Sejak dahulu kala, manusia sudah memiliki insting untuk bertanding, melebihi kemampuan manusia lainnya untuk kekayaan dan kemenangan. Awalnya pertandingan ini dilakukan dengan berbagai kegiatan fisik, mulai dari berlari, berkelahi dengan maupun tanpa menggunakan senjata, perlombaan ketepatan menembak dan sebagainya.

Di masa kini, kita mengenal seluruh kegiatan itu dengan sebutan ‘olahraga’ dan sudah menjadi bagian dari peradaban manusia modern serta dipertandingkan dalam ajang olimpiade yang menyatukan berbagai manusia dari berbagai negara yang berbeda.

Munculnya eSports, Ajang Olahraga Video Game

Setelah olimpiade dan olahraga, kini kita mengenal istilah eSports: ajang pertandingan video game secara profesional. Game tidak lagi sekedar pengisi waktu luang, tapi sudah sejajar dengan pertandingan kelas dunia lainnya. Hadiahnya yang mencapai ribuan hingga jutaan dolar pun bisa menjamin melesatnya karir seorang gamer, dan menjadi pilihan profesi yang diakui di berbagai negara.

Mengapa muncul eSports? Gaming, sebagaimana dengan olahraga lain, adalah suatu hal yang dilakukan dan digemari oleh sekelompok orang. Ketika kita memiliki sekelompok orang melakukan hal yang sama secara sering, tentu saja ada satu orang yang keahliannya akan melebihi orang lain dalam hal tersebut.

Secara alamiah, tentu saja kita ingin melihat bagaimana orang-orang terbaik dalam bidang ini berkompetisi. Hal tersebut menciptakan hiburan tersendiri dan tidak jarang menjadi inspirasi bagi orang lain untuk memulai bermain video game dan mencetak prestasi serta pengakuan dari orang lain.

Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya peneliti memanfaatkan ajang olahraga seperti olimpiade untuk mempelajari beraneka ragam ekspresi manusia ketika bertanding. Mereka ingin menyibak rahasia di balik senyuman, raut muka cemberut, maupun sorakan gembira ketika seseorang memenangkan pertandingan atau mengalami kekalahan.Micropack

Para peneliti juga percaya bahwa, walau sebagian emosi dan ekspresi raut wajah bersifat universal, artinya semua manusia merasakannya, ada sebagian emosi yang berbeda dari satu orang ke orang lainnya, yang dipengaruhi oleh budaya, faktor lingkungan dan lain sebagainya. Salah satu contoh ekspresi yang menjadi viral di Internet adalah ketika Fu Yuanhui dari Tiongkok meluapkan kegirangannya yang luar biasa walau ia ‘hanya’ memenangkan medali perunggu untuk cabang renang 100 meter wanita.

David Matsumoto, seorang psikolog dari San Fransisco State University dan mantan pelatih tim judo untuk olimpiade, adalah seseorang yang sudah lama mempelajari berbagai emosi dalam pertandingan olahraga. Ia melakukan risetnya dengan mengumpulkan lebih dari 4800 foto yang diambil tepat setelah atlit olimpiade menang atau dinyatakan kalah.

Walau berasal dari 20 negara yang berbeda, semua atlit itu menunjukkan emosi yang sama persis untuk kemarahan, kesedihan, terkejut, gembira, dan kaget. Melalui studi tersebut, emosi dan ekspresi ini adalah faktor yang dinilai bisa menjadi ‘pemersatu’ orang-orang dari berbagai latar belakang, berbagai budaya dan negara dalam berbagai ajang olahraga internasional.

Gamemotion, Emosi dan Ekspresi Dalam Kompetisi Video Game

Demikian juga yang terjadi dalam ajang olahraga eSports. Ekspresi kemenangan yang luar biasa terlihat dari tim yang menang, dan kesedihan terlihat dari tim yang kalah, tapi ekspresi itu tidak hanya ditunjukkan saat pertandingan berakhir.

Ketika pertandingan sedang berlangsung, gamer juga menunjukkan ‘Gamemotion’, yaitu raut wajah, ekspresi dan emosi yang sama dengan apa yang ditunjukkan oleh atlet olimpiade, terutama contohnya: muka yang serius, dengan mata yang terfokus tajam ketika mereka sedang berkonsentrasi, mata yang membelalak, teriakan lantang serta mulut yang tersenyum ketika baru saja memenangkan pertarungan.

Banyak dari ekspresi serta emosi tersebut bersifat universal dan menunjukkan jati diri gamer sebagai atlit kompetitif yang setara dengan atlit bidang olahraga lainnya, selain itu, ajang kompetisi game semacam ini juga mampu menjadi ‘pemersatu’ dari berbagai gamer yang memiliki perbedaan latar belakang, asal negara maupun suku dan bahasa.

Berkaitan dengan kompetisi olahraga eSports yang sedang berlangsung yaitu Lenovo Gaming League 2016 yang diadakan dari bulan Oktober 2016 hingga Januari 2017, Lenovo merayakan jiwa profesionalitas serta semangat berkompetisi yang ada di setiap gamer atlit eSports Indonesia dengan menggelar kontes ‘Gamemotion’ baik di kanal sosial media Lenovo maupun di situs http://bit.ly/ LenovoGamemotionSK yang akan berjalan hingga pertengahan bulan Desember 2016.