ArenaLTE.com –┬áKunci dari kesuksesan dari suatu teknologi adalah fleksibilitas, seperti bagaimana teknologi yang dimaksud dapat mendukung interkoneksi dengan teknologi lainnya. Begitupun 4G LTE (Long Term Evolution) yang sedari awal dipersiapkan untuk bisa beradaptasi dengan beragam solusi. Terkait interkoneksi dan interoperabilitas, belum lama ini APT (Asia Pasific Telecom), provider internet dari Taiwan meluncurkan layanan berbasis Internet of Things (IoT) dengan dua platform yang diberi nama GT Smart Life.

Dalam layanan GT Smart Life, APT menawarkan kombinasi dua jaringan konektivitas antara basis LTE dan LoRa (Long Range). Di Taiwan, khususnya di kota Taipei, LoRa sudah berjalan lewat jaringan FHNet. Seperti dikutip dari Telecomasia.net, APT saat ini telah resmi menggulirkan 500 hotspot dengan kemampuan LoRaWAN (Wireless Access Network) di kota Taipei dan Taoyuan dalam skema dual network.

lora-iotLoRa sendiri jamak diterapkan dalam implementasi layanan IoT nirkabel. LoRa dipercaya dapat mendukung koneksi jutaan perangat ke internet dengan cara yang efektif dan hemat biaya.

Dalam proyek Gt Smart Life, APT bertindak sebagai penyedia layanan dan aplikasi, sementara ada Foxconn yang dilibatkan sebagai penyedia perangkat keras berupa modem hotspot.

Guna melancarkan strategi bisnis, APT juga telah menggandeng mitra perusahaan domestic dan luar negeri untuk mendukung platform manufaktur, sebut saja ada nama IBM, Semtech, Cisco, Advantech dan Shin Kong security. Mitra yang telah bersertifikat dalam proyek ini berhak untuk membebaskan penggunaan untuk menggunakan jaringan LoRa.

APT telah meluncurkan aplikasi demonstrasi pertama untuk platform dual network ini, yang mencakup aplikasi untuk mendukung smart city, meliputi penggunaan smart water, listrik dan meteran gas, serta layanan pelacakan pengiriman barang untuk pelacakan indoor dan outdoor.

Implementasi nyata dari LoRa untuk Internet Of Things (IoT) telah diterapkan pada bagian penanganan bagasi di Bandara Schiphol. Lalu ada penggunaan sistem alarm kedalaman di pelabuhan Rotterdam, dan pengaturan lansiran kereta api di Central Station Utrecht, semuanya menggunakan teknologi berbasis IoT dari operator KPN, Belanda.