Mencontek sudah menjadi budaya di Indonesia, dari mulai SD sampai ke perguruan tinggi, bahkan terkadang guru pun mencontek ketika ujian sertifikasi. Menurut saya yang juga pernah mencontek, mencontek itu boleh dan sah ketika ada orang yang memberi contekan dengan tujuan demi kebaikan yang lebih besar. Tapi, mencontek juga harus dengan gaya yang cerdas, misalnya saja mencontek gaya J.K.T (Jepang Korea Tiongkok)

JKT ini dulunya adalah raja-raja mencontek, tapi mereka tidak akan menelan mentah-mentah jawaban dari hasil mencontek tersebut, mereka akan memahami terlebih dahulu, menganalisisnya, menambahkan, memodifikasi, bahkan kalau perlu membuat jawaban yang berkebalikan dari jawaban sebelumnya. JKT mencontek hampir semua teknologi-teknologi negara barat, tapi mereka menganalisisnya terlebih dahulu, cocok atau tidak dengan kondisi negaranya, kemudian mereka menambahkan, juga memodifikasi kekurangan teknologi-teknologi barat tersebut. Bahkan kalau bisa menciptakan teknologi baru yang lebih hebat dari temuan-temuan negara barat. Alangkah baiknya menurut saya kalau kita Indonesia, juga mencontek dari JKT yang jago mencontek bidang teknologi digital itu. Tapi itu dulu, sekarang JKT malah menjadi pemberi contekan bagi negara-negara lain.

Di era serba digital ini, yang penting bukan menjadi yang pertama, tapi menjadi yang terbaik. Ide memang penting, tapi bukan segalanya. Menunggu dan mencontek ide orang lain, tapi mengeksekusi secara lebih baik lagi, terkadang, bahkan seringnya jusstru menjadi jalan yang lebih aman dan lebih sukses. Meskipun bukan satu-satunya cara, mencontek atau meniru bisa menjadi titik awal, apakah ide milik orang lain bisa berjalan dengan baik. Mungkin hal tersulit yang harus dilakukan adalah mengubah ide tersebut sehingga menjadi lebih baik lagi, sukses diaplikasikan dan bisa mendapat keuntungan, karena ide juga butuh investasi. Menurut saya semua investor, tidak hanya melihat ide. Mereka berinvestasi kepada orang yang dapat mengubah ide yang sederhana menjadi sebuah keuntungan.

Contohnya yang paling besar mungkin Facebook. Sebelum Facebook, banyak media sosial yang sudah eksis, Facebook bukan yang pertama tapi sekarang Facebook adalah yang terbaik sejauh ini. Begitupun Indonesia kita tercinta ini, semoga suatu saat nanti menjadi yang terbaik di bidang teknologi digital dan menjadi pemberi contekan bagi negara-negara lain.

Indonesia yang sudah mulai berbenah dalam dunia digital, sudah sepatutnya juga meniru apa yang dilakukan negara-negara maju dalam bidang teknologi dan elektronik seperti JKT. Produk-produk dalam negri mereka sangat sukses, baik di dalam maupun luar negri. Saya ambil contoh satu, Korea Selatan.

Kemandirian teknologi yang diterapkan Korea Selatan mulai akhir tahun 70-an menjadi strategi kebijakan pemerintah dalam hal pengembangan inovasi sains dan teknologi industri. Ya, mereka juga mencontek, mencontek apa yang dilakukan negara-negara maju lainnya. Hasilnya luar biasa sekarang, Samsung, LG, Hyundai misalnya. Saya berharap pemerintah Indonesia juga bisa meniru kebijakan pemerintah Korea Selatan, mencoba mandiri dalam hal teknologi mulai tahun 2016 ini. Memang kualitas sumber daya manusia menjadi unsur yang penting untuk mencapai kemandirian teknologi, itu sebabnya Korea Selatan membangun universitas yang khusus untuk menghasilkan ilmuwan.

Tentu tak ada salahnya jika Indonesia juga meniru, membangun atau merubah universitas yang sudah ada menjadi universitas khusus ilmuwan. Hasilnya mungkin baru akan dirasakan dalam kurun waktu yang tidak sebentar, tapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi. Anggaran memang menjadi kendala, kalau di Korea Selatan anggaran di bidang riset dan teknologi cukup besar, sangat-sangat mendukung. Berbeda dengan Indonesia, dimana anggaran untuk Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) malah menurun tahun ini dibanding tahun 2015 yang lalu.

Tapi untunglah perusahan besar seperti XL Axiata sudah merangsang gairah mahasiswa-mahasiswa yang berbakat, untuk unjuk kebolehan, menciptakan sarana digital yang baru dan orisinal di Telco Challenge, sehingga nantinya ide-ide para kontestan bisa diaplikasikan ke masyarakat. Saya berharap kompetisi-kompetisi seperti ini tetap dilakukan secara rutin di Indonesia, dan juga bisa dilaksanakan di tiap-tiap provinsi, serta tidak hanya untuk kalangan mahasiswa saja tentunya.

Harapan saya selanjutnya untuk Indonesia adalah pemerintah kita bisa membangun satu E-commerce besar yang benar-benar mutlak milik negara. E-commerce yang lain daripada yang lain, yang memberdayakan aparatur dan fasilitas negara sampai ketingkat kelurahan. E-commerce yang paling lengkap, yang kalau bisa juga menjual sembako kiloan đŸ˜€ , punya interface yang cantik dan ringan, juga yang bisa melayani semua sistem pembayaran.

Dimana kita tahu, pasti pembeli online di Indonesia ini lebih memilih membayar melalui transaksi cash on delivery (COD) atau bayar di tempat, tidak hanya di kota-kota besar saja tapi hingga ke pelosok bisa melayani sistem COD, selain aman juga bisa menurunkan tingkat pembatalan transaksi.

Menurut Asosiasi E-commerce Indonesia (IdEA) bahwa dalam lima tahun mendatang, jumlah pembeli online di Indonesia akan bertambah dari 15 juta menjadi sekitar 75 juta bahkan mungkin lebih, itu artinya 30 persen dari total populasi jumlah penduduk. Ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia semakin percaya dengan jual beli online. Peran pemerintah sangat diharapkan disini, untuk memberikan pengajaran kepada seluruh pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memulai bisnis online demi meningkatkan kualitas ekonomi pelaku UKM. Itu sebabnya harapan saya pemerintah bisa menciptakan satu e-commerce resmi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang kalau memungkinkan juga bisa diakses secara gratis.

Yang terakhir harapan saya juga di 2016 ini semoga jaringan 4G semua operator seluler masing-masing bisa menjangkau minimal 100 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan stabil juga tentunya. Terwujudnya Google project loon dan Wifi Helion di 2016 ini, diharapkan bisa membantu mempercepat perkembangan jaringan 4G di Indonesia. Pemerintah juga harus memberi atau meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya internet, dengan memperbanyak iklan tentang pentingnya internet di televisi, radio maupun di media cetak. Kesadaran masyarakat tentang produk dalam negri, khususnya smartphone, juga harus di tingkatkan, dengan begitu diharapkan masyarakat pengguna baru smartphone menjatuhkan pilihan untuk membeli smartphone buatan dalam negri.

Produk-produk smartphone buatan dalam negri juga diharapkan bisa bersaing dengan produk-produk dari JKT, bersaing dari segi harga, kualitas dan after sales service, juga diharapkan mampu mencontek teknologi dan fitur-fitur produk luar negri, serta bisa mencontek gaya pemasaran mereka.

Semoga salah satu harapan saya diatas bisa terwujud di tahun 2016 ini.

 

pict from warscapes.com