ArenaLTE.com – Selama ini, iPhone menjadi primadona dalam hal kejernihan dan ketajaman layar berkat teknologi Retina Display. Kemudian kompetitor seperti Samsung pun mengunggulkan HD Super Amoled Display dengan layar mengagumkan. Ternyata ilmuwan dari China daratan pun tertarik mengembangkan teknologi layar ponsel. Belum lama ini, mereka berhasil menemukan cara meningkatkan ketajaman layar ponsel dengan komponen yang diklaim jauh lebih superior ketimbang iPhone.

Ilmuwan China ini menempatkan enam jenis unsur mineral langka dalam kapsul nano dan menembakan sinar laser ke atasnya. Peneliti tersebut untuk pertama kalinya mendapatkan spektrum cahaya penuh dan pada akhirnya meningkatkan ketajaman layar ponsel secara signifikan, ungkap The South China Morning Post (25/8).

Saat ini Apple retina display memiliki densitas layar sekitar 300 pixel per inci persegi (ppi). Sedangkan penggunaan mineral langka oleh ilmuwan China ini mampu mencapai 850 juta per inci persegi.

Sayangnya, kepala peneliti Zhang Zhongping mengatakan teknologi untuk meningkatkan ketajaman layar ponsel ini tidak dapat diterapkan sekarang juga untuk perangkat-perangkat anyar.

Menurutnya, pixel adalah hanya satu bagian dari teknologi yang menentukan ketajaman layar. Ketika jumlah pixel turun secara drastis, dibutuhkan sinar laser untuk meningkatkan densitas pixel. “Untuk menghasilkan dan mengontrol sinar laser pada skala nano sampai saat ini adalah masalah yang belum bisa terpecahkan,” ujarnya.

Plasma dan layar LED saat ini memancarkan warna dengan mencampur warna primer; merah, kuning dan biru. Menampilkan spektrum warna cahaya penuh untuk meningkatkan ketajaman layar sangat sulit juga mahal untuk dilakukan.

Namun, unsur mineral bumi yang digunakan oleh ilmuwan ini dapat berubah warna saat ditembakan sinar laser. Dengan disatukan makan kita akan mendapatkan ketajaman layar yang mengagumkan.

“Tantangan terbesar adalah untuk menemukan unsur mineral dan menyatukan komposisi warna yang tepat,” ujar Zhang dalam kendala yang Ia beserta timnya hadapi.

“Unsur mineral yang salah atau sedikit saja kesalahan pada penggunaan laser kita tidak akan mendapatkan spektrum cahaya putih murni, yang merupakan patokan untuk mengevaluasi kinerja dari teknologi ketajaman layar.”

Zhang juga mengungkapkan mereka masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan teknologi peningkatan ketajaman layar ponsel ini. Ia juga mengakui bahwa harga bahan mineral langka tersebut masih teramat mahal. Inilah yang membuat teknologi ciptaan mereka masih belum bisa diaplikasi dalam waktu dekat.