Kebangkitan internet saat ini telah menumbuhkan beberapa server aplikasi dan konten dibuat secara masal, karena internet memang tumbuh secara bottom-up. Mulai dari jaringan yang dibangun dari nol berbasis IP yang pada awalnya dulu adalah LAN. Sedangkan untuk link antar wilayah masih menumpang pada jaringan milik penyelenggara operator telekomunikasi.

Indonesia merupakan Negara dengan konsumsi teknologi ilmu yang lumayan cukup banyak. Ini mengacu pada prinsip dasar konsumen yaitu, berdasarkan harga yang murah, mutu terbaik, dan layanan yang memuaskan akan manfaat dari teknologi itu sendiri. Lalu posisi bagaimana sebaiknya kita sebagai pengguna teknologi internet yang bebas aktif secara global?.

Adalah layanan broadband pada level akses wireless yaitu LTE yang mampu memberikan layanan broadband-wireles-access (BWA) lebih baik dari akses wireless yang ada saat ini. 4G LTE yang dikembangkan di ranah telepon seluler di bawah lindungan proyek 3GPP (GSM-group, Eropa) dan 3GPP2 (CDMA-2000-group, Amerika). Mungkin sudah ditakdirkan 3GPP2 dan 3GPP untuk menjadi sebuah gabungan yang dinamakan LTE (long term evolution).

Saat ini para pengembang teknologi hampir semua sepakat berkolaborasi pada jaringan LTE, walaupun masih ada jaringan CDMA dengan alasan masih banyak penggunanya, tapi sampai kapan? Entahlah, yang jelas semua kembali pada minat masaing-masing pengguna. Padahal apabila menggunakan 4G LTE kecepatan untuk bisa mengakses internet lebih menjanjikan akan segala kemudahan dan kecepatan akses data yang kita inginkan.

Saatnya melompat ke teknologi yang lebih baru dan hemat

Jaringan frekuensi sebagai sumber daya terbatas yang sudah dikelola dan terencana dengan baik harus digunakan se-efesien mungkin. Peruntukannya memang berubah dari masa ke masa mengikuti alur tren teknologi karena tuntutan masyarakat sebagi penggunanya. Dan ini adalah beberapa hal yang bisa dinikmati berkar jaringan 4G LTE:

  • Dukungan database yang terintegrasi prosedur pelayanan masyarakat miskin semakin baik
  • Para petugas kesehatan di pedesaan dapat ber-chatting ria melalui Facebook, Twitter atau social media lainnya dengan sesama petugas kesehatan di daerah yang lebih maju atau bisa juga Googling untuk mendapatkan informasi terbaru.
  • Pemerintahan pusat bisa dengan cepat mendapatkan data pasien, data distibusi obat juga informasi lainnya dari berbagai penjuru daerah.
  • Siswa bisa belajar mandiri sebagai sesi tambahan dari pelajaran utama di kelasnya.
  • Guru bisa saling berdiskusi online dengan guru-guru di luar daerah untuk bertukar informasi tentang keahlian, metode mengajar, modul ajar dan informasi lainnya. Imbas menggunakan jaringan 4G LTE pemerataan kualitas pendidikan bisa sampai ke seluruh pelosok nusantara tak terkecuali.
  • Semakin tinggi kecepatan akses akan semakin banyak pengakses dari seluruh negeri pun saat meng-upload atau menyimpan hasil kreatifitas konten lokal.
  • Memudahkan orang di seluruh dunia untuk mencari informasi tentang kekayaan social budaya daerah yang ada di nusantara.
  • Dari segi ekonomi akan berdampak secara tidak langsung yaitu menghasilkan sejumlah lapangan kerja.

Menuju masyarakat yang maju dan berkualitas

Karena mobilitas yang tinggi pada sebagian masyarakat sudah menjadikanya sebagi trend gaya hidup, teknologi komunikasi (mobile) sudah menjadi kebutuhan pokok untuk menunjang kegiatan sehari-hari. Maka sebuah smartpone yang sudah terkoneksi dengan internet menjadi salah satu sarana hiburan tersendiri. Berkat dukungan infrasturktur broadband yang baik di semua ruas, layanan video berdefinisi pun dapat kita akses, layanan TV kabel, TV satelit jadi lebih memungkinkan karena sudah bermigrasi ke media distribusi konten.

Salah satu contoh aplikasi yang dapat kita akses dari jaringan 4G LTE yang cocok diterapkan di Indonesia adalah e-health. Misal jaringan Puskesmas nasional, rumah-sakit utama nasional, klinik swasta, dokter ahli, puskesmas daerah, laboratorium medic, krisis center dan banyak lagi yang lainnya. Dengan menerapkan sistem ini pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia bisa lebih meningkat kualitasnya.

Masih banyak solusi yang bisa diciptakan dari era 4G ini yaitu dengan mengembangkan kreatifitas solusi untuk sesama dan kita tinggal menentukan konten mana yang mendapat antusias agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tinggal bagaimana kita bertindak bijaksana dalam penggunaannya, karena bukan tidak mungkin masyarakat menjadi semakin individualis tak memperhatikan lingkungan sekitarnya.

Untuk itu mari jadikan teknologi jaringan 4G LTE sebagai sarana mendapatkan informasi yang baik, bisa berbagi ilmu dan menjadikan kita sebagai mahkluk yang berkualitas.