenomena baru, (istilah ini awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT). Sebuah konvergensi representasi virtual unik hasil pemikiran, penelitian, pengembangan teknologi oleh para ahli yang mengoptimasi alat-alat media sensor aktif, radio frequency identification (RFID), wireless sensor network, smart object interactive yang memungkinkan kita mudah berinteraksi dengan semua peralatan yang terhubung dengan struktur jaringan internet.

Sejatinya, challenge utama dari implementasi Internet of Things ini terdapat pada upaya untuk mendapatkan data secara real time, kebutuhan kecepatan proses pengolahan, penyimpanan serta penyampaian data streaming yang besar, akan berjalan lancar dengan digelarnya teknologi mobile broadband 4G LTE.

Sebagai contoh implementasi pada revitalisasi akses layanan publik,seperti moda transportasi bus misalnya, informasi ketersediaan seat, jadwal keberangkatan, kedatangan, dapat dengan mudah di akses via smartphone melalui aplikasi
yang terhubung real time dengan terminal bus dan departemen perhubungan.

Penerapan lainnya dalam aktivitas layanan publik yang bersifat urgent seperti Pemadam Kebakaran/PMK di kota-kota yang padat penduduk,selain nomor telepon call center yang selalu stand by 24 jam nonstop di setiap pangkalan armada PMK. Perlu dibangun sebuah sistem terpadu mobile Global Positioning System (GPS) yang terinstalasi pada setiap armada PMK dengan gadget plus headphone assist. Bayangkan suara sirine mobil PMK sangat bising, navigasi petugas memerlukan konsentrasi untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, dilengkapi headphone khusus yang dapat meredam suara dari luar untuk dapat berkomunikasi via suara tanpa ada gangguan. Agar dapat menemukan posisi hydran/ sumber air terdekat tanpa ada kekeliruan informasi. Serta sistem intensive mobile communication dengan kepolisian paling dekat dengan lokasi kebakaran untuk deteksi dini antisipasi pengaduan palsu dan pengamanan.

Dan masih banyak inspirasi, gagasan yang masih dapat kita eksplorasi lagi dari ide-ide cemerlang. Meniru teknologi aplikatif tepat guna dari negara lain yang bermanfaat bagi masyarakat umum bukan sesuatu yang harus dihindari, bahkan menjadi suatu keharusan bila hal tersebut dimungkinkan untuk kita teliti, kembangkan dan wujudkan.

Automation of Knowledge
Otomasi pada program revitalisasi sistem informasi manajemen & akses layanan publlik mendapat prioritas tinggi untuk dapat diterapkan agar efisiensi tercapai, proses olah data berlangsung lebih gegas, zero human error.

System Integrator yang ahli dan berpengalaman sangat serta dukungan pemilihan sistem platform software-hardware yang tepat, berkualitas tinggi diperlukan untuk membangun sistem tersebut agar dapat berjalan maksimal, mudah perawatan dan pengembangannya di kemudian hari.

Forum Nasional
Harapan saya, pemerintah bersama dengan institusi pendidikan tinggi, komunitas teknis serta stakeholder baik dari dalam/luar negeri dapat menjadi mitra berperan serta secara inklusif membentuk sebuah forum nasional. Mereka menjadi project & event organizer berbagai acara seminar, konferensi, workshop, pameran, expo, lomba/kontes, kemitraan, membina para siswa/mahasiswa berbakat & berprestasi maupun praktisi/pakar dari berbagai kota dan daerah. Agar nantinya dapat meningkatkan keahlian, berkontribusi pada pembangunan sistem informasi manajemen dan otomasi secara umum maupun khususnya layanan publik yang berbasis teknologi informasi – telekomunikasi. Karena tidak mudah menjadi seorang sistem integrator yang handal, perlu seritfikasi, kompetensi maksimal dalam bidang keahlian tersebut.

Langkah awal untuk menyatukan visi, misi dan persepsi serta efektifitas penyampaian informasi yang fokus, komprehensif dalam prespektif percepatan pembangunan smart educated digital society & community di Indonesia. Maka perlu dibangun sebuah pusat media informasi yang bisa berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika atau sebuah badan independen yang dibentuk langsung oleh Presiden. Di mana para peserta/anggota yang terdiri dari para akademisi, pakar, peneliti, komunitas dan industri yang  telah terdaftar melalui tahap seleksi akan dapat menyalurkan aspirasi, ide dan gagasan, berdiskusi interaktif dalam sebuah forum panel nasional. Ini bisa menjadi bahan untuk dapat menghasilkan kebijakan strategis,solusi opsi terbaik dan program kemitraan kerja.

Membangun kesadaran pentingnya manfaat penggunaan ilmu teknologi informasi-telekomunikasi terkini dengan berbagai perangkat digital beserta aplikasinya yang dapat membantu meningkatkan produktifitas, inovasi kreatif, bisa diwujudkan dengan membangun sebuah website yang didalamnya terintegrasi forum panel interaktif,program kerja, informasi regulasi dan agenda kegiatan yang dapat disosialisasikan melalui pers dan sosial media dengan konten,artikel yang menarik dan komunikatif.

Kemampuan dan prestasi generasi muda Indonesia telah dibuktikan di berbagai ajang regional maupun internasional dalam lomba, kontes startup,aplikasi digital,otomasi robotik, olimpiade ilmu pengetahuan dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan pula, begitu banyak para ahli bergelar master di bidang otomasi teknologi sistem informasi dan telekomunikasi yang handal untuk dapat ikut serta berpartisipasi membangun negeri.
Semoga coverage area 4G LTE dapat menjangkau lebih luas dan merata di setiap kota, kabupaten dan daerah menuju Indonesia Cerdas. Mari Berkarya Membangun Asa Wujudkan Cita, Bersama XL Sekarang Bisa 🙂

Referensi :
http://arenalte.com
http://www.mckinsey.com/insights/energy_resources_materials/three_paths_to_sustained_economic_growth_in_southeast_asia
https://id.wikipedia.org/wiki/Internet_of_Things
http://www.infokomputer.com/2015/10/fitur/tantangan-implementasi-iot-dan-big-data-di-perusahaan/
Sumber foto: http://media.graytvinc.com/images/cell22.jpg