ArenaLTE.com –VMware, pemain infrastruktur cloud dan mobilitas bisnis mengemukakan solusi untuk mengatasi faktor utama yang menghambat berlangsungnya inovasi digital bagi bisnis di Indonesia: yakni desentralisasi IT dan dampaknya terhadap operasional secara keseluruhan di perusahaan. Salah satunya dengan menerapan strategi VMWare Cloud.

Menurut riset VMware, hampir separuh responden dari kalangan bisnis mengungkapkan IT dianggap tidak cukup siap dalam mendukung perusahaan serta tumbuh-kembangnya inovasi-inovasi di perusahaan itu sendiri.

VMware coludDalam riset bertajuk “VMware State of the Cloud 2016”, terdapat temuan bahwa IT tidak cukup sigap dalam mendukung perusahaan serta berlangsungnya inovasi bisnis itu sendiri. Pada akhirnya akan mendorong terjadinya desentralisasi IT serta dilakukannya pengadopsian multi-cloud.

Disebutkan pula laporan bahwa Indonesia saat ini tengah mengalami tingginya gelombang desentralisasi IT di perusahaan. Paling tidak 80 persen responden menyatakan bahwa belanja IT beserta pengelolaannya tidak sedikit yang justru melampaui kebutuhan seperti yang telah diantisipasi oleh departemen IT itu sendiri. Hal inilah yang kemudian mendorong membengkaknya pembelanjaan untuk layanan cloud yang dilakukan oleh pihak-pihak lain di luar departemen IT perusahaan.

Separuh lebih responden mengindikasikan bahwa faktor utama yang mendorong dilakukannya desentralisasi IT di perusahaan adalah kekurangsiapan IT dalam mendukung bisnis dan inovasi yang tengah gencar mereka canangkan.

Lini-lini bisnis perusahaan mendambakan adanya fleksibilitas dan kegesitan IT agar mampu mendukung mereka dalam berinovasi, dan sementara itu, lebih dari setengah dari seluruh responden sepakat bahwa desentralisasi IT justru menjadi faktor yang menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya IT secara keseluruhan (57 persen) dan mencetuskan munculnya potensi kerentanan keamanan siber (77 persen).

Sebanyak 93 persen responden yang berasal dari Indonesia – responden terbanyak di antara negara-negara yang disurvei – juga mengindikasikan bahwa desentralisasi telah membawa tantangan tersendiri bagi departemen IT dalam mengemban tugas sesuai dengan fungsi mereka.

“Ketidaktransparansian dari desentralisasi IT ini justru berakibat fatal dan memunculkan masalah-masalah baru, seperti pembengkakan biaya yang besar serta masalah-masalah terkait keamanan,” tutur Adi Rusli, senior director and country manager, Indonesia, VMware.

Guna mendukung organisasi dan perusahaan di Indonesia, VMware memperluas strategi hybrid cloud yang dimilikinya melalui penawaran VMware Cross-Cloud Architecture. Memungkinkan perusahaan mengelola, mengendalikan, serta menerapkan perlindungan keamanan pada aplikasi-aplikasi yang beroperasi di atas public cloud, contohnya seperti, AWS, Azure maupun IBM Cloud.

VMware juga menghadirkan VMware Cloud Foundation yang menawarkan pilihan baru “as-a-service” yang menampilkan seluruh suguhan terbaik dari Software-Defined Data Center (SDDC) di sebuah lingkungan hybrid cloud.