ArenaLTE.com – Kehadiran Sony Xperia Z5 Premium diklaim sebagai smartphone pertama didunia yang memiliki layar 5,5 inchi beresolusi layar 4K dengan kerapatan layar 806 ppi. Dibalik kecanggihan layar 4K ini muncul berbagai kabar miring yang menyebutkan jika smartphone dengan layar 4K lebih boros dalam penggunaan baterai. Seperti yang kita ketahui, layar menjadi salah satu penyedot baterai paling boros dibandingkan fitur-fitur lain dalam smartphone.
Baca juga: Mengenal Sony Xperia Z5 Premium

Kehadiran layar 4K yang dapat mendukung video Ultra HD 4K memang disertai dengan dua beban yaitu beban harga tinggi dan beban konsumsi baterai. Namun ternyata anggapan layar 4K yang boros baterai tidak sepenuhnya benar. Kogakuin University di Jepang dan Fujitsu berhasil menemukan teknologi software terbaru yang mampu meningkatkan resolusi layar smartphone dengan resolusi 4K tanpa harus membebani daya tahan baterai.

Universitas dan vendor elektronik di Jepang ini berkolaborasi untuk mengembangkan software baru yang dapat memutarkan video Ultra HD 4K pada smartphone untuk resolusi 3840 × 2160 piksel, atau yang sering disebut sebagai layar 4K. Software teknologi baru ini dapat menampilkan video Ultra HD 4K dengan stabil pada framerate 30 fps dan tetap dapat menghemat konsumsi baterai. Kogakuin University juga telah mengkonfirmasi bahwa memungkinkan untuk meningkatkan frame rate video yang lebih tinggi lagi hingga 60 fps.

xperia-z5-premium-layar-4KHingga saat ini baru smartphone Sony Xperia Z5 Premium yang dilengkapi dengan layar 4K, dan menampilkan konten dalam resolusi canggih ini sangat menguras baterai, sehingga Z5 Premium dirancang untuk hanya mendukung output dalam 4K selama pemutaran media, dan tidak saat browsing biasa. Software baru ini nantinya dapat menghindari salah satu efek negatif dari kemampuan memutarkan video Ultra HD dan menepis berbagai tanggapan miring tentang layar 4K.

Baca Juga : Layar Sony Xperia Z5 Premium tidak sepenuhnya 4K

Universitas Kogakuin mulai meneliti metode processing pada tahun 2012, dan sejak itu telah dilakukan berbagai implementasi dengan unit FE super-resolusi Keisoku Giken, yang dapat mengkonversi video yang diambil oleh kamera profesional kedalam kemampuan 4K. Fujitsu sendiri membantu meningkatkan dan menyederhanakan teknologi, yang sekarang dapat diterapkan secara real-time dengan menggunakan software smartphone tanpa perlu hardware tambahan.

Dengan penerapan teknologi 4K yang masih dalam tahap awal, dibutuhkan dorongan untuk dapat membawa format tampilan baru ini secara massal Harga yang lebih rendah dengan dukungan kemajuan visual baru yang meningkatkan kedalaman dan warna sehingga membuat 4K TV jadi lebih realistis. Sementara itu, inovasi oleh Fujitsu dan Kogakuin Universitas bisa mewakili sebuah metode sederhana dan murah guna membawa teknologi untuk diterapkkan dalam perangkat yang lebih kecil.