ArenaLTE.com – Kehadiran sistem layanan cloud computing (komputasi awan) merubah konsep sistem bisnis bagi perusahaan di era digital seperti sekarang ini. Salah satu hal yang menjadi daya tarik utama dari layanan cloud adalah proses pengaturan (set-up) dan penyebaran layanan yang cepat dan efisien karena memungkinkan bagi perusahaan tanpa harus menambah infrastruktur hardware sendiri lagi.

Hal ini membuat inovasi IT di enterprise jauh lebih fleksibel dan tidak terlalu rumit bahkan proses pengaktifannya membutuhkan waktu lebih cepat daripada sistem tradisional. Hal ini yang menjadi banyak pemikiran bahwa sistem cloud sangat cocok untuk perusahaan teknologi.

Namun sebenarnya untuk memulai sebuah sistem teknologi berbasis layanan cloud ini tidak sesederhana menekan tombol ‘on’. Penerapan sistem ini perlu dilakukan dengan cara yang tepat dan yang terpenting adalah mampu mendukung proses bisnis yang telah berjalan. Dan kehadiran sistem terbaru cloud ini sekaligus memungkinkan lahirnya sebuah cara baru dalam bekerja yang lebih efisien.

Layanan CloudChristopher G. Chelliah yang menjabat sebagai Group Vice President dan Chief Architect for Core Technology and Cloud, Oracle Asia Pasifik memberikan beberapa tips dan trik dan hal penting yang harus diperhatikan ketika memilih layanan cloud yang tepat.

Berdasarkan pengalamannya yang sudah lebih dari 22 tahun bergelut di industri sistem informasi yang bertanggung jawab terhadap bisnis lisensi teknologi database inti untuk Oracle di Asia Pasifik, dengan mengembangkan pengadopsian inovasi Oracle, termasuk layanan cloud pada beberapa perusahaan dan mitra bisnis dari sektor telekomunikasi, keuangan, dan pemerintahan.

Chelliah menekankan tentang pentingnya sistem cloud yang baru ini agar dapat beradaptasi dan dapat berinteraksi dengan sistem yang ada hal ini harus diperhatikan agar manfaat efisiensi dan fleksibilitas dari cloud dapat terwujud sepenuhnya. Berikut ini beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam penerapan sistem layanan cloud.

  • Pemahaman bahwa ‘Wiring in‘ di teknologi baru membutuhkan waktu, dan seringkali memerlukan berbagai mitra cloud dan perusahaan teknologi untuk bekerja bersama-sama guna memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan sesuai dengan sistem perusahaan yang sudah berjalan.
  • Apabila penerapan cloud yang dilakukan ternyata gagal dan ada perubahan persyaratan atau perubahan strategi, harus siap menerima konsekuensi proses pembelajaran beban kerja dengan sistem baru. Ini adalah proses yang tidak boleh dianggap enteng mengingat peraturan ketat yang mengatur pergerakan dan lokasi data.
  • Pertimbangan utama yang lain ketika memilih mitra cloud adalah memastikan bahwa penyedia layanan coud tersebut mendukung berbagai layanan cloud yang berbeda yang kita butuhkan di berbagai lapisan cloud seperti infrastruktur, platform dan perangkat lunak. Karena biasanya dalam proses bisnis, aplikasi tersebut harus salaing berinteraksi.
  • Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa cloud masih relatif belia dalam siklus hidupnya. Jadi ada kemunginan besar bahwa akan ada konsolidasi vendor yang signifikan selama lima tahun ke depan selagi sektornya matang. Oleh karena itu layak dipertimbangkan usia keberlangsungan dari penyedia cloud yang akan digunakan dan keberlangsungan upgrade produk kedepannya.