ArenaLTE.com – Informasi mengenai meningkatnya tren online dan perpindahan kebiasaan mengkonsumsi media secara tradisional menjadi digital dalam kehidupan sehari-hari sudah sering terdengar. Namun data yang dilansir oleh Global Web Index (GWI) menunjukkan fenomena menarik mengenai kebiasaan pengguna internet yang mulai gemar menikmati Layanan TV Online hingga lebih dari sejam per hari

Tahun 2015 ini, total pengguna internet di dunia diprediksi akan mencapai 3 miliar, artinya 42,4% dari total populasi manusia sudah memiliki akses terhadap internet. Di Indonesia, menurut data yang dilansir eMarketer menunjukkan bahwa tahun 2014 pengguna Internet di Indonesia mencapai 83,7 juta. Jumlah ini akan terus menanjak dan melewati milestone 100 juta di tahun 2016 dan diperkirakan tahun 2017 terdapat 112,6 juta pengguna Internet di Tanah Air.

Akibat dari kemudahan berinternet, kini pengguna konten streaming mendekati jumlah penikmat TV biasa (TV tradisional). Bukan rahasia lagi, smartphone dan tablet telah menjadi perangkat favorit di nusantara, dan orang Indonesia rata-rata menghabiskan enam hingga tujuh setengah jam untuk menonton video melalui perangkat itu dalam waktu seminggu.
Baca juga: Nikita Willy: Jaringan 4G LTE Permudah Akses Layanan Live Streaming

Meskipun popularitas layanan TV online tengah meningkat, namun TV tradisional tidak bisa dikesampingkan begitu saja. Dengan jumlah penonton yang konsisten dan terus tumbuh setiap tahunnya, TV tradisonal masih menjadi media paling populer dan menjadi target pemasang iklan tertinggi dibandingkan media lainnya. Rata-rata orang Indonesia dan beberapa negara lainnya menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam perhari untuk menyaksikan siaran TV tradisional, masih cukup jauh jika dibandingkan dengan 0,7 jam waktu rata-rata yang dihabiskan orang untuk TV online.

layanan TV OnlineGlobal Web Index mencatat terjadinya peningkatan pemirsa TV online di setiap negara yang disurvey. Meskipun tidak terlalu drastis, namun hasil survey menunjukkan terjadinya perpindahan dari pemirsa TV tradisional yang mulai menikmati layanan TV online. Trend pertumbuhan pemirsa TV online ini berbeda-beda di setiap negara, pada beberapa negara maju seperti Australia, Perancis, Jepang dan Belanda saja rata-rata masih menghabiskan waktu lima kali lebih banyak untuk menonton TV tradisional daripada TV online.

Dan Amerika menjadi negara dengan penonton TV tradisional terbesar dengan rata-rata 3,40 jam per hari. Sangat kontras dengan negara yang pertumbuhan populasi internet nya sangat cepat seperti China. China menjadi satu satunya negara yang popularitas layanan TV online menyamai popularitas TV tradisional.

layanan TV OnlineDi China, rata-rata 1,17 jam orang menghabiskan waktu untuk menonton TV tradisional perhari, hampir sama dengan jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton TV online yaitu sekitar 1,03 jam per hari. Hal ini menunjukkan penetrasi internet yang tinggi menjadi faktor tingginya popularitas TV online.

Selain itu, TV online juga lebih banyak di konsumsi oleh para generasi muda. Dari tahun 2012 hingga 2014 pemirsa TV tradisional diberbagai rentang usia cenderung tetap, usia 16-24 tahun rata-rata 2 jam perhari, usia 25-34 tahun rata-rata 2,5 jam perhari, usia 45-54 tahun rata-rata 3 jam perhari.

Jumlah waktu yang dihabiskan untuk menonton TV tradisional bertambah sesuai dengan rentang usia meskipun pertumbuhannya denderung tetap selama 3 tahun terakhir. Hal berbeda terjadi pada TV online, usia 16-24 tahun rata-rata menghabiskan waktu untuk menonton TV online 0,8 jam dan terus bertambah menjadi 1 jam perhari selama 3 tahun terakhir.

Sedangkan direntang usia 25-34 tahun rata-rata menghabiskan waktu untuk menonton TV online 0,7 jam perhari dan terus tumbuh menjadi 0,9 jam perhari selama 3 tahun terakhir. Sedangkan untuk rentang usia 35-44 tahun menghabiskan waktu 0,5 jam perhari untuk menonton TV online dan terus tumbuh menjadi 0,65 jam perhari selama 3 tahun terakhir. Meskipun terus tumbuh, penonton TV online semain tinggi dikalangan generasi muda, semakin bertambahnya usia maka cenderung lebih menyukai nonton TV Tradisional.

layanan TV OnlineKemudahan akses dan konten menarik yang ditawarkan layanan TV online menjadi beberapa faktor pendorong popularitas TV online, selain menjamurnya pengguna smartphone dan tablet yang sangat haus akan konten menarik. Salah satunya pendorong lain menjamurnya layanan TV online yaitu mulali terbentuknya ekosistem layanan 4G LTE dengan akses internet yang sangat cepat.

Apalagi dengan menyebarnya jaringan 4G LTE yang sudah banyak tersedia di Tanah Air, menyaksikan layanan TV online kini tanpa buffering dan senyaman siaran TV tradisional. Layanan Watch on demand juga menjadi daya tarik tersendiri, artinya ketika terlewat siaran TV favorit bisa diulang dan ditonton kapanpun sesuai keinginan. Kelebihan in iyang tidak ditawarkan oleh TV tradisional yang menjadikan TV online semakin populer.