ArenaLTE.com – Sesuai namanya, teknologi LTE (Long Term Evolution) terus ber-evolusi untuk meningkatkan kualitas layanan, terutama kecepatan akses data. Seperti yang belum lama ini dilakukan oleh Huawei Networks berkolaborasi dengan Smart Communications, operator seluler di Filipina. Dalam uji coba LTE Advanced, mereka berhasil menembus angka spektakuler 1,4 Gbps.

Pencapaian tersebut tergolong cepat. Karena sebelumnya pada pertengahan September lalu, Huawei dan Deutsche Telekom di kota Berlin, Jerman saat melakukan uji coba jaringan LTE-A Pro sampai pada kecepatan 1,22 Gbps. Sementara itu di Indonesia, Huawei dan Telkomsel juga baru saja melakukan uji coba dan hanya menghasilkan kecepatan 1Gbs. Akselerasi kecepatan mobile broadband tersebut dapat dicapai berkat adopsi teknologi 4×4 multiple-input, multiple-output (MIMO) pada LTE.

Di Negara asal Presiden Duterte ini Huawei melakukan uji coba di laboratorium, jadi bukan field test. Operator Smart di sini menggabungkan lima frekuensi atau component carriers dengan carrier aggregation agar didapat kecepatan transmisi data yang konsisten di lebih dari 1 Gbps.

Foto ilustrasi: Hendra/ArenaLTE
Foto ilustrasi: Hendra/ArenaLTE

Carrier aggregation adalah kemampuan LTE-A untuk menggabungkan dua atau lebih pita frekuensi radio untuk menyampaikan bandwidth yang lebih besar dan kecepatan data yang lebih cepat untuk pengguna smartphone.

Dari definisinya, LTE-A bisa disebut sebagai teknologi 4.5G yang digadang dapat menyapkaikan layanan kecepatan data lebih baik dari LTE standar. “Melalui tes ini, kami telah menunjukkan bahwa kami terus melihat ke depan untuk mengantisipasi tuntutan meningkat dari pelanggan mobile broadband,” kata Joachim Horn, chief technology and information advisor Smat.

Dalam prakteknya, agresasi lima frekuensi pada operator akan memakan waktu yang lama, ditambah perangkat (handset) yang ada belum banya tersedia secara komersial. Diantara smartphone yang saat ini mendukung teknologi LTE-A Pro seperti Samsung Galaxy S7, iPhone 6s dan 7, dan Huawei P9.

Smart Communications sejatinya telah melucurkan layanan LTE-A pada jaringan BTS (Base Transceiver Station) di Borocay, Aklan pada bulan April lalu. Saat itu Smart juga melakukan kombinasi pada tiga frekuensi, dan hasilnya kala itu dicapai kecepatan 250 Mbps pada kondisi single user di jaringan live.

Saat ini Smart rata-rata dapat menghantarkan kecepatan lebih dari 100 Mbps pada perangkat ber-LTE-A di Borocay, caranya dengan menggabungkan frekuensi pita rendah 850 Mhz dan frekuensi di pita tinggi band 1800, 2100, dan 2300 MHz.

Setelah Boracay, Smart rencananya akan mengaktifkan jaringan LTE-A di kota-kota besar seperti Metro Davao, Metro Cebu, dan Metro Manila sebagai bagian dari rencana tiga tahun untuk memperluas cakupan LTE dan menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi coverage 95 persen dari kawasan nasional.