ArenaLTE.com – Urusan lacak melacak smartphone memang seru untuk dicermati, pasalnya ada unsur sci-fi yang selalu menyertai di dalamnya. Sekian lama kita terbiasa dengan istilah melacak lokasi smartphone lewat koordinat GPS (Global Positiong system) dan cell BTS (Base Transceiver Station) tracking.

Kini ada model pelacakan baru yang digagas oleh ilmuwan dari Universitas Stanford, California. Mereka mencoba pendekatan baru mengandalkan pemantaun status baterai untuk melacak lokasi smartphone yang hilang atau dicuri.

Dikutip dari Ubergizmo.com, cara baru melacak lokasi smartphone menggunakan baterai ini dilakukan dengan cara pola pemakaian baterai. Semakin jauh ponsel dari menara BTS, pemakaian baterai akan makin tinggi disebabkan karena sinyal pancaran seluler melemah. Transmisi penerima pada smartphone harus bekerja ‘ekstra’ saat posisi kian jauh dari BTS, menjadikan energi baterai lekas terkuras.

Dalam metode yang dibesut Steve Engelhard and Arvind Narayanan dari Universitas Stanford, obyek yang menghalangi penetrasi sinyal dan pemakaian baterai akibat kegiatan tertentu juga turut dihitung dengan memakai algoritma khusus. Dalam observasinya tentu kedua peneliti ini perlu dukungan aplikasi khusus. Mereka mengklaim jika aplikasi yang dikembangkan tak memiliki akses ke GPS ataupun fasilitas pelacak lainnya seperti WiFi dan sinyal seluler.
melacak Lokasi Smartphone
Sebagai gantinya, pengembang aplikasi hanya butuh izin (permission) untuk memakai koneksi jaringan dan permission untuk mengakses data penggunaan baterai. Dua jenis permission itu merupakan hal umum diminta oleh aplikasi-aplikasi Android. Tentu saja permission itu bukan hal yang mencurigakan. Di toko online aplikasi Play Store, contohnya,  sekitar 179 aplikasi yang meminta akses ke dua hal tersebut.

Aktivitas di smartphone, seperti melakukan panggilan telepon, membuka peta ataupun media sosial akan mempengaruhi pemakaian baterai. Namun aplikasi ini dipercaya sanggup menyaring aneka faktor lain dan menghasilkan penghitungan yang lebih akurat.