ArenaLTE.com –Istilah 4G LTE ini sebenarnya sudah sering sekali didengungkan sejak dua tahun terakhir di Tanah Air. Tapi, mengingat masih banyak kalangan di Indonesia yang belum ‘ngeh’ tentang istilah ini, perkenankan ArenaLTE kembali mengingatkan dan membantu memberikan gambaran ulang mengenai internet 4G LTE. Sekaligus perbedaan antara 4G dan LTE.

Saat ini, bertebaran istilah seperti 4G, LTE, LTE-A, hingga carrier aggregation. Tapi banyak yang tak mengetahui arti dan maksudnya. Kalau kalian merupakan pengguna smartphone atau mulai beralih haluan memakai ponsel cerdas, maka wajib untuk tahu atau minimal paham deh istilah di atas. Apalagi kalau alasan mempunyai smartphone karena butuh layanan internet.

4G saat ini merupakan kata yang paling banyak disebut-sebut oleh operator dan vendor ponsel. Apa sih sebenarnya 4G? Sama tidak sih dengan LTE? Ternyata tidak. Padahal, produsen ponsel dan operator sangat sering menyebutnya bersamaan yakni internet 4G LTE buat promosi atau materi iklan mereka.

Untuk mudahnya ‘G’ dalam 4G berarti generation atau generasi. Jadi 4G adalah teknologi mobile data yang sudah mencapai generasi keempat. Sementara LTE merupakan singkatan dari Long Term Evolution.

network-type-comparison2Apa sih 4G?

Sebelum membahas 4G, mari kita mengingat lagi istilah 3G yang dulu sangat populer. Jaringan 3G hadir menggantikan 2G, sebuah protokol jaringan yang hanya memperbolehkan fungsi dasar bertelepon. Jaringan 2G bisa menangani voice call, pesan singkat dan secuil layanan data via MMS.

Setelah diperkenalkan konektivitas 3G, sejumlah format data yang lebih besar pun bisa diakses, termasuk standar halaman HTML, video dan musik. Kecepatannya masih relatif lambat, mengharuskan format halaman dan data disesuaikan dengan konektivitas lemot. Jika dibandingkan dengan 2G, protokol ini termasuk cepat, tapi belum mampu menggantikan koneksi internet broadband rumahan.

Nah, 4G merupakan singkatan yang umumnya digunakan untuk mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler. Teknologi 4G merupakan pengembangan dari teknologi sebelumnya yaitu 3G dan 2G. Jaringan 4G menggunakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai alat-alat komunikasi, contohnya smartphone LTE dan laptop yang menggunakan modem USB.

Terdapat dua kandidat standar untuk 4G yang dikomersilkan di dunia yaitu standar WiMAX (Korea Selatan sejak 2006) dan standar Long Term Evolution (LTE). Tapi LTE menjadi pilihan yang lebih populer, termasuk di Indonesia.

International Telecommunications Union-Radio (ITU-R) mengatur standar konektivitas 4G pada Maret 2008. Mensyaratkan semua layanan yang diklaim sebagai 4G untuk mematuhi seperangkat kecepatan dan koneksi standar. Mampu menghasilkan kecepatan 100Mbit/detik dan 1Gbit/detik baik dalam maupun luar ruang dengan kualitas premium dan keamanan tinggi.

Apa sih LTE?

3GPP Long Term Evolution atau yang biasa disingkat LTE adalah sebuah standar komunikasi akses data nirkabel tingkat tinggi yang berbasis pada jaringan GSM/EDGE dan UMTS/HSPA. Jaringan antarmukanya tidak cocok dengan jaringan 2G dan 3G, sehingga harus dioperasikan melalui spektrum nirkabel yang terpisah.

Teknologi ini mampu download sampai dengan tingkat 300 Mbps dan upload 75 Mbps. LTE adalah teknologi yang diposisikan menggantikan UMTS/HSDPA. Sayangnya, walau dipasarkan sebagai teknologi 4G, ternyata produk LTE yang dipasarkan di Indonesia sekarang belum dapat disebut 4G sepenuhnya. Pasalnya, LTE yang ditetapkan 3GPP pada release 8 dan 9 belum memenuhi standarisasi organisasi ITU-R.

LTE
courtessy of: blog.randisunarsa.web.id

Sebenarnya Teknologi LTE Advanced yang dipastikan akan memenuhi persyaratan untuk disebut sebagai teknologi 4G. Jadi, harap maklum saja kalau layanan atau koneksi internet yang digembar-gemborkan operator saat ini masih belum memuaskan. Kecepatan maksimal yang bisa dicapai rata-rata operator saat ini paling-paling ada di kisaran 1-20 Mbps.

Lalu apa itu 4G LTE?

4G LTE adalah salah satu teknik marketing yang dipakai vendor dan operator sehingga mereka bisa mengklaim konektivitas generasi mendatang tanpa harus memenuhi persyaratan sebenarnya.

Lantaran ITU-R sendiri tak punya kontrol dalam implementasi standar mereka. Meski banyak kalangan mengkritik jika teknologi LTE belum bisa menyajikan konektivitas 4G yang sebenarnya. Semestinya kecepatan harus lebih dari 100 Mbps.

Bagaimana dengan LTE-A dan Carrier Aggregation?

Patut diketahui jika belum tercapainya kecepatan internet 4G LTE sebenarnya (true 4G) utamanya karena minimnya carrier aggregation dan ponsel tidak punya banyak antena.

Dengan dukungan carrier aggregation yang lebih baik dan MIMO (Multiple Input Multiple Output), maka mencuat istilah untuk standar baru: LTE Advanced atau bisa disebut dengan true 4G. MIMO adalah teknik praktis untuk mengirim dan menerima lebih dari satu sinyal data pada channel yang sama secara bersamaan memakai lebih dari satu antena.

Carrier aggregation adalah bagian dari LTE-Advanced, Carrier aggregation adalah teknologi yang memungkinkan jaringan 4G berjalan di dua frekuensi berbeda. Keuntungan carrier aggregation adalah kecepatan datanya jadi bisa dilipatgandakan. Carrier aggregation digunakan dalam LTE-Advanced untuk meningkatkan bandwidth, sehingga meningkatkan bitrate. Teknologi ini bisa digunakan baik untuk FDD maupun TDD. (Diolah dari berbagai sumber)