ArenaLTE.com – Membayar parkir on street lewat meteran sudah jamak di negara-negara maju. Sementara di Indonesia model bayar parkir lewat meteran masih dalam tahap coba-coba. Di Jakarta misalnya model tarif parkir meteran digelar di kawasan Sabang, Jl. Agus Saiim. Namun karena bermacam kendala di lapangan, mulai dari pengguna yang tidak terbiasa sampai sulitnya mencari uang koin, menjadikan penerapan parkir meteran di kawasan Sabang sudah layu di tahap-tahap awal.

Nah, di negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, model parkir meteran masih sangat laris dipakai, maklum masyarakat disana sudah terbiasa sejak lama dengan pola ini. Namun kini ada terobosan baru, dimana untuk membayar meteran tak perlu lagi repot mencari uang koin atau kertas.

Yang terbaru model pembayaran bisa dilakukan lewat aplikasi di smatphone. Di AS, Windsor mewakili daerah percontohan dari implementasi bayar parkir meteran via smartphone di kota-kota kecil. Di AS dan Kanada, model pembayaran meteran lewat aplikasi sudah marak di kota-kota besar, seperti di Boston, Miami, Detroit, Toronto dan Vancouver.parkir

Dikutip dari situs Winsorstar.com, sebelumnya pada tiga tahun lalu sudah diperkenalkan model pembayaran lewat kertu kredit di 50 titik daerah parkiran. Namun setelah di obervasi, pola pembayaran lewat kartu kredit tidak banyak disukai, pasalnya ada tambahan biaya transaksi dan biaya lisensi dan biaya-biaya lain yang dibebankan ke pengguna.

Dalam sistem pembayaran via smartphone, semua penghasilan uang parkir ditransfer ke rekening pemerintah kota. Sementara provider parkir mengutip keuntungan dari persentase biaya layanan dengan mengolah pembayaran kartu kredit dari aplikasi di smartphone.

Sementara di Jakarta, meski belum terealisasi, rencana model bayar parkir meteran lewat smartphone sudah mengemuka sejak tahun lalu. Kepala Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sunardi Sinaga pernah berencana untuk menerapkan pembayaran tarif parkir meter dengan menggunakansmartphone.

“Rencananya dalam waktu dekat, pembayarannya bisa juga lewat handphone. Yang pasti PT Telkomsel sudah menyatakan siap untuk mem-back-up rencana ini,” kata Sunardi, dikutip dari Kompas.com (6/2/2015).

Kendati demikian, Ia belum bisa menjelaskan detail bagaimana mekanisme pembayaran tarif parkir melalui smartphone. Hanya saja, menurut dia, nantinya Telkomsel akan menyediakan chip untuk dipasang di bagian belakang ponsel. Nantinya warga dapat menempelkan chip itu ke alat meteran parkir. Chip itu berisi saldo dan tarif parkir tidak dipotong dari pulsa yang dimiliki. “Nanti mereka (Telkomsel) memproduksc hip-nya untuk pasang di ponsel. Tetapi kami lagi membahas bersama,” kata Sunardi.