ArenaLTE.com – Guna mewujudkan konsep Intenet of Things secara terpadu, beragam elemen yang mencakup keseharian harus dikembangkan secara terpadu, dan salah satunya adalah smart home (rumah pintar). Dan berita paling gress terkait terobosan diatas datang dari vendor asal Finlandia, yakni Nokia. Bertempat di markas Nokia, di kota Espoo, kemarin (14/6/2016), resmi diperkenalkan solusi smart home Nokia.

Yang ditawarkan dari solusi smart home Nokia terbaru ini mencakup potensi bagi operator seluler dan operator jaringan dengan cepat dapat menawarkan layanan baru untuk pelanggan perumahan (retail) dalam payung digital home solution sebagai kerangka Internet of Things (IoT).

Solusi smart home Nokia ini mendukung adaptasi berbagai sensor dan perangkat terkait lain yang dapat dengan mudah untuk mendukung sistem keamanan, otomatisasi dan jasa metering cerdas, dan pastinya menyuguhkan model yang sederhana, terintegrasi dengan keunggulan teknologi plug and play.

Hadirnya smart home Nokia ini didasari atas tumbuhnya tren IoT yang terbilang pesat, di tahun 2014 lalu, jumlah perangkat IoT yang telah terhubung mencapai 1,6 miliar device. Dan diprediksi pada tahun 2020 akan meningkat di rentang 20 sampai 46 miliar device. Dan bagi operator jaringan kini sedang mencari cara-cara baru untuk membantu pelanggan dalam memanfaatkan IoT untuk semua aspek kehidupan mereka. Sementara Nokia sebagai vendor penyedia sistem dan perangkat, membantu operator jaringan dalam single box solution.

smart homeBACA: Ini Tantangan Implementesi Internet Of Things di Indonesia Menurut Ericsson

Dengan platform Nokia smart home gateway memungkinkan bagi pelanggan dengan mudah memantau dan mengendalikan segala sesuatu dari dalam rumah lewat smartphone atau tablet. Diantara tools yang ditawarkan seperti pemantauan suhu, sensor gerak, sensor jendela, detektor asap, kendali lampu, dan kamera keamanan.

Terkait instalasi, untuk membantu merampingkan dan menyederhanakan instalasi di rumah, solusi Nokia Smart Home memberikan tiga elemen kunci bagi operator jaringan. Elemen pertama adalah satu perangkat yang bertindak sebagai Optical Network Terminal (ONT) untuk akses residential and smart home gateway. Yang kedua adalah aplikasi mobile (pada iOS dan Android) untuk mengontrol rumah. Dan elemen terakhir adalah sebuah platform IoT yang menyajikan manajemen end-to-end sebagai kendali ekosistem Smart Home.

Jonathan Collins, Direktur Riset untuk Smart Home di ABI Research mengatakan, “Pasar Smart Home masih cukup luas dan terbilang muda, sangat ideal melengkapi struktur IoT, dan yang lebih penting dapat membantu pendapatan bagi operator jaringan. Smart home juga menyajikan beberapa protokol dalam satu perangkat, termasuk WiFi, ZigBee dan Z-Wave.”