ArenaLTE.com – Nokia dan Saudi Telecom Company (STC) sedang melakukan uji teknologi MulteFire. Ini adalah solusi yang menggabungkan kinerja teknologi 4G LTE (Long Term Evolution) dengan kesederhanaan penyebaran pada spektrum WiFi (Wireless Fidelity) yang tak berlisensi di frekuensi 5 Ghz.

Uji coba MulteFire ini didasarkan atas meningkatnya permintaan kebutuhan data yang terus meningkat, bagi operator melakukan segala upaya untuk menjajal beberapa opsi teknologi sudah jamak dilakukan.

Nokia-MulteFire

Selain tantangan pada coverage, dewasa ini operator juga dituntut untuk memperkuat kapasitas jaringan di wilayah stadio, perkantoran, pusat belanja, dan bandara. Tapi disisi lain, peningkatan pengguna mobile data secara drastis membuat operator kerap kekurangan kapasitas pada cell, alhasil kualitas yang diterima oleh pengguna jadi menurun.

Dalam pelaksanaan uji coba Nokia menggunakan teknologi cell BTS (Base Transeiver Station) FlexiZone sebagai komponen hardware, sementara software yang digunakan adalah MulteFire. Elemen software MulteFire bekerja berdampingan dengan WiFi untuk menghasilkan kinerja, kecepatan dan keamanan maksimal pada linglungan LTE yang berada di area padata penduduk. Untuk itu MulteFire dilengkapi jaringan heterogen (HetNets), yang menggunakan campuran radio sel makro dan micro, sehingga memungkinkan operator untuk memenuhi tuntutan meningkatnya konektivitas dari cetak biru smart city di masa dan Internet of Things (IoT).

Waseem Al-Marzogi, Head of STC Group Business, Nokia mengatakan, “Sebagai salah satu anggota pendiri MulteFire Alliance, Nokia mendorong pengembangan spesifikasi teknis global, dan uji coba ini merupakan langkah penting menuju komersialisasi teknologi. Kerjasama kami dengan operator seperti STC, dapat sekaligus memperlihatkan cara-cara baru untuk memanfaatkan spektrum seperti 5 GHz untuk memenuhi tuntutan jaringan hari ini dan masa depan.”

Sebelum ditawarkan oleh Nokia, pengembangan adopsi LTE tanpa lisensi frekuensi pertama kali diperkenalkan oleh Qualcomm. Teknologi yang berjalan di jaringan tanpa biaya lisensi apapun atau dijuluki “LTE Unlicensed” ini memungkinkan jaringan selular untuk memberikan frekuensi dalam spektrum yang berjalan bersamaan dengan frekuensi yang digunakan oleh WiFi dan Bluetooth.

Operator seluler dapat memberikan spektrum jaringan untuk pelanggan tanpa perlu membayar untuk setiap biaya penggunaan. Operator seluler seperti T-Mobile AS, SK Telecom, dan Verizon juga tengah mencari kemungkinan mengaktifkan Unlicensed LTE pada jaringan mereka.

Namun, Google dan Wi-Fi Alliance telah memperingatkan perusahaan-perusahaan itu akan hasil negatif penggunaan LTE Unlicensed. Teknologi LTE tanpa lisensi ini menggunakan spektrum jaringan 5 GHz, sama dengan spektrum WiFi, sehingga ada kemungkinan bahwa pengguna WiFi akan merasa kecepatan data mereka menurun saat banyak pengguna mengakses jaringan yang sama.