ArenaLTE.com – OIS (Optical image stabilization) telah dikenal sebagai fitur canggih pada kamera poket dan kamera profesional. Beberapa smartphone seri high end sudah menerapkan fitur ini pada smartphone andalannya, seperti seri Lumia, LG G4, iPhone 6S, dan Samsung Galaxy terbaru. Dan kini masih dalam platform OIS, vendor ponsel asal Cina, Oppo pada ajang Mobile World Congress (MWC) 2016 di Barcelona, Spanyol telah memperkenalkan fitur inovatifnya OIS smart sensor.

Mengapa Oppo berminat mengembangkan teknologi tersebut? Perusahaan asal Tiongkok tersebut beralasan saat ini posisi smartphone sudah mengambil alih fungsi kamera pribadi, membuat kinerja mobile fotografi menjadi faktor penting bagi pembeli smartphone. Oppo melanjutkan komitmen untuk terobosan dalam revolusi kamera smartphone dan memberikan pengguna kemampuan untuk “mengambil foto terbaik kapan saja dan di mana saja”. Mereka kemudian memutuskan untuk mengatasi masalah yang diakui secara umum mengenai stabilisasi gambar sehingga mengembangkan OIS Smart sensor.

Sebagai informasi, teknologi OIS sebenarnya memiliki dua jenis, yakni berbasis lensa dan berbasis sensor. Namun karena keterbatasan ukuran perangkat smartphone, semua solusi stabilisasi gambar yang diterapkan industri saat ini hanya berbasis lensa. Mengandalkan pada teknologi inovatif MEMS (micro-electro-mechanical system), OPPO OIS Smart Sensor diklaim sebagai solusi berbasis sensor pertama kali di dunia untuk smartphone.
Baca juga: Wow! Teknologi Oppo Super VOOC Flash Charge Mampu Isi Penuh Baterai Ponsel dalam 15 Menit

OIS-Smart-Sensor

Oppo juga mengklaim, teknologi rancangan mereka adalah stabilisasi sensor terkecil di dunia, mirip dengan teknologi yang disematkan pada kamera mirrorless berbasis sensor canggih. Teknologi OIS smart sensor milik Oppo berbeda dengan OIS sebelumnya. Karena memungkinkan sensor untuk bergerak secara otomatis melalui sensor drive.

OIS smart sensor menggunakan 3 sumbu untuk melakukan stabilisasi gambar. Untuk mencapai stabilisasi gambar dengan tiga sumbu, hanya membutuhkan waktu 15 milidetik. Teknologi ini menggunakan voltage-driven sensor yang mengurangi konsumsi daya ke level 10 miliwatt atau 50 kali lebih kecil dari konsumsi daya OIS berbasis lensa.

Sementara itu sistem OIS berbasis lensa membutuhkan daya besar yang dapat secara cepat memanaskan modul. Sehingga bisa mempengaruhi kualitas gambar, terutama apabila perangkat digunakan dalam jangka waktu yang lama untuk mengambil gambar. Namun konsumsi daya yang rendah dari MEMS yang dioptimasi ini menyajikan suhu rendah yang konstan dan mempertahankan kualitas gambar bahkan jika digunakan untuk mengambil gambar dalam waktu yang lama.

Tak hanya itu, OIS smart sensor ini juga memiliki kemampuan memperbaiki getaran hingga 0,3 pM, sekitar sepertiga dari ukuran pixel sensor seluler biasa. Sementara pada sistem lensa, kamera ini bekerja pada dua titik sumbu. Yang menjadi kunci dari implementasi OIS adalah, merekayasa sisi hardware, yaitu di bagian sensor yang merupakan bagian terakhir dari kamera sebelum merubah objek yang di foto sebelum menjadi file digital.

Dengan OIS smart sensor ini, perusahaan lagi-lagi sesumbar kamera smartphone akan menjadi seperti kamera SLR berukuran saku, yang mampu menangkap momen indah secara rinci. Bahkan ketika kondisi pencahayaan yang tidak ideal, seperti di sebuah pesta atau konser, teknologi tersebut memastikan gambar yang jelas dan terang dengan membiarkan waktu eksposure yang lebih lama. Namun kita harus mencobanya langsung untuk membuktikan apakah klaim tersebut benar atau tidak.

Di MWC 2016, Oppo juga mengumumkan strategi terbarunya dengan mengganti tagline “Camera Phone” dan berencana untuk memperkuat lini produk yang berkaitan erat dengan fotografi.