Di Jaman serba digital ini mustahil jika manusia terlepas dari Teknologi. Perkembangan Teknologi tersebut harus disikapi dengan bijak dan menggunakan sesuai fungsinya. Hakikat Teknologi adalah mampu bermanfaat bagi manusia itu sendiri.

 

Pertama kali mendengar 4G LTE memang terkesan aneh. Pernah terpikir kalau “4G” itu (Ganteng Ganteng Gampang Gosip). Ternyata saya salah besar. Justru dari kesalahan itulah, timbul rasa penasaran yang tak dapat disembunyikan. Aku mulai jatuh cinta dengan teknologi 4G. Hingga aku rela berkorban mengambil tabungan untuk membeli Smartphone berbasis 4G.

Pertama kali menggunakan 4G secara langsung saat di Malang. Kebetulan pada waktu ada rekreasi keluarga. Jadi momen yang sangat tepat untuk membeli hp baru. Rekreasi sambil bawa pulang hp canggih kekinian. Kini harga smarphone 4G LTE juga tidak terlalu mahal. Sebanding dengan kualitas jaringannya yang istimewa. Terdepan dalam kecepatan dan konsistensi jaringan. Tak perlu waktu yang lama. aku langsung mencoba kehebatannya.

Saya merinding. Sempat mencubit beberapa kali pipiku, apakah ini mimpi. Saat saya streaming pertandingan bola diluar negeri, tak ada lagi kata buffering. Nonton bola dalam genggaman kini semakin mudah, cepat dan tanpa batasan. Sangat berbeda jauh dengan 3G. Namun saya berharap kecepatan 4G dapat terus dipertahankan atau konsisten. Sehingga feedbacknya juga akan baik dari pengguna 4G LTE.

Pengalaman kedua, saat upload foto selfi sebanyak 30 gambar di Instagram. Maklum kalau rekreasi tak lengkap kalau tidak ber-selfi. Memori saya pun sempat penuh ketika dipenuhi foto alay kami sekeluarga. Alhasil hanya 30 foto yang dapat aku upload ke media sosial. Sebelumnya kalau saya upload foto itu suka bikin gregetan. Udah prosesnya lama, eh terkadang jaringannya gak stabil. Namun ternyata itu hal yang mustahil bagi 4G LTE. Kecepatan Uploadnya bener-bener luar biasa. 30 Foto sukses terupload hanya sekitar 1 menit.

Sukses Upload Foto, berlanjut dengan download file di Youtube. Sudah sejak lama saya hobbi menonton film. Kalau dibioskop kita harus bayar cukup mahal. Sehingga saya lebih memilih menonton film via smartphone. Terkadang tidak jadi baper, kalau koneksi internet putus dan tidak stabil, justru buffering terus. Tidak seru kan, kalau mau nangis tapi filmnya berhenti gara-gara koneksi saya jelek? Tidak perlu waktu lama, langsung coba saya jajal kehebatan 4G lagi untuk menonton film. Klik..klik.. ternyata sukses. Sukses bikin baper menyentuh hati filmnya. Sukses tanpa hambatan buffering lagi. Kalau begini terus bisa tiap hari nonton film di Youtube.

Pengalaman terakhir saat video call dengan nenek di Bali. Dulu memang aku belum pernah video call. Karena HP saya masih butut, hanya sebatas 3G. Sehingga untuk video call itu hal yang mustahil. Namun saya pernah dengar kalau 4G sangat bagus buat video call. dan ternyata hal tersebut benar. Aku dapat melihat wajah kakek dan nenek dengan jelas hingga giginya yang tinggal dua juga kelihatan. Rasa kangen pun jadi hilang, dan wajah mereka seperti awet muda kalau dilihat dari smarphone. Benar-benar teknologi juara. Sampai membuat saya lupa akan kuota. 4 GB akan terasa cepat habis karena saking lancarnya internet.

Secara umum, teknologi 4G LTE memang sangat bermanfaat bagi manusia. Tapi alangkah bijaknya kita menggunakan teknologi untuk hal positif. Teknologi diciptakan untuk memudahkan bukan menghancurkan. Meskipun belum semua wilayah tercover 4G LTE tapi setidaknya ada harapan yang cemerlang di masa datang. Ketika dunia digital semakin dekat dengan manusia tanpa ada hambatan. Teknologi ibarat sebilah pisau, tergantung bagaimana orang tersebut menggunakannya. Namun hendaknya teknologi 4G ini dimaknai sebuah penolong manusia dalam menghadapi kehidupan yang serba digital.