Ketika teknologi 4G LTE diperkenalkan, dan masyarakat sudah bisa menikmati teknologi terbaru ini berkat layanan yang diberikan operator selular, maka berbagai harapan muncul. Yang paling utama adalah, teknologi baru ini diharapkan makin mempermudah penggunanya untuk melakukan berbagai hal, yang dulunya tak bisa, atau bahkan, tak terbayangkan akan bisa dilakukan. Ini karena, teknologi 4G sudah lebih cepat dari teknologi sebelumnya (3G).

Kalau berbicara mengenai teknologi seluler, niscaya harapan-harapan para pengguna sebenarnya tak akan pernah berhenti. Saat ini, ketika teknologi 4G LTE muncul, orang berbicara mengenai apa yang bisa dilakukan dengan teknologi baru ini.

Hal yang sebelumnya tak bisa dilakukan, kini bisa. Itu sama persis dengan ketika teknologi 3G datang. Dan pertanyaan dan harapan yang sama, akan muncul kembali ketika teknologi baru berikutnya datang.alex-roesli-isatJadi ini sebetulnya bukan masalah 3G atau 4G. Ini adalah masalah era broadband melalui peralatan seluler. Era di mana orang bisa mengakses internet melalui perangkat bergerak (mobile devices).

Sebenarnya era ini sudah ada sejak era 2G silam, lalu pindah ke 3G, dan kini masuk ke teknologi 4G. Nanti tak lama lagi akan beralih lagi ke 5G. Begitu seterusnya, tak akan ada habisnya. Sementara, apa yang bisa dilakukan dengan teknologi ini sesungguhnya cuma dua hal: Transaksi dan mencari informasi.

Transaksi itu ada beberapa macam, seperti mobile banking dan lainnya. Ada lagi transaksi yang sifatnya pertukaran informasi seperti whatsapp dan variannya banyak seperti aplikasi media sosial dan lainnya dan menurut saya itu adalah sebuah transaksi.

Ada lagi yang sifatnya mencari informasi, terkait dengan video, gambar atau richnest data yang terkait dengan data. Informasi itu ditampilkan dengan berbagai macam modus. Dua hal ini yang saat ini sudah kejadian.

Apalagi sekarang perangkat sudah mulai murah –fenomena yang tak terjadi pada era 3G. Setiap pabrikan sudah mengeluarkan produk yang sudah support teknologi 4G. Boleh dibilang tak ada lagi handset baru yang tidak 4G. Semua chip ponsel sekarang sudah mendukung, Cuma masalah dibuka atau tidaknya saja, antena atau radionya itu.

Karena itulah, tidak heran kenapa smartphone sekarang makin menjadi pusat kehidupan seseorang. Sebab, banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini, dan setiap harinya bertambah. Bahkan, untuk saat ini saja orang lebih memilih tertinggal dompet dibanding ponsel mereka, dan ini yang menurut saya sedang bertransformasi terutama di Indonesia.

Sekarang tinggal, bagaimana meminimalisir dampak negatifnya. Caranya, menurut saya, adalah menyediakan konten yang bermanfaat dan produktif. Seperti halnya, Indosat Ooredoo memberikan smart city kepada masyarakat Sukabumi, program gratis bacaan digital atau semacam perpustakaan digital untuk di sana.alex-roesli-2

Setelah mereka bisa baca secara online, maka otomatis mereka akan tahu, ternyata ada dampak positifnya. Jadi terlihat efek bola saljunya, ini bisa jadi solusi kesenjangan antar pelosok dan di pusat. Inilah yang bisa menjadi bantahan atas internet yang kerap disebutkan memberikan dampak negatif, seperti pornografi.

Berikutnya, yang dapat kita lakukan adalah, mendorong pengembang-pengembang lokal, seperti Qlue, Catfiz, Sebangsa, dan lan-lain, menjadi lebih besar dan lebih dikenal masyarakat banyak. Pengembang lokal inilah yang sebenarnya lebih tahu, apa yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Seperti Gojek, sifatnya sangat lokal, karena hanya cocok di kota-kota besar yang banyak macet, seperti Jakarta. Mungkin saja, satu konten atau aplikasi lebih cocok di suatu daerah, tapi tak cocok di daerah lain. Nah, karenanya kita sangat berkepentingan mengorbitkan pengembang-pengembang lokal ini. Karena hanya mereka yang tahu persis, konten dan aplikasi apa yang cocok di daerah mereka.

Dengan alasan itu pula, kita juga mendorong pihak-pihak yang tahu kondisi dan permasalahan, untuk mengembangkan aplikasi. Permasalahan bisa diselesaikan dengan orang yang berkecimpung langsung di area itu. Seperti masalah kemacetan di Kota di selesaikan dengan kehadiran aplikasi Go-Jek, maupun aplikasi sejenis.

Seperti beberapa waktu lalu, kami bertemu dengan perusahaan Pro Kesehatan. Mereka mengembangkan aplikasinya dokter dan saya ketemu dengan dua dokternya, inline. Jadi dokter pendekatan dengan dokternya, obat-obatan, dan ekosistemnya mereka yang tahu. Orang teknis mungkin mengerti, bagaimana cara membuat dan menciptakan aplikasinya. Namun mereka tidak memahami ekosistem dari permasalahan tersebut.

Dengan demikian, bola salju manfaat kehadiran teknologi baru ini, akan bergulir dan menjadi besar ke arah yang tepat. Di masa depan, kita akan mendapatkan begitu banyak konten dan aplikasi, yang makin mempermudah kehidupan kita. (aul)