ArenaLTE.com – Berapa banyak data yang terkirimkan lewat jejaring di sekitar kita? Ribuan bahkan jutaan setiap harinya. Melihat hal ini, sekelompok insinyur dari Rice University berhasil melakukan sebuah terobosan baru. Mereka mengklaim telah berhasil mengembangkan WiFi Super yang mengirim data secara nirkabel melalui saluran UHF aktif tanpa mengganggu siaran TV. Ini adalah pertama kalinya data dapat dikirim lewat antena tv biasa.

Jika digunakan dalam televisi generasi berikutnya atau smart TV, teknologi ini secara signifikan dapat meningkatkan jangkauan jaringan “WiFi super” di daerah perkotaan. Teknologi ini bisa memberi nafas baru ke dalam saluran UHF yang mulai sekarat karena popularitas TV kabel, TV satelit Internet. Spektrum UHF adalah salah satu bagian yang paling kurang dimanfaatkan dari spektrum nirkabel padahal potensi saluran UHF sangat besar.

Edward Knightly yang memimpin proyek ini mengungkapkan. “Terbuangnya potensi saluran UHF sangat ironis, karena permintaan untuk layanan data seluler diperkirakan akan tumbuh sepuluh kali lipat dalam lima tahun ke depan, dan saluran UHF sangat cocok untuk menerima dan mengirimkan data nirkabel.”

Knight mengatakan spektrum UHF, yang berkisar 400-700 megahertz, sering disebut tepian dari spektrum nirkabel. Tidak seperti sinyal frekuensi lebih tinggi yang digunakan untuk Wi-Fi hotspot, sinyal UHF tidak terhalang oleh dinding atau pohon. Karena keunggulan ini, wireless hotspot data yang menggunakan UHF sering disebut sebagai “WiFi super.”

Untuk menunjukkan bahwa penyedia layanan nirkabel bisa memanfaatkan spektrum saluran UHF tanpa mengganggu penyiar TV, Knightly dan mahasiswa pascasarjana Rice University, Xu Zhang mengembangkan teknologi yang disebut Wi-Fi in Active TV Channels (Wi-Fi di Saluran TV Aktif) atau disingkat WATCH, dan menerima persetujuan badan telekomunikasi Amerika Serikat, FCC untuk melakukan pengujian di wilayah kampus Rice University.

“Pengujian menunjukkan bahwa WATCH bisa memberikan setidaknya enam kali lebih banyak data nirkabel dibandingkan dengan spektrum tradisional yang tersedia,” ujar Knightly dengan mantap. WATCH butuh sepersekian detik lebih lama untuk berpindah saluran UHF saat sistem sedang menerima data.