ArenaLTE.com – Seiring penerapan teknologi jaringan yang semakin canggih, Pemerintah Indonesia mengungkapkan akan menuangkannya dalam konsep smart city. Diharapkan dari konsep kota pintar ini akan lahir manfaat teknologi digital atau Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk peningkatan kuallitas dan kinerja layanan perkotaan. Namun demikian, bukan berarti hal tersebut juga tidak berisiko, ada tantangan dalam implementasi smart city di Indonesia.

Keamanan masih merupakan persoalan di jaringan sistem manapun. Terlebih jika sistem tersebut mencakup seluruh kota, ancaman keamanan perlu ditangani dengan serius. Semakin banyaknya sistem yang terhubung akan menyebabkan semakin kompleks pula penanganannya. Beberapa bagian dari infrastruktur Smart City biasanya ditangani oleh lembaga yang berbeda-beda, tanpa adanya pengelolaan pusat yang mampu menetapkan standar pengelolaan cyber security di seluruh organisasi tersebut.
Baca juga: Memahami implementasi kota pintar di Indonesia

Dalam keterangan yang tertulis, Sancoyo Setiabudi, Country Manager untuk Cisco Indonesia, Selasa (1/12/2015), di Jakarta, mengungkapkan, “Kini kita terhubung antara satu sama lain, lebih dari sebelumnya dan dengan semakin banyaknya obyek yang terhubung dengan internet, data dan analitik dari data tersebut dapat membawa layanan yang lebih baik untuk para penduduk, bisnis, manusia, saya dan anda,” jelasnya.

Sancoyo mengutarakan, satu hal yang penting pada transformasi digital smart city di Indonesia ini adalah keamanan berada di tempat yang tepat untuk memastikan keamanan data, perangkat kita selamat, dan firewall yang aman. “Esok hari yang aman untuk Indonesia dimulai dari sekarang,” ungkapnya.

Masalah lainnya adalah banyaknya perangkat yang terhubung ke jaringan atau sistem Smart City di Indonesia. Dari pompa air hingga lampu lalu lintas, yang pada mulanya tidak dirancang untuk terhubung pada internet, sehingga tidak dibangun dengan pendekatan cybersecurity. Ahli tata kota perlu mengutamakan kekhawatiran terhadap akses pada sistem-sistem penting. Memanfaatkan isolasi jaringan yang baik dapat memastikan bahwa pelanggaran di sebuah sistem tidak mengakibatkan pelanggaran di sistem lainnya.

Para ahli infrastruktur Smart City di Indonesia perlu menyadari bahwa tidak ada sistem yang sepenuhnya 100 persen aman. Pemantauan sistem untuk menemukan dan menghentikan gangguan sama pentingnya dengan mengamankan sistem. Begitu pula dengan pentingnya keamanan data pribadi seorang penduduk jika terjadi cyber attack pada sebuah Smart City. Data pribadi ini dapat meliputi informasi penting yang biasanya digunakan pada pendaftaran administrasi dalam bentuk apapun, dari akun media sosial, rekening bank, hingga informasi kartu kredit.

Mengatasi Celah Keamanan pada Smart City di Indonesia

Salah satu cara mendasar untuk mengatasi celah keamanan pada Smart City adalah dengan menggunakan teknologi firewall, sebuah sistem keamanan jaringan yang dapat memantau dan mengendalikan lalu lintas jaringan keluar dan masuk berdasarkan kebijakan keamanan yang telah ditetapkan.

Biasanya teknologi firewall memberikan penghalang antara jaringan dalam yang aman dan terpercaya dengan jaringan luar yang diasumsikan tidak aman dan tidak terpercaya, seperti internet.  Namun pada kasus tertentu, beberapa sistem sangat penting sehingga lebih baik untuk sama sekali tidak terhubung pada koneksi internet luar.

Kebijakan mengenai pengendalian akses data juga merupakan langkah yang penting untuk diterapkan. Selain menjada sistem terhadap serangkaian cyber attack, aspek manusia dari sebuah sistem juga penting. Dengan membangun kebijakan mengenai siapa yang dapat mengakses data, hal ini dapat memberikan pembatasn akses yang ketat pada data dan menghindari akses yang tidak diinginkan pada data-data penting.