ArenaLTE.com – Selain 4G LTE, tren yang digembar-gemborkan oleh pelaku industri adalah Internet of Things (IoT). Salah satu perusahaan yang berambisi menjadi penyedia solusi IoT adalah Qualcomm. Pekan ini, mereka memperkenalkan dua chipset modem LTE Qualcomm untuk Internet of Things. Chipset yang baru dirilis tersebut adalah versi MDM9207-1 dan MDM9206.

Pengenalan MDM9207-1 dan MDM9206 adalah langkah Qualcomm untuk memperluas pasar 4G LTE dan konektivitas seluler generasi lanjut. Chipset modem LTE Qualcomm untuk Internet of Things ini juga dianggap bisa jadi pelopor teknologi baru yang akan datang, bahkan digadang bakal melampaui kemampuan platform 5G pada dekade berikutnya.
Baca: Mengusung Tema Internet of Things, Indocomtech Resmi Dibuka

Sesuai dengan informasi yang ada di laman Qualcomm, modem MDM9207-1 dibangun untuk aplikasi embedded IoT seperti smart metering, security, asset tracking, wearables, point-of-sale dan otomasi industri. Keberadaan chipset modem LTE Qualcomm untuk Internet of Things ini juga dapat mendukung koneksi yang handal dan hemat listrik untuk layanan cloud. Modem MDM9207-1 melayani konektivitas LTE Category 1 dengan kekuatan dan optimasi throughput, dan fitur lain yang disesuaikan.

Sementara itu modem MDM9206 akan memungkinkan bagi vendor untuk mengedepankan solusi biaya yang optimal untuk data rate yang rendah. Aplikasi IoT lebih efisien ditangani oleh modem narrowband. Selain itu juga memberikan tambahan daya ultra-rendah dan berbagai perpanjangan platform dari Cat-M (EMTC) dan narrowband IoT (NB-IOT).

Modem MDM9207-1 menawarkan keunggulan sistem integrator dan platform yang teruji dari industri multimode 3G / 4G LTE dan dukungan multiband. Chipset modem LTE Qualcomm untuk Internet of Things ini  dirancang untuk dapat terkoneksi pada jaringan selular di seluruh dunia. Platform ini menawarkan fitur hemat daya yang canggih untuk perangkat yang terus-menerus terhubung, serta bagi mereka yang membutuhkan komunikasi jarang ke jaringan.

Chipset modem LTE Qualcomm untuk Internet of Things ini juga memiliki prosesor yang terintegrasi antar aplikasi yang berbasis Linux. Teknologi ini diklaim teruji untuk layanan lokasi GPS, dan fitur keamanan dengan otentikasi canggih. Semua dalam satu paket yang sangat terintegrasi yang mampu mengurangi biaya Bill-of-Material (BOM), kompleksitas desain dan integrasi waktu.
Baca: Menurut Qualcomm, Smartphone LTE Murah Percepat Adopsi 4G di Indonesia

Modem MDM9207-1 menyediakan dukungan fitur yang dapat dikustomisasi, diantaranya:

  • LTE Kategori 1 dengan kecepatan downlink hingga 10 Mbps dan uplink hingga 5 Mbps yang didukung LTE multimode atau LTE kemampuan Single mode dan dual Rx atau tunggal Rx.
  • Power Save Mode (PSM) yang memungkinkan silkus baterai hingga lebih dari 10 tahun.
  • Mendukung standar seluler utama, seperti LTE FDD, LTE TDD, DC-HSPA, GSM dan TD-SCDMA.
  • Scalable software across chipset platforms.
  • Kemampuan advanced dengan fitur keamanan built in pada hardware dan software.
  • Integrasi dukungan voice pada Circuit Switched Fall Back (CSFB) dan VoLTE (Voice over LTE).
  • Aplikasi yang terintegrasi dengan Processor ARM Cortex A7 @ 1,2 GHz.
  • Linux OS untuk pengembangan aplikasi.
  • Dukungan terpadu global positioning untuk GPS, Beidou, Glonass, dan Galileo.
  • Dukungan pra-terintegrasi untuk 1×1 Qualcomm Vive Wi-Fi, 802.11ac menampilkan Qualcomm teknologi MU|EFX MU-MIMO dan BT 4.1 BLE

Chipset modem LTE Qualcomm untuk Internet of Things MDM9207-1 rencananya akan ditawarkan secara komersial pada semester pertama tahun 2016. Sementara fitur dukungan dan ketersediaan untuk chipset MDM9206 diharapkan untuk menyelaraskan dengan standar 3rd Generation Partnership Project (3GPP) Rel.13 untuk LTE Cat- M (EMTC) dan NB-IOT.