ArenaLTE.com – Vendor jaringan ZTE mengumumkan keberhasilannya dalam menyelesaikan implementasi proyek teknologi NFV (Network Function Virtualization) bersama HP (Hewlett-Packard) dan operator China Unicom untuk menujukkan kelayakan layanan VoLTE (Voice over LTE).

Teknologi NFV merupakan sebuah konsep arsitektur yang menyediakan kemampuan bagi operator untuk menyederhanakan sistem jaringan mereka, dengan memvirtualisasikan fungsi platform jaringan dan fungsionalitas hardware. Secara sederhana, teknologi NFV mampu menawarkan fungsi, jaringan, dan infrastruktur jaringan sebagai sebuah layanan, bukan sebagai sebuah fitur di dalam sebuah sistem yang terintegrasi.
Baca: ZTE Uji Kemampuan Platform LTE Dual Connectivity TDD-FDD

Untuk memenuhi standar arsitektur European Telecommunications Standards Institute (ETSI), proyek selesai menggunakan server HP C7000 Blade, dan manajer infrastruktur virtual (VIM) yang disediakan oleh ZTE dan HP. Proyek ini juga dilaksanakan dengan menggunakan vEPC, VIMS, VNF Manajer ZTE dan solusi EMS, di samping sebuah NFV Orchestrator yang disediakan oleh HP dan ZTE.

Disebutkan, ini merupakan proyek proof of concept yang melibatkan secara komprehensif elemen vEPC dan VIMS dan solusi pendukung yang diberikan ZTE. Proyek terdiri pengujian untuk layanan VoLTE end-to-end dalam solusi penyebaran lingkungan virtual dari vendor yang berbeda. Termasuk interoperabilitas fungsi dan antarmuka MANO (management and organization), VNF lifecycle management, VNF disaster recovery and maintenance management, VoLTE end-to-end functionality and performance, data plane acceleration dan packet domain gateway functions of C/F separation.

Lewat terobosan ini, ZTE berkomitmen untuk pengembangan teknologi NFV dan teknologi jaringan berbasis cloud, bekerja sama dengan operator dan penyedia teknologi di seluruh dunia dalam proyek PoC. Sampai saat ini, solusi core network virtual ZTE telah berjalan lima proyek secara komersial dan 28 proyek percobaan secara global.