ArenaLTE.com – Untuk menopang pertumbuhan kebutuhan Smart City yang didukung IoT, jaringan-jaringan masa depan harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut: jaringan harus dirancang untuk mencegah kemacetan; jaringan harus mendukung arsitektur cloud edge yang pemenuhan latensi ultrarendahnya diperlukan oleh aplikasi-aplikasi IoT bermisi penting. Jaringan pun harus hemat. Hal ini dapat dicapai melalui fungsi jaringan tervirtualisasi. Jaringan juga harus sangat skalabel.

Dalam rangka membangun jaringan-jaringan sebagaimana dimaksud di atas, pemerintah, operator jaringan dan penyedia peralatan telekomunikasi perlu berkolaborasi untuk mendesain dan merancang satu pondasi penting, yaitu jaringan Smart City, dengan cara-cara sebagai berikut:

Untuk memenuhi persyaratan IoT selular (wide area network), beberapa generasi teknologi nirkabel dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan biaya yang lebih rendah, cakupan yang diperluas, serta daya tahan baterai yang lebih lama untuk perangkat-perangkat akhir. Jaringan 2G tersebar di mana-mana dan secara ekonomis dapat mendukung lewatan data rate yang lebih rendah dari perangkat-perangkat sederhana. Namun, operator-operator cenderung akan cepat bermigrasi ke 4G/LTE dan peningkatan-peningkatan terkait pendamping IoT, seperti LTE untuk Machine Type Communications/Narrow Band IoT.

Sebuah kota cerdas perlu untuk menyediakan akses broadband menyeluruh yang mampu menghubungkan semua orang, mesin dan sensor perangkat, sambil menyediakan layanan berkecepatan tinggi yang diharapkan pemerintah, dunia bisnis dan masyarakat.

Transisi dari beberapa layanan telekomunikasi yang terpisah ke jaringan multi-layanan yang terbagi di dalam kota yang terpadu dan terkonvergensi akan menghasilkan efisiensi operasional pelayanan publik yang lebih luas dan biaya yang lebih rendah secara keseluruhan.

Pengembangan arsitektur cloud kota dengan jaringan tervirtualisasi yang didefinisikan oleh software akan memungkinkan konektivitas yang lebih aman dan fleksibel antara situs, kelompok kerja dan aplikasi. Hal ini juga akan memungkinkan kota tersebut untuk menanggapi permintaan yang bertumbuh dengan cara yang lancar.

Pelaksanaan platform manajemen layanan machine-to-machine yang menyeluruh dalam satu kota yang mampu mengotomatisasi manajemen perangkat IoT dan mudah diintegrasikan dengan solusi-solusi pihak ketiga.