Selamat tahun baru 2016. Seperti yang kita tahu di awal tahun ini, perhatian seluruh penggemar teknologi di dunia pasti tertuju ke Las Vegas, Amerika Serikat, tempat digelarnya salah satu pameran teknologi elektronik terbesar di dunia, yaitu Consumer Electronic Show (CES 2016) yang ke 49.

Semua produsen produsen teknologi terkenal meluncurkan produk inovatif mereka disana, mulai dari smartphone, smartwatch, laptop, smartcar, smart TV, VR, robot sampai peralatan peralatan elektronik rumah tangga yang terkoneksi ke internet. Itu sebabnya CES selalu menjadi acuan atau barometer trend apa yang akan berkembang sepanjang tahun ini.

Saya hanya bisa membayangkan, kapan produk dalam negri kita bisa tampil disana dan menjadi trend dunia, atau mungkin saya saja yang tidak tahu kalau produk elektronik dalam negri kita pernah unjuk gigi disana? Tapi bagaimanapun juga kita harus bangga dan cinta dengan produk elektronik dalam negri.

Tahun 2015 menjadi momentum besar bagi dunia digital Indonesia, banyak sekali bermunculan startup seperti Loon Wifi (Helion) yang fenomenal atau aplikasi lokal buatan anak bangsa yang inovatif dan langsung booming. Begitupun operator seluler, yang saling berlomba dalam menghadirkan layanan 4G di seluruh Indonesia.

Walaupun belum merata ke seluruh Indonesia, tapi hampir semua ibukota provinsi sudah mulai mencicipi nikmatnya layanan 4G. Sementara saya yang hanya tinggal di kabupaten, jangankan mencoba 4G, mendapatkan jaringan 3G yang stabil saja pun sulit. Ya semoga saja di tahun 2016 ini jaringan 3G di daerah saya bisa semakin stabil, atau mungkin kebagian 4G juga seperti di kota kota besar.

Beruntung sekali kita punya Menkominfo sekelas pak Rudiantara ini. Dengan cepat ia mendorong perkembangan 4G di Indonesia, teringat saya Menkominfo kita sebelum pak Rudiantara yang pernah mengatakan “internet cepat, buat apa?”

Senang sekali saya saat membaca berita Rudiantara bertemu dengan petinggi Google, Sergey Brin, membahas kerjasama dan menyampaikan rencananya untuk memajukan digital ekonomi nasional. Agar Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Kemudian Google menawarkan bantuan menguji Google Loon Project selama tahun 2016, bekerjasama dengan operator operator besar nasional menyediakan teknologi tower dan BTS di angkasa. Agar jaringan 4G bisa semakin lebih luas jangkauannya hingga ke pelosok daerah seperti tempat tinggal saya ini. Anak Indonesia pun tak mau ketinggalan, Loon Wifi Helion pun dipersiapkan untuk mendukung akses internet ke pelosok pelosok daerah yang tak terjangkau BTS.

Tapi begitupun saya sebagai konsumen paket data internet sangat berharap operator operator seluler di Indonesia tahun 2016 ini bisa lebih memiringkan biaya datanya. Karena sekarang ini banyak sekali pelaku pelaku usaha yang sangat bergantung dengan internet. Jika biaya data semakin mahal, maka biaya operasional usaha semakin tinggi, dan itu menghambat perkembangan dan kemajuan ekonomi. Janganlah hanya mengobral paket bicara, tapi konsumen disergap dengan biaya data yang semakin tinggi.

Memang faktor daerah di Indonesia yang berpulau pulau dan pegunungan menambah biaya pembangunan infrastruktur jaringan, tapi akan adanya kerjasama dengan Google Loon dan Loon Wifi Helion yang kabarnya dapat menjangkau 17.000 pulau di Indonesia, nantinya meringankan biaya dalam hal infrastruktur.

Harapan saya demi membantu memajukan ekonomi pelaku usaha yang sangat berkaitan dengan internet, operator operator selular dapat berlomba lomba memberikan free access ke berbagai e-commerce Indonesia di tahun 2016 ini agar pelaku ekonomi digital tidak terlalu diberatkan dengan biaya operasional yang semakin tinggi seperti biaya data.

Anda setuju?