Aksi jailbreak di iPhone memang memberi kebebasan untuk menjalankan aplikasi dan interface yang Anda inginkan. Tetapi aksi ini nyatanya juga membawa konsekuensi dan risiko. Para peneliti telah menemukan strain di iOS malware yang dijuluki KeyRaider. Malware ini tak tanggung-tanggung telah mencuri lebih dari 225.000 ID Apple dari iPhone jailbreak. Perangkat lunak ini mengambil keuntungan dari aplikasi Cina yang memungkinkan orang langsung meng-upload dan berbagi identitas mereka sendiri.

Serangan ini mungkin tidak akan dialami jika Anda menjalankan versi resmi dari iOS, sehingga Anda tidak perlu panik. Namun, ini bisa menjadi masalah besar di China dan negara-negara lain di mana jailbrake adalah hal yang umum. KeyRaider bisa berkembang hanya karena memiliki sejumlah besar target potensial.

Dikutip dari Engadget.com (1/9/2015), KeyRaider memanfaatkan sebuah aplikasi buatan Tiongkok untuk dapat mencuri data Apple ID atau mengambil kendali ponsel yang ia susupi. Jika Anda secara tidak sengaja mengunduh KeyRaider, maka data akun Apple Anda akan dicuri. Atau sang penyerang akan mengambil alih iPhone jailbreak dan menuntut untuk membayar jika Anda ingin dapat kembali menggunakan ponsel Anda.

Di akhir tahun lalu, pengguna iPad dan iPhone jailbreak juga pernah diserang malware baru bernama “Unfold Baby Panda” yang dapat menginfeksi iDevice dan mencuri informasi penting di dalamnya. “Unfold Baby Panda” ini ditemukan oleh komunitas Jailbroken iOS di Reddit. Mereka mendapati beberapa perangkat yang di-jailbreak baik iPhone atau iPad disusupi oleh malware tersebut.

Awalnya, malware tersebut masih berkeliaran di perangkat berbasis iOS 32-bit dan belum ditemukan berbahaya di 64-bit seperti iPhone 5S, iPad dan iPad Mini Air. Komunitas ini awalnya menemukan malware saat beberapa aplikasi seperti Snapchat dan Google Hangouts mengalami masalah. Infeksi kemudian menyebar melalui situs Tiongkok dan mencuri ID Apple beserta password dari sisi internet yang menggunakan Secure Socket Layer (SSL).