ArenaLTE.com – Layanan internet cepat 4G LTE kian populer terutama di kota-kota besar di Indonesia. Semakin banyak pula masyarakat Indonesia yang telah merasakan manfaat dari kecanggihan teknologi seluler generasi keempat ini. Di sisi lain, dengan semakin banyaknya pelanggan, operator ditantang untuk tetap menghadirkan kualitas yang bagus. Berbagai pendekatan pun dilakukan, salah satunya adalah menggunakan teknologi 4T4R.

Teknologi yang merupakan pengembangan dari versi sebelumnya “2T2R” ini berfungsi untuk meningkatkan kecepatan akses data dan kestabilan kualitas layanan 4G LTE. Teknologi 4T4R menggunakan kombinasi multi-signal, berupa kombinasi 4 sinyal transmit dan 4 sinyal receive. Artinya, teknologi ini mampu memancarkan Data dengan kombinasi 4 sinyal, sekaligus menerima data dari kombinasi 4 sinyal.
BACA: Wow! Petani Bisa Gunakan Drone dengan Jaringan 4G LTE Untuk Maksimalkan Hasil Pertanian

Kemampuan teknologi 4T4R tersebut memberikan manfaat yang bisa langsung dirasakan oleh pelanggan 4G LTE. Karena akan mendapatkan kecepatan akses data lebih tinggi, serta kestabilan kualitas layanan yang lebih baik dari teknologi sebelumnya. Pelanggan yang berada di dalam ruangan juga akan merasakan signal yang lebih kuat dan stabil. Bahkan, konsumsi baterai pada smartphone pelanggan juga akan lebih hemat.

Secara teknis, teknologi 4T4R ini mendukung kecepatan maksimum downlink 100 Mbps dengan jangkauan mencapai 120 km untuk 1 BTS. Sehingga berpotensi dapat digunakan untuk meningkatkan cakupan di daerah yang jarang penduduknya dan geografis yang beragam, termasuk kota-kota pesisir dan pulau-pulau terpencil.

Selain itu, manfaat lainnya yang didapatkan oleh pelanggan adalah mampu mengakses aplikasi data besar. Mereka akan sangat merasakan pengalaman “Real time” untuk mengakses data cloud bermuatan besar. Bahkan akan semakin sering menggunakan internet real tanpa di simpan di lokal memori ponsel, karena sudah tidak ada perbedaan kecepatan.

Di luar negeri, beberapa operator besar telah menguji coba dan mengimplementasikannya. Seperti Nokia dan KT, operator seluler di Korea Selatan, yang telah mengujinya sejak awal tahun 2015 silam. Kemudian pada Februari tahun lalu, Huawei dan LG U+ Korea memasuki tahap pra komersial. Bahkan tetangga kita, operator True dari Thailand menggandeng Huawei pada Juni kemarin telah meluncurkan jaringan 4,5G dengan solusi SingleRAN 4T4R dari Huawei.teknologi RDS XL

Di Indonesia, operator yang mengadopsi teknologi 4T4R di jaringan 4G LTE adalah XL Axiata. Rahmadi Mulyohartono, Senior GM Network Planning XL, mengatakan upaya untuk meningkatkan kualitas layanan 4G LTE tidak sebatas terus memperluas wilayah layanan, namun juga pada penerapan bermacam teknologi terkini agar kecepatan dan kestabilan sinyal bisa ditingkatkan.

“Bagaimanapun, hanya menimplementasikan layanan 4G LTE saja tak cukup, tanpa disertai dengan pengelolaan agar kualitas layanan bisa ditingkatkan. Semakin baik kualitas layanannya, akan semakin banyak manfaat yang bisa didapatkan pelanggan,” kata Rahmadi.
BACA: Raih 8 Juta Pelanggan, XL Adopsi 2 Teknologi untuk Tingkatkan Kualitas 4G LTE

Dijelaskan, untuk saat ini XL hanya mengaktifkan teknologi 4T4R di jaringan LTE. Sehingga hanya pelanggan dengan kapabilitas LTE dan ponsel dengan klasifikasi smartphone yang sudah bisa merasakan manfaatnya.

Teknologi tersebut sudah di implementasikan sejak Juli 2016 lalu, antara lain di Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Secara bertahap akan terus diperluas ke kota-kota 4G lainnya, antara lain Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Nah, bagi Anda yang sekarang berada di daerah tersebut, apakah sudah merasakan manfaat dari teknologi 4T4R ini?